Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Amanat Upacara Spemutu: Literasi Bukan Sekadar Membaca dan Menulis

Iklan Landscape Smamda
Amanat Upacara Spemutu: Literasi Bukan Sekadar Membaca dan Menulis
Amanat upacara Spemutu mengajak siswa memahami literasi untuk sesama, semesta, dan sejahtera dalam kehidupan sehari-hari (Frasastra/PWMU.CO)
pwmu.co -

Wakil Kepala SMP Muhammadiyah 1 Gresik (Spemutu) Bidang 1, Sulistyaningsih, M.Pd., mengajak siswa memahami literasi sebagai kemampuan menggunakan pengetahuan secara bijak dalam kehidupan sehari-hari.

Pesan tersebut disampaikan Sulistyaningsih saat menjadi pembina upacara rutin di Lapangan Spemutu, Kamis (17/9/2026). Dalam amanatnya, ia mengaitkan pentingnya literasi dengan peringatan Hari Aksara Internasional yang diperingati setiap 8 September.

Menurut Sulistyaningsih, literasi tidak cukup dimaknai sebagai kemampuan membaca dan menulis. Literasi juga berkaitan dengan cara seseorang memahami informasi, bersikap terhadap orang lain, menjaga lingkungan, serta mempersiapkan masa depan.

Ia kemudian menjelaskan tiga fokus literasi yang perlu diterapkan siswa dalam kehidupan sehari-hari, yakni literasi untuk sesama, literasi untuk semesta, dan literasi untuk sejahtera.

Literasi untuk Sesama

Sulistyaningsih menjelaskan bahwa literasi untuk sesama berkaitan dengan kemampuan menggunakan pengetahuan dan teknologi secara bertanggung jawab dalam hubungan sosial.

Ia mengingatkan siswa agar bijak menggunakan gawai dan media sosial. Menurutnya, perkembangan teknologi perlu diimbangi dengan kesadaran untuk menjaga perasaan, kehormatan, dan hak orang lain.

“Jangan sampai penggunaan media sosial justru digunakan untuk menyakiti teman, menyebarkan informasi yang belum tentu benar, atau melakukan perundungan,” pesannya.

Ia menekankan bahwa siswa perlu membangun kebiasaan berkomunikasi secara santun, menghargai perbedaan, dan menyelesaikan persoalan tanpa merendahkan orang lain.

Dengan demikian, literasi tidak berhenti pada kemampuan memahami tulisan, tetapi juga mencakup kemampuan membaca situasi sosial dan menentukan sikap yang tepat.

Literasi untuk Semesta

Fokus kedua adalah literasi untuk semesta. Sulistyaningsih mengajak siswa memahami hubungan antara manusia dan lingkungan di sekitarnya.

Menurutnya, lingkungan sekolah merupakan ruang bersama yang harus dijaga. Kebiasaan membuang sampah pada tempatnya, merawat fasilitas sekolah, dan menjaga kebersihan kelas merupakan bentuk sederhana dari penerapan literasi lingkungan.

SMPM 5 Pucang SBY

“Anak-anak harus memahami bahwa kebersihan sekolah bukan hanya tanggung jawab petugas kebersihan. Semua warga sekolah memiliki tanggung jawab untuk menjaganya,” jelasnya.

Ia berharap siswa tidak hanya mengetahui pentingnya kebersihan melalui pelajaran, tetapi juga menerapkannya dalam tindakan sehari-hari.

Kesadaran terhadap lingkungan, lanjutnya, perlu dibangun melalui kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten. Sikap tersebut menjadi bagian dari tanggung jawab siswa sebagai manusia yang hidup bersama alam dan masyarakat.

Literasi untuk Sejahtera

Fokus ketiga yang disampaikan Sulistyaningsih adalah literasi untuk sejahtera. Ia menghubungkan literasi dengan kemampuan siswa menyiapkan masa depan melalui proses belajar.

Menurutnya, siswa perlu memiliki kemauan untuk terus belajar, berani mencoba, dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh di sekolah diharapkan dapat menjadi bekal untuk menghadapi kehidupan mendatang.

“Jangan takut untuk maju. Terus belajar, berani mencoba, dan siapkan diri untuk masa depan,” pesannya.

Sulistyaningsih juga mengingatkan bahwa keberhasilan tidak diperoleh secara instan. Karena itu, siswa perlu membangun kedisiplinan, tanggung jawab, dan semangat untuk mengembangkan potensi diri.

Ia menilai, literasi yang diterapkan dengan baik dapat membantu siswa mengambil keputusan secara lebih bijak, baik dalam kegiatan belajar maupun dalam kehidupan sosial.

Amanat upacara tersebut ditutup dengan ajakan kepada seluruh siswa Spemutu untuk menjadikan literasi sebagai kebiasaan. Literasi diharapkan tidak hanya dilakukan ketika membaca buku atau mengerjakan tugas, tetapi juga melalui sikap terhadap sesama, kepedulian terhadap lingkungan, dan kesungguhan mempersiapkan masa depan. (*)

Revisi Oleh:
  • Tanwirul Huda - 18/09/2026 18:56
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu