Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Laskar Al Qosam-IPM Sekolah Kreatif Baratajaya Belajar dari Masjid Al Akbar

Iklan Landscape Smamda
Laskar Al Qosam-IPM Sekolah Kreatif Baratajaya Belajar dari Masjid Al Akbar
Laskar Al Qosam-IPM Sekolah Kreatif Baratajaya murajaah surat pendek di Masjid Nasional Al Akbar sebelum melaksanakan ibadah Salat Jum'at. (Ahmad Mahmudi/PWMU.CO)
pwmu.co -

Lantunan ayat suci Al-Qur’an menggema di serambi Masjid Nasional Al Akbar Surabaya, Jumat (18/9/2026). Sebanyak 13 siswa IPM KIDS SD Muhammadiyah 16 Surabaya yang tergabung dalam Laskar Al Qosam mengikuti kegiatan Jumat keliling dengan didampingi guru kelas V, Ahmad Mahmudi, M.Pd.

Kegiatan dimulai setelah pembelajaran jam kedua. Tepat pukul 10.00 WIB, para siswa diarahkan berbaris di halaman sekolah sebelum berangkat menuju Masjid Nasional Al Akbar Surabaya.

Terik matahari Kota Surabaya tidak menyurutkan semangat para siswa. Setibanya di masjid, mereka mengambil air wudhu kemudian berkumpul di serambi untuk melakukan murajaah.

Surat Al-Mulk, Al-Kahfi, dan Asmaul Husna menjadi materi murajaah sebelum pelaksanaan salat Jumat.

Ahmad Mahmudi menjelaskan bahwa kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembiasaan ibadah yang dilakukan siswa di sekolah.

“Kebiasaan baik yang sudah dilakukan di sekolah juga harus dijalankan di mana pun kalian berada, seperti kali ini,” kata Mahmudi kepada para siswa.

Aktivitas murajaah di serambi masjid menarik perhatian sejumlah jamaah dan pengunjung. Para siswa terlihat mengikuti bacaan secara bersama-sama sebelum diarahkan memasuki ruang utama masjid.

Mahmudi kemudian memberikan arahan kepada siswa agar segera menempati shaf bagian depan.

“Setelah ini kalian masuk ke masjid dan ambil shaf paling depan. Setelah menaruh Al-Qur’an, langsung salat dua rakaat. Ada yang tahu itu salat apa?” tanyanya.

“Salat tahiyatul masjid,” jawab para siswa serentak.

Sebelum khutbah dimulai, Mahmudi juga mengingatkan siswa mengenai adab selama berada di masjid.

“Selama khutbah Jumat berlangsung kalian harus duduk diam dan mendengarkan. Karena diam kalian di masjid itu bernilai ibadah. Berdiam diri di masjid disebut apa?” tanyanya.

“Iktikaf, ya, Ustadz,” jawab Ihza Humaira Qoriannisa.

Mahmudi kemudian mengingatkan siswa agar mengikuti rangkaian ibadah hingga selesai.

“Setelah selesai salat Jumat, kalian zikir dan berdoa seperti yang diajarkan di sekolah. Setelah itu jangan lupa salat sunnah. Nanti setelah selesai Jumat, kita bertemu di tempat ini,” ujarnya.

SMPM 5 Pucang SBY

Pembiasaan Ibadah

Pelaksanaan salat Jumat di Masjid Nasional Al Akbar menjadi pengalaman langsung bagi para siswa untuk mempraktikkan pembiasaan ibadah yang selama ini mereka dapatkan di sekolah.

Usai salat Jumat, para siswa kembali berkumpul untuk mengikuti evaluasi. Dalam kegiatan tersebut, terdengar suara dari dalam masjid yang menarik perhatian mereka. Saat itu sedang berlangsung ikrar seorang mualaf dengan pembacaan dua kalimat syahadat.

“Ustadz, ada mualaf,” ujar Muhammad Fathan Zafran Ramadhan.

Mahmudi kemudian memanfaatkan momentum tersebut sebagai bahan pembelajaran.

“Ada yang tahu tidak, mualaf itu apa?” tanyanya.

“Ikrar masuk Islam,” jawab Muhammad Arsennio Putra Artabita.

“Ikrarnya membaca syahadat, kan?” timpal Razqa Putra Rheandra.

Evaluasi kemudian dilanjutkan dengan menguji pemahaman siswa terhadap khutbah yang baru saja mereka dengarkan.

“Ada yang tahu khatibnya tadi namanya siapa?” tanya Mahmudi.

Para siswa pun menjawab secara kompak nama khatib yang menyampaikan khutbah Jumat.

Khutbah Jumat di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya tersebut mengangkat tema “Menggapai Cita dan Ampunan Allah” yang disampaikan Dr. H. Muhammad Muslim, S.Ag., M.Sy.

Bagi Laskar Al Qosam, Jumat keliling tidak hanya menjadi kegiatan berpindah tempat untuk melaksanakan salat Jumat. Kegiatan tersebut juga menjadi ruang belajar untuk mengenalkan adab di masjid, melatih kemandirian beribadah, sekaligus menghubungkan pembelajaran keislaman di sekolah dengan praktik kehidupan sehari-hari.

Sebanyak 13 siswa yang mengikuti kegiatan berasal dari kelas V Al Kindi, V Ibnu Khaldun, V Al Khawarizmi, dan V Al Zahrawi. Mereka adalah Muhammad Fathan Zafran Ramadhan, Muhamad Alby Azahi Zainsyah, Gio Zukhruf Laksono, Adara Odelia Zahra, Annaila Dzakira Tsabitah, Muhammad Arsennio Putra Artabita, Syafiqa Azzalfa Dzatus Syarifah, Ihza Humaira Qoriannisa, Razqa Putra Rheandra, Chelsea Aleena Karima Wijaya, Albi Lutfi Andriano, Khadijah Lashira Khansa, dan Razka Ahmad Zaydan. (*)

Revisi Oleh:
  • Amanat Solikah - 18/09/2026 21:10
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu