Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) menggelar Resepsi Milad ke-24 di Aula Lantai 4 Perpustakaan Nasional, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (29/7/2026). Mengusung tema “Integrasi Menguatkan Dampak”, momentum ini menjadi ajang refleksi sekaligus peneguhan komitmen Lazismu dalam memperkuat tata kelola kelembagaan dan memperluas manfaat bagi masyarakat.
Tema tersebut mencerminkan semangat transformasi yang telah dirumuskan sejak Rapat Kerja Nasional Lazismu 2025 di Kalimantan Selatan, dengan fokus pada integrasi sistem, kolaborasi, dan penguatan program pemberdayaan masyarakat.
Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat, Mujadid Rais, mengatakan bahwa Milad ke-24 menjadi kesempatan untuk mengevaluasi perjalanan Lazismu sejak berdiri serta memperkuat arah gerakan organisasi.
“Kita melihat kembali rencana strategis yang di dalamnya ada spirit untuk melakukan transformasi yang terintegrasi dan berdampak,” ujarnya.
Menurutnya, integrasi tidak hanya berkaitan dengan tata kelola organisasi, tetapi juga perlu diwujudkan dalam kolaborasi yang mampu menghasilkan dampak lebih luas bagi masyarakat.
Mujadid menjelaskan bahwa penguatan sistem kelembagaan dan integrasi data harus berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
“Integrasi antara sistem tersebut harus dilakukan berdasarkan kebutuhan masyarakat. Apa yang bisa kita bantu untuk memberikan solusi dari masalah yang mereka hadapi,” pungkasnya.
Karena itu, Lazismu harus hadir lebih dekat dengan masyarakat, memahami persoalan yang mereka alami, sekaligus menyediakan ruang bagi mereka untuk menyampaikan kebutuhan dan harapannya.
Menurutnya, mendengarkan aspirasi masyarakat merupakan bagian penting dalam merancang program pemberdayaan yang tepat sasaran.
Lebih lanjut, Mujadid menegaskan bahwa tujuan utama transformasi Lazismu adalah meningkatkan kesejahteraan mustahik hingga mampu menjadi muzaki.
Ia menyebut terdapat dua indikator utama yang harus terus diperkuat, yakni tata kelola kelembagaan dan dampak program yang dirasakan masyarakat.
“Ikhtiar ini perlu duduk bersama untuk mengukur capaian yang diperoleh sehingga mustahik bisa menjadi muzaki,” tandasnya.
Karena itu, peningkatan kapasitas mustahik menjadi fokus penting agar program pemberdayaan tidak hanya memberikan bantuan sesaat, tetapi mampu menciptakan kemandirian ekonomi.
Mujadid juga menekankan pentingnya setiap program Lazismu memiliki ukuran keberhasilan yang jelas sehingga manfaatnya dapat dievaluasi bersama para mitra.
Menurutnya, tata kelola yang baik harus mampu menghadirkan umpan balik dari masyarakat maupun mitra sebagai dasar penyempurnaan program di masa mendatang.
Melalui semangat “Integrasi Menguatkan Dampak”, Lazismu berharap seluruh potensi yang dimiliki Persyarikatan dapat bergerak dalam satu arah untuk memperkuat pemberdayaan masyarakat dan menghadirkan manfaat yang semakin luas bagi umat.





0 Tanggapan
Empty Comments