Pemandangan tak biasa menyedot perhatian ribuan mata dalam gelaran Jalan Santai Masyarakat dan Santri (Masyan) Al-Ishlah dalam rangka Dasawarsa ke-4, Ahad (13/9/2026).
Di bawah terik matahari pagi, sepasukan emak-emak berseragam oranye-putih dengan jilbab krem tampil kompak memainkan marching bell. Mereka adalah Drumband Jaya Pertiwi Aisyiyah Sendangagung, Paciran, Lamongan.
Barisan mereka terlihat rapi di tengah lautan lebih dari 5.000 peserta yang memadati sepanjang rute. Sejumlah peserta bahkan berhenti untuk menyaksikan penampilan mereka dan mengabadikan momen menggunakan telepon seluler.
Sebanyak 55 personel tampil penuh tanpa jeda mengiringi langkah ribuan peserta Masyan. Alunan lagu-lagu perjuangan, mulai dari Mars Aisyiyah, Bungo Jumpo, Panggilan Jihad, hingga Maju Tak Gentar, terus mereka tabuh dengan penuh energi.
Yang menarik perhatian, sebagian besar personel drumband tersebut merupakan emak-emak berusia di atas 50 tahun. Meski demikian, stamina dan semangat mereka tetap terjaga.
Salah satunya Sri Asian, Gita Pati sekaligus komandan lapangan Jaya Pertiwi. Di usia yang sudah menginjak kepala enam dan memiliki delapan cucu, ia tetap berdiri tegap di barisan terdepan untuk memberikan aba-aba.
“Kita tatap semangat demi Milad Al-Ishlah, meskipun terik matahari mendera dan perjalanan penuh tanjakan, kita main full rute tanpa motong jalan,” ujarnya dengan napas terengah namun wajah berseri-seri.
Menurut Sri Asian, keputusan untuk tampil penuh sepanjang rute merupakan bentuk khidmah dan kecintaan kepada Pondok Pesantren Al-Ishlah Sendangagung yang telah memasuki usia 40 tahun.
Persiapan pun dilakukan melalui latihan intensif di sela kesibukan mereka sebagai ibu rumah tangga.
Penampilan Drumband Jaya Pertiwi Aisyiyah Sendangagung sukses menjadi magnet tersendiri sepanjang perjalanan.
Peserta jalan santai yang terdiri dari santri, wali santri, masyarakat umum, hingga anak-anak memberikan aplaus meriah. Sejumlah anak kecil bahkan berlari mendekati barisan drumband karena penasaran dengan suara dentingan belira yang nyaring.
Penampilan tersebut tidak hanya menjadi hiburan bagi peserta, tetapi juga memperlihatkan semangat para perempuan Aisyiyah dalam mengambil peran di tengah masyarakat.
Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) Sendangagung mengapresiasi dedikasi para anggotanya. Keberadaan Drumband Jaya Pertiwi menjadi salah satu bentuk kegiatan kreatif yang dilakukan para anggota Aisyiyah di tengah aktivitas keumatan.
“Selain mengaji rutin mingguan, kegiatan drumband emak-emak ini juga menjadi kegiatan yang diprioritaskan oleh PRA Sendangagung, semoga bermanfaat demi dakwah yang menggembirakan,” timpal Titin Yuliana, Ketua PRA Sendangagung ini.
Penampilan 55 personel Drumband Jaya Pertiwi dalam Masyan Al-Ishlah menunjukkan bahwa usia bukan penghalang untuk tetap aktif berkarya. Di tengah panas dan rute yang menanjak, para emak-emak tersebut tetap memainkan alat musik hingga menyelesaikan perjalanan penuh.





0 Tanggapan
Empty Comments