Guru dari tujuh sekolah dasar di Surabaya mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Penguatan Digitalisasi Pembelajaran di SD Muhammadiyah 16 Surabaya, Rabu (16/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung di laboratorium komputer Sekolah Kreatif Baratajaya tersebut dimulai pukul 07.00 hingga 17.30 WIB. Para peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga mempraktikkan penggunaan perangkat dan platform digital untuk mengembangkan media pembelajaran.
Tujuh sekolah yang mengikuti kegiatan tersebut adalah SDN Penggirian 1, SDN Pagesangan, SD Khadijah, SD Kemala Bhayangkari, SD Katolik Mikael, SD Islam Kiai Amin, dan SD Muhammadiyah 16 Surabaya sebagai tuan rumah.
Masing-masing sekolah mengirimkan tiga peserta sehingga terdapat 21 peserta dalam kegiatan tersebut. Selain memperoleh materi, mereka juga mendapat tugas menyusun sejumlah luaran, salah satunya Multimedia Pembelajaran Interaktif (MPI).
Sekolah Tuan Rumah Dorong Pengembangan Produk Pembelajaran
Wakil Kepala SD Muhammadiyah 16 Surabaya, Suyono, S.Si., menyambut kedatangan para peserta di Sekolah Kreatif Baratajaya.
Dalam sambutannya, Suyono berharap bimtek tidak berhenti pada penyampaian materi, tetapi juga menghasilkan produk yang dapat dimanfaatkan dalam proses pembelajaran.
“Selamat melaksanakan bimtek. Semoga bimtek ini menghasilkan produk yang bisa dimanfaatkan dalam pembelajaran,” katanya.
Harapan tersebut sejalan dengan rangkaian kegiatan yang memadukan penyampaian materi dan praktik. Peserta diarahkan untuk mencoba perangkat digital serta menyusun media pembelajaran sesuai tugas yang diberikan.
Dari Paradigma ke Praktik
Bimtek yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI tersebut menghadirkan Dyah Ayu Mexliessiana, S.S., M.Pd., dari Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Timur sebagai fasilitator. Ia akrab disapa Bu Nana.
Mengawali kegiatan, Bu Nana memberikan apresiasi kepada sekolah-sekolah yang mengikuti bimtek.
“Sebelumnya kami sampaikan selamat atas capaian sekolah Bapak dan Ibu. Sekolah panjenengan masuk 10 besar rapor pendidikan SD negeri dan swasta di Kota Surabaya,” ungkapnya.
Selanjutnya, Bu Nana mengajak peserta memahami perubahan paradigma pembelajaran di era digital. Materi yang disampaikan tidak hanya berupa konsep, tetapi dilanjutkan dengan praktik menggunakan sejumlah perangkat dan platform digital.
Salah satu praktik yang dilakukan peserta adalah mengoperasikan Panel Interaktif Digital (PID). Para guru bergantian mencoba berbagai fungsi perangkat tersebut untuk mendukung proses pembelajaran di kelas.
“Bapak dan Ibu tidak hanya melihat penggunaannya, tetapi langsung mencoba,” jelas Bu Nana.
Ia menekankan bahwa perangkat interaktif tidak hanya perlu dikuasai siswa, tetapi juga guru sebagai pihak yang menggunakannya dalam proses pembelajaran.
“Media interaktif ini bukan hanya untuk siswa. Guru juga harus bisa mengoperasikannya,” tambahnya.
Melalui sesi tersebut, peserta memperoleh pengalaman langsung dalam menggunakan perangkat digital, bukan sekadar menyimak demonstrasi dari fasilitator.
Guru Eksplorasi AI untuk Membuat Media Interaktif
Materi berikutnya membahas pemanfaatan Platform Ruang Murid serta perencanaan Multimedia Pembelajaran Interaktif (MPI) dengan bantuan kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI).
Peserta mengeksplorasi sejumlah aplikasi digital untuk menyusun media pembelajaran. Canva AI dan Gemini menjadi beberapa perangkat yang digunakan dalam praktik.
Dalam proses tersebut, para guru mulai menyusun dan mengembangkan media pembelajaran interaktif sesuai tugas yang diberikan. Media yang dibuat dapat dikembangkan kembali berdasarkan kebutuhan materi dan peserta didik di sekolah masing-masing.
Distanto Dwi, S.Pd., peserta dari SD Katolik Mikael, menilai materi bimtek membuka lebih banyak pilihan bagi guru dalam mengembangkan media pembelajaran.
“Materinya sangat bagus. Untuk membuat media pembelajaran interaktif ternyata banyak platform yang bisa kita manfaatkan,” ujarnya.
Pengalaman serupa disampaikan Muifatul Febriani, S.Pd., peserta dari SDN Penggirian 1. Ia mengatakan penggunaan AI membuat proses pembuatan media interaktif terasa lebih mudah.
“Media interaktif terasa mudah dengan memanfaatkan Canva AI,” ucapnya.
Kegiatan tersebut juga menjadi ruang berbagi pengalaman bagi guru dari berbagai sekolah. Mereka mencoba perangkat yang sama, mengeksplorasi platform digital, serta menyusun media pembelajaran interaktif sesuai tugas yang diberikan.
Bimtek Penguatan Digitalisasi Pembelajaran ini mempertemukan guru dari sekolah negeri dan swasta dalam kegiatan belajar bersama. Selain memperoleh pemahaman tentang perangkat dan platform digital, peserta juga mendapat pengalaman praktik yang dapat dikembangkan dalam pembelajaran di sekolah masing-masing. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments