Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

MPKU PWM Jatim Lantik 2 Wakil Direktur RSU Aminah Blitar, Prof. Mundakir: Pintar Saja Tidak Cukup

Iklan Landscape Smamda
MPKU PWM Jatim Lantik 2 Wakil Direktur RSU Aminah Blitar, Prof. Mundakir: Pintar Saja Tidak Cukup
Prof. Mundakir melantik dua wakil direktur, dr. Arga Budiyono, Sp.B. sebagai Wakil Direktur Medis dan Woldy Zulov, SE., MM sebagai Wakil Direktur Administrasi dan Keuangan. Foto Istimewa
pwmu.co -

Majelis Pembinaan Kesehatan Umum (MPKU) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur melantik dua Wakil Direktur RSU Aminah Blitar untuk masa jabatan 2026–2030.

Pelantikan ini menjadi momentum memperkuat tata kelola rumah sakit sekaligus mendorong Amal Usaha Muhammadiyah bidang kesehatan (AUMKES) agar semakin profesional, adaptif, dan cepat merespons perubahan.

Pelantikan berlangsung di Aula KH. Sudja’ RSU Aminah Blitar, Kamis (27/8/2026).

Berdasarkan Surat Keputusan MPKU PWM Jawa Timur, dr. Arga Budiyono, Sp.B. dipercaya sebagai Wakil Direktur Medis. Sementara Woldy Zulov, SE, MM mendapat amanah sebagai Wakil Direktur Administrasi dan Keuangan.

Keduanya dilantik langsung Ketua MPKU PWM Jawa Timur Prof. Mundakir, S.Kep, Ns, M.Kep. Dalam kesempatan yang sama, dilakukan penyerahan Surat Keputusan Karyawan Tetap RSU Aminah Blitar.

Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua PWM Jawa Timur sekaligus Ketua Badan Pembina Harian (BPH) AUMKES Blitar Ir. Tamhid Masyhudi, jajaran PDM Kota Blitar, PDM Kabupaten Blitar, BPH, jajaran direksi, serta keluarga besar RSU Aminah Blitar.

Direktur RSU Aminah Blitar dr. Prima Isnaini, MMR, menitipkan tiga kata kunci kepada dua wakil direktur yang baru dilantik: kolaborasi, inovasi, dan integritas.

Menurut Prima, ketiga nilai tersebut menjadi fondasi penting bagi rumah sakit untuk menghadapi perubahan dunia pelayanan kesehatan yang semakin dinamis.

“Kolaborasi diperlukan agar seluruh unsur rumah sakit semakin kompak dan bergerak dalam arah yang sama. Kemudian harus ada inovasi agar rumah sakit mampu mengikuti perkembangan pelayanan kesehatan. Semua itu harus dibangun di atas integritas,” ujarnya.

Dia menegaskan, rumah sakit tidak mungkin berkembang jika setiap bagian berjalan sendiri-sendiri. Karena itu, kolaborasi harus dibangun sebagai budaya organisasi, bukan sekadar slogan.

Prima berharap kepemimpinan baru mampu mempercepat pertumbuhan RSU Aminah Blitar, meningkatkan kemampuan adaptasi terhadap perubahan, sekaligus memastikan seluruh aktivitas rumah sakit tetap berada dalam koridor kebijakan dan nilai-nilai Persyarikatan Muhammadiyah.

Ketua MPKU PWM Jawa Timur Prof. Mundakir menekankan bahwa mengelola AUMKES tidak cukup hanya mengandalkan kecerdasan dan kemampuan teknis.

Ada tiga prinsip yang menurutnya harus menjadi pegangan pimpinan dan seluruh karyawan AUMKES: integritas, kompetensi, dan kecepatan dalam bertindak.

“Orang pintar itu penting. Tetapi kalau pintar tidak disertai integritas, justru bisa mencari celah untuk kepentingan yang tidak benar. Karena itu, kompetensi harus selalu berjalan bersama integritas,” tegas Mundakir yang juga Rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura).

Menurutnya, integritas merupakan fondasi dalam menjaga amanah Persyarikatan. Rumah sakit mengelola sumber daya yang besar sekaligus menerima kepercayaan masyarakat.

Karena itu, setiap keputusan harus dapat dipertanggungjawabkan secara profesional, moral, dan kelembagaan.

Prinsip kedua adalah kaderisasi yang berjalan beriringan dengan kompetensi.

“Kader itu penting, tetapi kader harus kompeten. Kalau ada kader yang kompetensinya belum sesuai, carikan tempat yang sesuai dengan kompetensinya. Jangan dipaksakan seseorang mengurus AUM pada bidang yang bukan kompetensinya karena akhirnya justru bisa merugikan Amal Usaha,” pesannya.

Mundakir menilai kekaderan dan profesionalisme bukan dua hal yang harus dipertentangkan. Kader memberikan orientasi nilai dan ideologi, sementara kompetensi memastikan AUM dikelola secara profesional.

MPKU PWM Jatim Lantik 2 Wakil Direktur RSU Aminah Blitar, Prof. Mundakir: Pintar Saja Tidak Cukup
Ketua MPKU Jatim bersama jajaran BPH dan direksi RSU Aminah Blitar. Foto: Istimewa

Harus Cepat dan Sat-set

Prinsip ketiga yang ditekankan Mundakir adalah kecepatan dalam mengeksekusi gagasan.

Ia mengingatkan jajaran AUMKES agar tidak terlalu lama berhenti pada tahap diskusi ketika sudah memiliki gagasan yang diyakini benar dan bermanfaat.

SMPM 5 Pucang SBY

“Kalau kita sudah memiliki gagasan yang baik, sudah diyakini benar dan bermanfaat bagi pengembangan AUMKES, maka segera dikerjakan. Jangan hanya dipikirkan dan dibicarakan terus. Bener saja tidak cukup, tetapi juga harus cepet dan sat-set,” katanya.

Menurut Mundakir, kecepatan bukan berarti bekerja secara serampangan. Keputusan tetap harus berbasis data, tata kelola yang baik, serta perhitungan risiko.

Namun, organisasi yang terlalu lambat mengambil keputusan juga berpotensi tertinggal.

“Dunia rumah sakit berubah sangat cepat. Regulasi berubah, teknologi berubah, kebutuhan masyarakat berubah. Karena itu AUMKES harus adaptif, inovatif, tetapi tetap amanah,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Ketua PWM Jawa Timur sekaligus Ketua Badan Pembina Harian (BPH) AUMKES Blitar Ir. Tamhid Masyhudi menyoroti pentingnya memperkuat jejaring antar-Rumah Sakit Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah.

Tamhid mengaitkan pesan tersebut dengan QS Ali Imran ayat 103 yang turut dibacakan dalam rangkaian acara.

Menurutnya, semangat untuk berpegang teguh dan tidak bercerai-berai sangat relevan dengan tantangan yang dihadapi jaringan rumah sakit Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah.

“Rumah sakit Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah tidak bisa lagi berjalan sendiri-sendiri. Kalau ingin berkembang lebih cepat, maka kita harus berjamaah, berjejaring, tumbuh bersama, dan saling menguatkan,” ungkapnya.

Menurut Tamhid, kebutuhan untuk memperkuat jejaring semakin penting di tengah perubahan regulasi dan dinamika pengelolaan rumah sakit pada era Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

“Dalam situasi yang penuh turbulensi seperti sekarang, berjamaah akan membuat kita lebih kuat. Kita bisa saling bersinergi, berkolaborasi, melakukan efisiensi, sekaligus memiliki nilai tawar yang lebih baik,” ujarnya.

Namun, ia mengingatkan agar penguatan jaringan tidak semata-mata diarahkan untuk efisiensi ekonomi. Tujuan akhirnya tetap peningkatan mutu pelayanan kepada masyarakat.

Rumah sakit Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah, kata Tamhid, harus terus berinovasi agar pelayanan yang diberikan semakin ihsan—bukan sekadar memenuhi standar, tetapi berupaya memberikan pelayanan terbaik.

Tumbuh Bersama dalam Jaringan RSMA

Tamhid berharap RSU Aminah Blitar dan RSI Aminah Blitar semakin kuat dalam konsolidasi jaringan rumah sakit Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah di Jawa Timur.

Di bawah koordinasi MPKU PWM Jawa Timur, rumah sakit dalam jaringan tersebut diharapkan tidak memandang satu sama lain sebagai kompetitor, melainkan sebagai mitra strategis untuk tumbuh bersama.

“Di bawah komando Ketua MPKU PWM Jawa Timur Prof. Mundakir bersama jajarannya, RSU Aminah, RSI Aminah, dan seluruh jaringan RSMA Jawa Timur harus semakin terkoordinasi. Kalau kita bergerak bersama, nilai tawar kita akan lebih kuat dan banyak hal dapat kita kelola secara lebih efektif dan efisien,” katanya.

Pesan tersebut menjadi salah satu spirit penting dalam pelantikan dua Wakil Direktur RSU Aminah Blitar periode 2026–2030.

Kepemimpinan rumah sakit ke depan tidak hanya dituntut mampu menjaga keberlangsungan institusi. Lebih dari itu, AUMKES dituntut tumbuh, meningkatkan mutu, bekerja efisien, beradaptasi terhadap perubahan, dan memperluas dampak pelayanan kepada masyarakat.

Karena itu, kepemimpinan AUMKES membutuhkan kombinasi yang utuh: integritas untuk menjaga amanah, kompetensi untuk bekerja profesional, kolaborasi untuk membangun kekuatan, inovasi untuk menjawab perubahan, serta kecepatan untuk mengeksekusi gagasan.

Dengan semangat berjamaah dan tata kelola profesional, RSU Aminah Blitar diharapkan semakin kuat bukan hanya sebagai institusi pelayanan kesehatan, tetapi juga sebagai bagian penting dari dakwah Muhammadiyah dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang unggul, amanah, berkemajuan, dan membawa kemaslahatan bagi masyarakat. (*)

Revisi Oleh:
  • Agus Wahyudi - 28/08/2026 05:59
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu