Suasana haru menyelimuti acara Akhirussanah dan Wisuda Tahfidz ke-4 Panti Asuhan dan Pondok Pesantren Al Mizan Muhammadiyah Lamongan yang digelar di halaman Pondok Putra, Kamis (18/6/2026) pagi.
Di hadapan Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, jajaran pimpinan persyarikatan, para guru, peserta wisuda, dan ratusan wali santri, H. Nur Awalin tampil mewakili seluruh wali santri untuk menyampaikan sambutan dan testimoni.
Dengan suara yang sesekali bergetar menahan haru, ia mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas dedikasi para ustaz, ustazah, guru, dan seluruh keluarga besar Al Mizan yang telah mendidik anak-anak mereka selama menempuh pendidikan di pesantren.
“Atas nama seluruh wali santri, baik tingkat MTs maupun MA yang telah menyelesaikan pendidikannya, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada bapak dan ibu guru, ustaz dan ustazah yang telah membimbing anak-anak kami hingga mampu menyelesaikan tugas belajar mereka,” ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan para santri hari ini tidak lepas dari kesabaran dan ketulusan para pendidik dalam membimbing serta mendampingi mereka selama bertahun-tahun.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama proses pendidikan terdapat sikap atau perilaku anak-anak yang kurang berkenan di hati para guru.
“Kami mohon maaf apabila anak-anak kami selama belajar memiliki banyak kekurangan dan kesalahan. Kami sangat berterima kasih karena bapak dan ibu guru telah sabar membimbing mereka hingga berhasil menyelesaikan pendidikan dengan baik,” tuturnya.
Namun, bagian paling menyentuh dari sambutan tersebut adalah ketika Nur Awalin menceritakan pengalamannya mempercayakan pendidikan ketiga anaknya kepada Pondok Pesantren Al Mizan.
Baginya, keputusan menitipkan anak-anak di pesantren bukanlah keputusan yang sia-sia. Ia merasakan sendiri bagaimana pendidikan di Al Mizan memberikan dampak besar terhadap masa depan putra-putrinya.
“Alhamdulillah, tiga anak kami kami titipkan di Pondok Pesantren Al Mizan. Harapan kami saat itu sederhana, semoga pendidikan di sini membawa manfaat bagi kehidupan mereka. Dan ternyata harapan itu benar-benar terwujud,” ungkapnya.
Dengan wajah penuh kebanggaan, ia menceritakan perjalanan ketiga anaknya.
Anak pertama kini telah berkiprah sebagai guru di TK ‘Aisyiyah Tulungagung. Anak kedua bahkan telah dipercaya menjadi guru di SMP Muhammadiyah di Tulungagung meskipun belum sepenuhnya menyelesaikan pendidikannya.
Sementara anak ketiganya, Ana Azizah, yang pada hari itu mengikuti prosesi wisuda, berhasil menuntaskan hafalan 30 juz Al-Qur’an.
“Anak kami yang ketiga, Ana Azizah, Alhamdulillah telah menyelesaikan hafalan 30 juz Al-Qur’an. Ini menjadi kebanggaan besar bagi kami sebagai orang tua,” katanya disambut tepuk tangan para hadirin.
Bagi Nur Awalin, keberhasilan tersebut bukan hanya prestasi pribadi anaknya, tetapi juga buah dari sistem pendidikan dan pembinaan yang dijalankan Pondok Pesantren Al Mizan.
Ia menilai Al Mizan telah berhasil memadukan pendidikan akademik, pembinaan karakter, serta penguatan nilai-nilai keislaman dalam satu proses pendidikan yang utuh.
Karena itu, di akhir sambutannya, ia menyampaikan doa dan harapan agar Al Mizan terus berkembang serta melahirkan generasi-generasi Qurani yang bermanfaat bagi umat.
“Kami berharap Al Mizan terus maju, terus berkembang, dan semakin jaya. Semoga pondok ini terus mencetak anak-anak yang menjadi hafiz dan hafizah Al-Qur’an serta generasi yang membanggakan agama, bangsa, dan orang tuanya,” harapnya.
Testimoni tersebut menjadi salah satu momen paling berkesan dalam rangkaian Akhirussanah dan Wisuda Tahfidz ke-4 Al Mizan. Sebab, di balik setiap santri yang diwisuda, tersimpan kisah perjuangan orang tua yang menitipkan harapan, doa, dan masa depan anak-anaknya kepada lembaga pendidikan yang mereka percayai.
Hari itu, H. Nur Awalin tidak hanya mewakili para wali santri. Ia juga mewakili rasa syukur banyak orang tua yang melihat anak-anak mereka tumbuh menjadi pribadi yang berilmu, berakhlak, dan dekat dengan Al-Qur’an berkat pendidikan di Pondok Pesantren Al Mizan Muhammadiyah Lamongan. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments