Suasana penuh keceriaan, kebersamaan, dan keberkahan mewarnai peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW oleh KB Aisyiyah 20 dan TK Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) 30 Sembunganyar.
Dalam rangka menumbuhkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW sekaligus mengenalkan keteladanan akhlak beliau kepada anak-anak sejak dini, sekolah menggelar kegiatan “Pawai Cinta Nabi: Memetik Keteladanan Akhlak Nabi Muhammad SAW untuk Generasi Berkarakter”.
Kegiatan yang berlangsung pada Rabu pagi (26/8/2026) tersebut dimulai pukul 07.00 WIB.
Sejak pagi, suasana di titik kumpul depan Koperasi Merah Putih, sebelah kiri Gapura Siraman, sudah dipenuhi keceriaan para siswa, guru, dan wali murid.
Anak-anak tampak antusias mengikuti kegiatan dengan mengenakan pakaian terbaik mereka. Kehadiran dan dukungan para wali murid turut membuat kegiatan semakin meriah dan penuh semangat.
Kreasi Snack Wali Murid
Salah satu hal yang menarik dalam kegiatan ini adalah kreativitas para wali murid. Dengan penuh semangat dan gotong royong, mereka membuat berbagai kreasi snack yang unik dan menarik.
Beragam bentuk seperti Ka’bah, masjid, hingga tumpeng menjadi hasil kreativitas yang kemudian dibawa dalam pawai.
Di samping bagian dari kemeriahan acara, kreasi tersebut juga menjadi sarana untuk menanamkan nilai kerja sama, kreativitas, dan kebersamaan kepada anak-anak.
Tepat pukul 07.30 WIB, seluruh siswa mulai berbaris dengan tertib sesuai kelompok masing-masing. Kelompok Bermain (KB) didampingi oleh orang tua serta guru pendamping Bu Sulis, Bu Nisak, dan Bu Sasi.
Kelompok A didampingi oleh Bu Yuli, Bu Alfi, dan Bu Diya, sedangkan Kelompok B didampingi oleh Bu Yanti dan Bu Rima.
Para guru dengan penuh kesabaran mendampingi anak-anak agar tetap tertib dan menikmati setiap rangkaian kegiatan.
Sebelum pawai dimulai, acara resmi dibuka oleh Kepala TK ABA 30 Sembunganyar, Sulimah SPd yang menyampaikan tujuan utama kegiatan ini.
“Kami ingin melalui Pawai Cinta Nabi ini, anak-anak tidak hanya mengenal sejarah kelahiran Nabi, tetapi juga belajar meneladani akhlaknya dalam kehidupan sehari-hari. Dari kegiatan sederhana seperti berbagi dan bekerja sama, kami berharap tumbuh generasi yang berkarakter, berakhlak mulia, dan cinta kepada Rasulullah” ujar Sulimah.
Setelah pembukaan, rombongan mulai berjalan dengan penuh semangat sambil membawa hasil kreasi snack yang telah dibuat bersama.
Rute pawai dimulai dari Koperasi Merah Putih menuju Desa Gopaan RT 08, kemudian berakhir di gedung KB-TK Aisyiyah Sembunganyar.
Sepanjang perjalanan, suasana tampak semarak. Anak-anak berjalan bersama guru dan orang tua dengan wajah ceria. Untuk menjaga keamanan peserta, terutama ketika rombongan harus menyeberangi jalan raya, beberapa wali murid dengan sigap membantu mengatur arus lalu lintas.
Kerja sama tersebut menunjukkan kepedulian dan rasa tanggung jawab seluruh keluarga besar sekolah terhadap keselamatan anak-anak.
Belajar Menghargai, Hargai Kebersamaan
Sesampainya di gedung sekolah, seluruh siswa berkumpul di ruang Spilot. Dengan dipandu oleh Bu Sulimah dan Bu Nisak, anak-anak membentuk lingkaran sesuai kelompok masing-masing.
Kreasi snack yang telah mereka bawa diletakkan di tengah-tengah kelompok. Momen ini menjadi kesempatan bagi anak-anak untuk belajar berbagi, menunggu giliran, serta menghargai hasil karya bersama.
Kebersamaan semakin terasa ketika anak-anak menikmati es cau segar bersama-sama. Sebelum makan dan minum, mereka terlebih dahulu membaca doa. Pembiasaan sederhana tersebut menjadi bagian penting dalam menanamkan nilai-nilai religius dan akhlak mulia sejak usia dini.
Keceriaan kemudian berlanjut dengan kegiatan bernyanyi. Seluruh siswa diajak berdiri dan bersama-sama menyanyikan lagu Maulid Nabi Muhammad SAW, diiringi tepuk tangan yang meriah.
Wajah-wajah ceria anak-anak menunjukkan bahwa belajar tentang Nabi Muhammad SAW dapat dilakukan dengan cara yang menyenangkan dan dekat dengan dunia anak.
Setelah bernyanyi, anak-anak kembali duduk dengan tertib untuk mengikuti acara inti, yaitu pembagian snack hasil kreasi pawai.
“Melalui pembagian snack ini kami ingin menanamkan nilai berbagi. Karena salah satu akhlak Nabi yang paling indah adalah kedermawanan. Kami ingin anak-anak merasakan bahagia ketika memberi dan menerima,” jelas Sulimah.
Mereka mengambil makanan secara bergantian dan menikmatinya bersama teman-teman. Dari kegiatan sederhana ini, anak-anak belajar tentang kesabaran, berbagi, kebersamaan, dan menghargai orang lain.
Rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW akhirnya ditutup pada pukul 09.30 WIB. Kegiatan diakhiri dengan membaca doa selesai belajar dan doa pulang.
Setelah itu, seluruh siswa berbaris dengan rapi untuk bersalaman dengan para guru sebelum kembali ke pangkuan orang tua masing-masing.





0 Tanggapan
Empty Comments