Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Yang Aku Catat di Institut STTS

Iklan Landscape Smamda
Yang Aku Catat di Institut STTS
Oleh : Imam Robandi Pembelajar dari ITS

Jika menjadi singkatan penuh, maka ditulis ISTTS. Lidah saya sering ‘kesrimpet’, tidak mudah untuk sekali ucap dan langsung lancar jaya. Seingat saya, dulu disebut STTS. Nah kalau ini, lidah saya ‘is too okay’. Sekarang telah maju dan berkembang menjadi ISTTS, mungkin suatu saat juga dapat menjadi UISTTS. Namanya saja, mungkin.

Apa yang spesial hari ini yang harus saya tulis sebagai omiyage dari ISTTS. Ya.., semua serba spesial. Yang pertama, sepanjang saya hidup, saya baru pertama kali masuk kampus ISTTS. Kampusnya rindang, rapi, dan harmoni. Jika saya tidak banyak SKS di ITS, mau kok mengajar di situ. Nah mau apalagi, lha wong di ITS saya juga ‘seabreg pekerjaan ini-itu, dan sambilan yang begini-begono’ ndak pernah selesai. Okay, pendek kata, kenangan hari ini di ISTTS ‘sreg banget, madep mantep’.

Lho, ternyata rektornya, Dr Arya Tandy adalah kawan saya lama saat bersekolah, yang bertemu terakhir tahun 1993. Wow…, 33 tahun yang lalu. Mas Arya Tandy memang dulu murid pascasarjana yang sangat rajin, taat dan pandai, sehingga menjadi wajar kalau hari ini menjadi rektor. Saat itu, zaman Pak Harto masih sakti-saktinya, zaman teh botol sosro masih 25 rupiah.

ISTTS, ternyata rektornya ‘bolo dewek’.

Saat ketua yayasan menyambut, nama Profesor Kuswara disebut, profesor pertama di ISTTS. Lha… dalah, dia kawan lama saya yang juga di zaman 90-an. Bukan hanya itu, ternyata juga di sana ada Mbak Fransiska Haryanti, senior ISTTS. Lho dia juga sahabat saya lama. Dia masih ingat saat membawa saya ke Sushitei tahun 2009. Bukan hanya itu, ternyata banyak tamu yang menyapa saya, dan saya juga lupa kapan pernah bertemu. Betul-betul berkesan itu kampus ISTTS.

Undangannya memang pengukuhan tiga profesor. Lha memang serba kebetulan saja, tiga profesor yang dikukuhkan semua adalah lulusan sekolah doktor di ITS. Bukan hanya itu saja yang serba kebetulan, karena Prof Gunawan adalah ‘kanca dolan’, adik kelas saya saat bersekolah di Gombong. Sesama dari ‘negeri ngapak’, yang sering bersemboyan ‘ora ngapak ora kepenak’. Mas Gunawan serius sekali tampak wajahnya, ‘spanung’, mungkin karena isterinya seorang pendeta. Prof Esther adalah sahabat yang sering berjumpa di berbagai forum, dan kadang di acara ‘cangkrukan’ ala Suroboyoan.

Situasi di auditorium ISTTS memang hangat dan sumringah.

Prof Endang sudah saya kenal zaman lama, dia pernah saya bikin repot untuk ‘ngrewangi’ dakwah ummat di Muhammadiyah. Saat itu, ‘semi saya paksa’, ayo bersekolah di ITS ‘ben pinter’, ajak saya saat itu. Seperti baru kemarin, sekarang dia sudah menjadi profesor.

SMPM 5 Pucang SBY

Tiga profesor ISTTS yang baru dikukuhkan adalah sangat inspiratif. Semua ahli AI, unix, dan orang-orang yang dekat dengan filantropi. Saya juga sempat kaget, ini langka. Ada tiga profesor. Yang dua aktivist gereja, yang satu aktivis persyarikatan Muhammadiyah, dikukuhkan bersama. Ini adalah sangat indah, dan ‘ngayem-ake’. Apalagi rektor Tandy ‘bola-bali’ tersenyum, mungkin sedang tenteram ketambahan tiga profesor baru.

Saya sengaja mengambil kentang dan potongan ikan bakar. Aromanya ‘grilled’ banget, keren. Bapak kok tidak mengambil nasi, tanya seorang ibu muda di samping saya. Ndaklah, jawab saya. Kalau nasi…, mah…. banyak di rumah, jawab saya lagi.

Horas

Aug. 22, 2026
Sabtu Legi

Revisi Oleh:
  • Satria - 23/08/2026 01:55
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu