Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Menjawab Tantangan Kesehatan Lingkungan, KKN Umsura Hadirkan Inovasi Mini Fogging 

Iklan Landscape Smamda
Menjawab Tantangan Kesehatan Lingkungan, KKN Umsura Hadirkan Inovasi Mini Fogging 
Menjawab Tantangan Kesehatan Lingkungan, KKN Umsura Hadirkan Inovasi Mini Fogging. (Istimewa/PWMU.CO)
pwmu.co -

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 12 Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) menghadirkan Teknologi Tepat Guna (TTG) berupa Mini Fogging, sebuah inovasi sederhana yang dirancang sebagai media edukasi sekaligus alternatif pendukung dalam upaya pengendalian nyamuk di lingkungan permukiman.

Inovasi menjadi salah satu bentuk nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat. Berangkat dari kondisi lingkungan Desa Klenang Kidul yang masih menghadapi tantangan dalam menjaga kesehatan lingkungan,

Program orientasi dan demonstrasi Mini Fogging dilaksanakan pada Rabu (29/7/2026), di Balai Desa Klenang Kidul, Kecamatan Banyuanyar, Kabupaten Probolinggo, serta mendapat sambutan hangat dari perangkat desa dan masyarakat.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh perangkat Desa Klenang Kidul, kader Posyandu, kader desa, Karang Taruna, serta perwakilan masyarakat dari berbagai dusun. Sejak awal kegiatan dimulai, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi untuk mengenal inovasi yang dikembangkan oleh Mahasiswa KKN Kelompok 12 Umsura.

Kehadiran Mini Fogging menjadi salah satu program yang menarik perhatian masyarakat karena menawarkan solusi yang sederhana, praktis, dan mudah diterapkan sesuai dengan kondisi lingkungan desa.

Desa Klenang Kidul merupakan wilayah yang sebagian masyarakatnya masih memanfaatkan Sungai Kali Bokong sebagai sarana untuk berbagai aktivitas sehari-hari, seperti mandi, mencuci pakaian, mencuci peralatan rumah tangga, hingga kebutuhan domestik lainnya.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kebersihan lingkungan memiliki peranan penting dalam menjaga kesehatan masyarakat.

Di sisi lain, masih terdapat beberapa titik genangan air dan lingkungan yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk, sehingga diperlukan upaya pencegahan yang dilakukan secara berkelanjutan melalui peningkatan kesadaran masyarakat dan pemanfaatan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan desa.

Berangkat dari kondisi tersebut, Mahasiswa KKN Kelompok 12 Umsura menghadirkan Mini Fogging sebagai salah satu bentuk TTG yang diharapkan dapat menjadi media edukasi sekaligus alternatif pendukung dalam pengendalian nyamuk.

SMPM 5 Pucang SBY

Inovasi ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan fogging skala besar yang dilakukan oleh instansi terkait, melainkan sebagai teknologi sederhana yang dapat membantu masyarakat memahami pentingnya pengendalian vektor penyakit sekaligus mendorong terciptanya lingkungan yang lebih sehat.

Kegiatan diawali dengan pemaparan mengenai konsep TTG oleh Ketua KKN Kelompok 12 Umsura, Althof Octaviano.

Dalam sambutannya, Althof menjelaskan bahwa Mini Fogging dikembangkan berdasarkan kebutuhan masyarakat dengan mengedepankan prinsip sederhana, ekonomis, serta mudah digunakan sehingga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat secara mandiri.

“Melalui Mini Fogging, kami ingin menghadirkan inovasi yang tidak hanya mudah digunakan, tetapi juga mampu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sebagai langkah awal dalam mencegah berkembangnya penyakit yang ditularkan melalui nyamuk. Harapan kami, inovasi ini dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat Desa Klenang Kidul,” ujar Althof.

Memasuki sesi inti, Althof Octaviano bersama Nazaruddin Amrullah memandu secara langsung orientasi sekaligus demonstrasi penggunaan Mini Fogging.

Keduanya menjelaskan komponen alat, prinsip kerja, prosedur pengoperasian, hingga tata cara penggunaan yang aman. Demonstrasi dilakukan secara langsung sehingga masyarakat dapat melihat cara kerja alat sekaligus memahami tahapan penggunaannya secara lebih jelas.

Berbeda dengan alat fogging konvensional, Mini Fogging yang dikembangkan oleh Mahasiswa KKN Kelompok 12 Umsura memiliki berbagai keunggulan yang membuatnya lebih praktis untuk digunakan di lingkungan masyarakat.

Revisi Oleh:
  • Zahrah Khairani Karim - 01/08/2026 23:54
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu