Memasuki tahun ajaran baru 2026/2027, MTs Muhammadiyah 9 Wotan menghadirkan Masa Ta’aruf Murid Baru (Matamuda) yang tidak sekadar mengenalkan lingkungan madrasah, tetapi juga membentuk karakter siswa sejak hari pertama.
Mengusung tema “Generasi Rabbani Kekinian: Teguh dalam Iman, Kreatif dalam Karya, Unggul dalam Akhlak”, rangkaian kegiatan Matamuda dirancang untuk menyeimbangkan pembinaan spiritual, intelektual, dan ketangkasan fisik.
Setiap pagi, peserta didik baru memulai aktivitas dengan pembiasaan keagamaan. Kegiatan diawali dengan salat duha berjemaah, dilanjutkan murojaah Al-Qur’an yang dipandu para ustaz dan ustazah.
Setelah itu, para siswa mengikuti apel pagi, pengenalan lingkungan dan program madrasah, mengenal organisasi otonom Muhammadiyah, serta berbagai kegiatan ekstrakurikuler yang dipandu para guru.
Pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya madrasah membangun karakter religius sekaligus memperkenalkan budaya belajar yang positif.
Memasuki hari ketiga pelaksanaan Matamuda, suasana semakin interaktif melalui penyampaian materi “Stop Bullying” oleh Wazirotul Khaliya, S.Pd.
Materi tersebut diberikan untuk menumbuhkan kesadaran pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan saling menghargai.
“Sekolah harus menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi siapa saja. Kita harus saling merangkul, bukan memukul; saling mengejek tidak akan membuat kita keren. Mari kita bangun budaya saling menghormati dan menyayangi sejak hari pertama kalian menginjakkan kaki di madrasah ini,” ungkapnya di hadapan para siswa baru.
Menurutnya, lingkungan sekolah yang sehat menjadi fondasi penting dalam mendukung proses belajar mengajar.
Puncak kegiatan Matamuda berlangsung pada Kamis (16/7/2026), ketika halaman madrasah menjadi lokasi pembinaan mental dan fisik yang dipandu personel Koramil 0817/14 Panceng.
Dipimpin Babinsa Sertu Sholikin, para siswa mengikuti berbagai materi yang bertujuan membangun kedisiplinan dan semangat kebangsaan.
Materi yang diberikan meliputi wawasan kebangsaan untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air, latihan baris-berbaris (LBB) dasar guna membangun disiplin dan kekompakan, serta pembentukan karakter untuk mengurangi sikap malas dan ego pribadi.
“Giatlah belajar dan berlatih, maka prestasi akan mengikuti. Jangan malas dalam belajar dan berlatih!” tegas Sertu Sholikin menyemangati para peserta.
Meski berlangsung dengan latihan fisik, kegiatan tetap dikemas secara menyenangkan. Seluruh aktivitas disesuaikan dengan kemampuan siswa dan ditutup dengan sesi gerak serta yel-yel yang dipandu Sertu Sholikin bersama asistennya.
Sebelum kegiatan berakhir, Sertu Sholikin berpesan kepada para siswa baru agar mampu mengelola waktu dengan baik serta membiasakan hidup disiplin.
“Kalian harus bisa membedakan waktunya bermain ya bermain, waktunya belajar harus belajar dengan baik. Supaya kalian nanti bisa menjadi anak yang berhasil dan membanggakan orang tua, madrasah, bahkan negara,” pesannya.
Melalui rangkaian kegiatan Matamuda tersebut, MTs Mudahlan Wotan tidak hanya menyambut siswa baru, tetapi juga menanamkan fondasi karakter yang kuat. Bekal spiritual, wawasan kebangsaan, kedisiplinan, serta pendidikan karakter diharapkan mampu membentuk generasi yang beriman, kreatif, dan berakhlak mulia.





0 Tanggapan
Empty Comments