Bumi Perkemahan Coban Rondo, Malang, Jawa Timur, bakal menjadi tempat berkumpulnya ribuan santri Muhammadiyah dari berbagai penjuru Indonesia. Mereka akan mengikuti Kemah Santri Muhammadiyah Tingkat Nasional ke-2 yang digelar Senin-Kamis (21-24/9/2026) mendatang.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Lembaga Pengembangan Pesantren Muhammadiyah (LP2M) Pimpinan Pusat Muhammadiyah ini akan diikuti ratusan regu dan ribuan santri dari perwakilan pondok pesantren Muhammadiyah se-Indonesia.
Mengusung tema “Menyiapkan Kader Pemimpin Bangsa: Santri Muhammadiyah Disiplin, Mandiri, dan Berprestasi”, kemah nasional ini tidak sekadar menjadi ajang pertemuan santri, tetapi juga menjadi ruang pembinaan karakter, kemandirian, kepemimpinan, dan prestasi generasi muda Muhammadiyah.
Ketua Pelaksana Kemah Santri Muhammadiyah Tingkat Nasional ke-2, Ali Ahmadi, M.Pd, saat dikonfirmasi PWMU.CO, Jumat (18/9/2026) malam, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut akan dihadiri sejumlah tokoh Muhammadiyah dan pejabat nasional maupun daerah.
“Insyaallah kegiatan ini akan dihadiri tokoh-tokoh Muhammadiyah, pemerintah daerah, serta pimpinan perguruan tinggi,” ujarnya.
Sejumlah tokoh yang dijadwalkan hadir di antaranya Dr. Ir. Aman Suyadi, M.P (Ketua Umum Kwartir Pusat Hizbul Wathan), Ali Muthohirin, M.H (Wakil Wali Kota Malang), dan Drs. H. M. Sanusi, M.M (Wali Kota Malang).
Selain itu, hadir pula Dr. Pradana Boy, PhD (Ketua LP2M PWM Jawa Timur), Dr. KH. Maskuri, M.Ed (Ketua LP2M PP Muhammadiyah), dan Prof. Dr. dr. Sukadiono, M.M (Ketua PWM Jawa Timur).
Dari jajaran tokoh nasional, kegiatan ini juga dijadwalkan dihadiri Prof. Dr. H. Fauzan, M.Pd (Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI), Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si (Rektor Universitas Muhammadiyah Malang), Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.AP (Ketua PP Muhammadiyah), Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si (Ketua Umum PP Muhammadiyah), serta KH Dr. Sa’ad Ibrahim, M.A (Ketua PP Muhammadiyah).
Ruang Belajar Kepemimpinan
Ali Ahmadi menjelaskan, Kemah Santri Muhammadiyah Nasional II dirancang sebagai bagian dari proses kaderisasi santri Muhammadiyah. Alam terbuka dipilih sebagai ruang belajar agar santri mendapatkan pengalaman langsung tentang kedisiplinan, kemandirian, kerja sama, tanggung jawab, dan kepemimpinan.
Ribuan santri dari berbagai daerah akan bertemu, berinteraksi, dan mengikuti rangkaian kegiatan yang dirancang untuk memperkuat karakter sebagai calon kader pemimpin bangsa.
Tema yang diangkat menjadi penegasan bahwa pesantren Muhammadiyah tidak hanya berorientasi pada penguatan keilmuan keislaman, tetapi juga mempersiapkan santri agar memiliki kemampuan kepemimpinan dan mampu berkontribusi di tengah masyarakat.
Ali Ahmadi berharap Kemah Santri Muhammadiyah Tingkat Nasional ke-2 ini menjadi momentum mempererat ukhuwah antarsantri Muhammadiyah se-Indonesia sekaligus menumbuhkan semangat untuk terus berprestasi. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments