Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Baiturrahman Banda Aceh melaksanakan Musyawarah Ranting (Musyran) Aisyiyah Sukaramai dan STUI Banda Aceh ke-12 di Aula SD Muhammadiyah 2 Banda Aceh, Jalan Pattimura No. 37, Banda Aceh, Minggu (30/8/2026).
Musyran tersebut mengusung tema “Menguatkan Kepemimpinan untuk Mengokohkan dan Penguatan Dakwah Perempuan Berkemajuan.”
Musyawarah ini menjadi bagian penting dari mekanisme organisasi Aisyiyah untuk melakukan evaluasi, memperkuat konsolidasi, serta memilih kepemimpinan baru guna melanjutkan estafet perjuangan organisasi pada periode 2022–2027.
Ketua Pimpinan Cabang Aisyiyah Baiturrahman Banda Aceh, Linda Handayani, S.Pd., M.Pd., menyampaikan rasa bangga sekaligus haru karena Musyran dua ranting tersebut akhirnya dapat terlaksana.
“Alhamdulillah, hari ini kami dari Pimpinan Cabang Aisyiyah Baiturrahman dapat melaksanakan Musyawarah Ranting untuk dua ranting sekaligus. Sesungguhnya kegiatan ini sudah seharusnya terlaksana pada periode sebelumnya. Karena itu, terlaksananya musyawarah hari ini menjadi kebahagiaan dan kebanggaan tersendiri bagi kami,” ujar Linda.
Menurut Linda, Musyran bukan hanya forum untuk memilih ketua baru, tetapi merupakan bagian dari regenerasi kepemimpinan dan keberlanjutan perjuangan Aisyiyah.
“Musyawarah ini bukan semata-mata persoalan pergantian pimpinan. Yang lebih penting adalah bagaimana kita memastikan adanya regenerasi, sehingga estafet kepemimpinan terus berjalan dan Aisyiyah semakin kuat dalam menjalankan risalah perjuangannya,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa proses pemilihan pimpinan dalam Aisyiyah merupakan bentuk ketaatan terhadap aturan dan mekanisme organisasi sebagaimana tertuang dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Aisyiyah.
“Pemilihan pimpinan melalui musyawarah merupakan bentuk ketaatan kita kepada organisasi. Semua dilakukan berdasarkan aturan yang berlaku, dengan semangat musyawarah, kebersamaan, amanah, dan tanggung jawab,” kata Linda.
Lebih lanjut, Linda menyampaikan bahwa regenerasi kepemimpinan sangat penting agar Aisyiyah mampu terus bergerak menghadapi perubahan dan tantangan zaman.
Kepemimpinan baru diharapkan mampu menghadirkan gagasan-gagasan segar, mengembangkan kader, serta memperkuat dakwah dan amal usaha organisasi.
Semangat tersebut sejalan dengan keputusan Muktamar ke-48 Aisyiyah yang diselenggarakan di Surakarta (Solo), Jawa Tengah, pada 18–20 November 2022, dalam memperkuat gerakan Aisyiyah sebagai organisasi perempuan Muhammadiyah yang terus berkemajuan dan memberikan manfaat bagi umat dan masyarakat.
“Harapan kami, kepemimpinan yang lahir dari Musyran ini mampu membawa ranting semakin aktif, solid, dan berkemajuan. Kader-kader baru harus diberikan ruang untuk tumbuh dan mengambil peran, sehingga perjuangan Aisyiyah tidak berhenti pada satu generasi,” ungkapnya.
Musyran Aisyiyah Sukaramai dan STUI Banda Aceh juga menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi antarkader, memperkuat koordinasi antara ranting dan cabang, serta menyatukan langkah dalam menjalankan program-program Aisyiyah.
PCA Baiturrahman berharap kepemimpinan baru yang terpilih dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, menjaga semangat kebersamaan, serta meneruskan perjuangan Aisyiyah dalam bidang dakwah, pendidikan, sosial, kaderisasi, pemberdayaan perempuan, dan berbagai bidang lainnya.
“Semoga dari musyawarah ini lahir pemimpin-pemimpin yang amanah, ikhlas, visioner, dan mampu membawa Aisyiyah semakin berkemajuan. Karena bagi kami, regenerasi bukan sekadar pergantian orang, tetapi bagaimana menyiapkan keberlanjutan perjuangan Aisyiyah untuk masa depan,” pungkas Linda Handayani.





0 Tanggapan
Empty Comments