Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Musywil Tarjih Jatim Tegaskan Pentingnya Fresh Ijtihad untuk Menjawab Persoalan Kontemporer

Iklan Landscape Smamda
Musywil Tarjih Jatim Tegaskan Pentingnya Fresh Ijtihad untuk Menjawab Persoalan Kontemporer
Musywil Tarjih Jatim Tegaskan Pentingnya Fresh Ijtihad untuk Menjawab Persoalan Kontemporer
pwmu.co -

Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur menegaskan pentingnya menghidupkan kembali tradisi ijtihad guna menjawab berbagai persoalan keagamaan kontemporer yang terus berkembang di tengah masyarakat.

Pesan tersebut menjadi penekanan dalam penutupan Musyawarah Wilayah (Musywil) Tarjih Jawa Timur yang berlangsung di SD Muhammadiyah 1 Jember, Ahad (21/6/2026).

Selama dua hari, forum ilmiah tersebut mempertemukan ulama, akademisi, dan pengurus Majelis Tarjih se-Jawa Timur untuk membahas berbagai isu fikih kontemporer dengan tema “Menghidupkan Fresh Ijtihad: Reaktualisasi Fikih Mu’ashirah untuk Kemaslahatan Publik.”

Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PWM Jawa Timur, Prof. Dr. Achmad Zuhdi, M.Fil.I., menegaskan bahwa semangat fresh ijtihad tidak boleh berhenti sebagai slogan dalam forum musyawarah semata.

Menurutnya, hasil pembahasan yang telah dirumuskan harus disosialisasikan dan diterjemahkan menjadi panduan yang mudah dipahami serta diterapkan oleh warga Muhammadiyah maupun masyarakat luas.

“Musyawarah ini telah selesai, tetapi pekerjaan kita sesungguhnya baru dimulai. Hasil-hasil musyawarah tidak boleh berhenti sebagai dokumen persidangan. Ia harus disosialisasikan, dipahami, dikembangkan, dan diterjemahkan menjadi panduan yang mudah dipahami masyarakat,” tegasnya saat memberikan sambutan penutupan.

Achmad Zuhdi menegaskan bahwa Majelis Tarjih harus terus menghadirkan ijtihad yang hidup, dinamis, ilmiah, dan responsif terhadap perkembangan zaman tanpa kehilangan pijakan pada Al-Qur’an dan As-Sunnah.

Ia menilai perbedaan pandangan yang muncul selama proses musyawarah merupakan kekayaan intelektual yang justru memperkuat proses pengambilan keputusan.

“Dengan adab, keikhlasan, dan semangat mencari kebenaran, perbedaan pendapat menjadi kekuatan, bukan kelemahan,” ujarnya.

Dalam Musywil tersebut, peserta membahas dua isu strategis yang dinilai relevan dengan perkembangan masyarakat modern.

Pertama, revitalisasi hukum kewarisan Islam yang dikaitkan dengan inovasi keuangan keluarga berkelanjutan.

SMPM 5 Pucang SBY

Kedua, revitalisasi dan inovasi penyembelihan dam (hadyu) dan Kurban, termasuk pengolahan serta distribusi daging dalam bentuk produk olahan seperti rendang dan bakso.

Menurut Achmad Zuhdi, dinamika keluarga, perkembangan ekonomi, serta perubahan pola kepemilikan harta telah melahirkan berbagai persoalan baru yang membutuhkan kajian hukum Islam secara komprehensif.

Sementara itu, praktik penyembelihan dam dan Kurban juga memerlukan formulasi fikih yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat modern, terutama berkaitan dengan pengelolaan dan distribusi hasil sembelihan yang lebih efektif.

“Majelis Tarjih tidak dibangun untuk mempertentangkan pandangan, tetapi menghadirkan solusi yang paling kuat dalilnya, paling luas maslahatnya, dan paling memungkinkan diterapkan dalam kehidupan masyarakat,” katanya.

Musywil Tarjih PWM Jawa Timur 2026 diikuti sekitar 120 peserta yang berasal dari Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah se-Jawa Timur, serta menghadirkan narasumber dari kalangan akademisi, praktisi, dan pemangku kebijakan.

Forum tersebut juga menjadi wadah memperkuat tradisi ijtihad jama’i sebagai ciri khas pengambilan keputusan keagamaan di lingkungan Muhammadiyah.

Achmad Zuhdi berharap budaya berpikir ilmiah terus tumbuh di lingkungan Muhammadiyah. Para ulama dan kader Tarjih didorong untuk berani mengkaji persoalan-persoalan baru, terbuka terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, santun dalam menyikapi perbedaan, serta mengedepankan kemaslahatan umat.

Menutup Musywil, ia mengajak seluruh peserta kembali ke daerah masing-masing dengan membawa semangat baru untuk memperkuat dakwah tarjih dan menghadirkan Islam yang mencerahkan, memudahkan, serta membawa rahmat bagi seluruh alam.

“Semoga hasil musyawarah ini menjadi ikhtiar yang membawa manfaat bagi umat, bangsa, dan kemajuan Muhammadiyah,” pungkasnya.

Revisi Oleh:
  • Satria - 21/06/2026 20:05
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu