Mudir Panti Asuhan dan Pondok Pesantren Al Mizan Muhammadiyah Lamongan, Mujianto, M.Pd.I, menyampaikan pesan penuh motivasi kepada para santri dalam acara Akhirussanah dan Wisuda Tahfidz ke-4 yang digelar di halaman Pondok Putra Al Mizan, Kamis (18/6/2026) pagi.
Di hadapan Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dr. Agung Danarto, jajaran Pimpinan Daerah Muhammadiyah Lamongan, para sesepuh, wali santri, serta ratusan peserta wisuda, Mujianto mengucapkan selamat kepada seluruh santri yang telah menyelesaikan masa pendidikannya.
“Selamat dan sukses kepada seluruh santri yang hari ini diwisuda. Ada yang telah menempuh pendidikan selama tiga tahun, ada pula yang enam tahun. Semoga ilmu yang diperoleh menjadi bekal terbaik untuk masa depan,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Mujianto juga menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Ketua PP Muhammadiyah yang berkenan hadir di Al Mizan.
“Kehadiran Bapak Dr. Agung Danarto bersama para pimpinan dan sesepuh Muhammadiyah merupakan kebahagiaan sekaligus doa bagi anak-anak dan para lulusan kami,” tuturnya.
Dalam sambutannya, ia berpesan agar para santri tidak pernah berhenti belajar. Menurutnya, wisuda bukanlah akhir dari perjalanan menuntut ilmu, melainkan awal untuk memasuki fase pembelajaran yang lebih luas.
“Kelas 9 lanjut ke kelas 10, kelas 12 lanjut ke perguruan tinggi. Jangan pernah lelah belajar. Agama kita mengajarkan belajar sepanjang hayat,” tegasnya.
Mujianto juga mengingatkan para santri agar tidak takut menghadapi perubahan zaman yang berlangsung sangat cepat. Ia menilai perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah membuka peluang yang lebih luas bagi siapa saja.
“Dunia ke depan penuh dengan perubahan. Dulu orang berbicara tentang linearitas pendidikan, tetapi sekarang percepatan ilmu pengetahuan dan keterampilan membuat peluang semakin terbuka. Lulusan pesantren bisa menjadi polisi, teknisi, pengusaha, akademisi, atau profesi lainnya. Yang dibutuhkan bukan hanya ilmu, tetapi juga keterampilan,” jelasnya.
Menurutnya, capaian para santri selama belajar di Al Mizan, seperti hafalan Al-Qur’an, karya tulis ilmiah, hingga karya buku dan lagu yang diluncurkan pada acara tersebut, merupakan modal awal yang harus terus dikembangkan.
“Hafalan 30 juz, 22 juz, atau 17 juz yang dimiliki anak-anak itu adalah kunci. Karya tulis ilmiah dan karya lagu yang telah dibuat juga merupakan kunci. Kunci itu harus digunakan untuk membuka pintu ilmu, pengalaman, dan kemanfaatan bagi umat dan bangsa. Jika dibiarkan, kunci itu akan berkarat dan kehilangan manfaatnya,” ungkapnya.
Tak hanya itu, Mujianto berpesan agar para lulusan senantiasa menghormati dan menjaga komunikasi dengan orang tua. Ia mengingatkan bahwa restu orang tua menjadi bagian penting dalam perjalanan hidup dan pendidikan seorang anak.
“Jangan pernah meninggalkan orang tua. Jangan merasa orang tua sudah ketinggalan zaman hanya karena tidak memahami teknologi. Ketika akan kuliah, bekerja, atau melangkah ke mana pun, mintalah doa restu mereka. Doa orang tua adalah kekuatan yang luar biasa,” pesannya.
Menjelang akhir sambutan, Mujianto memperkenalkan perkembangan Al Mizan yang kini memiliki empat kampus pendidikan dan pengasuhan, yakni Pondok Putra reguler, Pondok Putri reguler, Pondok Tahfidz Putra, dan Pondok Tahfidz Putri.
Keempat kampus tersebut menjadi bagian dari komitmen Al Mizan dalam membina generasi Qurani yang tidak hanya unggul dalam hafalan Al-Qur’an, tetapi juga memiliki wawasan ilmu pengetahuan, keterampilan, serta akhlak yang kuat untuk menghadapi tantangan zaman. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments