Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Menjemput Mimpi di Gerbang Jerukwangi: Catatan Humanis MPLS dari KKN UMSURA

Iklan Landscape Smamda
Menjemput Mimpi di Gerbang Jerukwangi: Catatan Humanis MPLS dari KKN UMSURA
Mahasiswa KKN Kelompok 20 UMSura bersama jajaran Perangkat Desa Jerukwangi, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Kediri (Gemala Tazniem Rofiq/PWMU.CO)
Oleh : Gemala Tazniem Rofiq Mahasiswa KKN UMSURA
Pengabdian yang Dimulai dari Hal Kecil

Rangkaian kegiatan kreatif ini merupakan bagian nyata dari pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi di lapangan. Tepatnya pada dharma pengabdian kepada masyarakat, yang mewajibkan mahasiswa mengaplikasikan ilmu kuliah secara langsung ke tengah kehidupan sosial.

Program KKN sendiri kerap dipandang sebagai jembatan emas antara dunia kampus yang sarat teori dengan persoalan nyata di masyarakat. Termasuk di dalamnya persoalan pada sektor pendidikan dasar yang sering kali luput dari perhatian publik luas.

Namun bagi Kelompok 20, keyakinan yang mereka pegang sebenarnya tergolong sangat sederhana. Mereka percaya bahwa perubahan besar tidak selalu harus lahir dari hal-hal yang rumit dan besar.

Perubahan itu bisa dimulai dari langkah sesederhana menyapa dengan hangat di pagi hari. Atau melalui tindakan mendengarkan cerita kecil anak-anak, serta memberi ruang bagi mereka untuk berani menuliskan mimpi di atas kertas.

Di sebuah desa seperti Jerukwangi, tempat akses terhadap sumber daya dan tenaga pendidikan tambahan tidak selalu berlimpah, kehadiran mereka menjadi oase. Kehadiran mahasiswa KKN untuk sementara waktu berhasil mengisi ruang-ruang kosong yang selama ini mungkin jarang terisi dengan optimal.

Mereka menemani anak-anak melewati hari-hari pertama di sekolah dengan cara yang setidaknya bagi anak-anak itu, terasa aman. Pengalaman yang menyenangkan, jauh dari kesan menakutkan yang kadang melekat pada bayangan mistifikasi tentang sekolah dasar.

Kegiatan kultural semacam ini barangkali tidak akan pernah tercatat dalam laporan besar tentang capaian pendidikan nasional. Ia juga tidak akan mengubah secara drastis persoalan struktural yang masih membelit dunia pendidikan di banyak desa Indonesia.

SMPM 5 Pucang SBY

Persoalan klasik mulai dari keterbatasan tenaga pengajar hingga minimnya fasilitas penunjang belajar yang memadai di daerah. Namun bagi murid-murid kelas satu dan dua SDN Jerukwangi, kehadiran tiga mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surabaya ini memberi arti tersendiri.

Mereka yang mengajak bernyanyi, menuliskan cita-cita, dan berkeliling menyalami guru, mungkin menjadi kenangan kecil yang sangat berharga. Memori kolektif yang ikut membentuk cara pandang mereka terhadap sekolah untuk pertama kalinya dalam hidup.

Ketika masa KKN berakhir dan para mahasiswa harus bersiap kembali ke lingkungan kampus mereka. Yang tersisa di SDN Jerukwangi bukan lagi sekadar tiga nama yang sempat mereka kenal selama beberapa pekan saja.

Yang tertinggal adalah selembar kertas lusuh berisi goresan cita-cita anak desa. Entah akan terus diingat atau perlahan dilupakan, mimpi itu pernah dituliskan oleh tangan-tangan kecil di hari pertama mereka bersekolah.***

Revisi Oleh:
  • Notonegoro - 18/07/2026 20:57
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu