Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Meski Sempat Berpindah, Panggung Budaya Literasea Sukses Digelar di Gang Warga Pesisir Sukolilo

Iklan Landscape Smamda
Meski Sempat Berpindah, Panggung Budaya Literasea Sukses Digelar di Gang Warga Pesisir Sukolilo
Suasana warga yang menikmati agenda Panggung Budaya (Ocha/PWMU.CO)
pwmu.co -

Meski sempat mengalami perubahan lokasi, agenda panggung budaya dalam rangkaian Literasea Fest 2026 tetap digelar di gang warga dekat kawasan pesisir Sukolilo Baru, Surabaya, Ahad (20/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi salah satu ruang ekspresi warga, mahasiswa, komunitas, dan pegiat seni dalam membicarakan persoalan masyarakat pesisir.

Panggung budaya awalnya direncanakan berlangsung di sebuah lembaga pendidikan di dekat kawasan pesisir. Namun, panitia memutuskan memindahkan kegiatan ke gang warga yang berada tidak jauh dari kawasan pesisir setelah mempertimbangkan sejumlah hal dalam pelaksanaan agenda.

Ketua Panitia Literasea, Izza Mukmin, mengatakan proses koordinasi dan pengurusan perizinan telah dilakukan sejak jauh hari sebelum kegiatan berlangsung. Komunitas Pojok Literasi dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Universitas Airlangga, kata dia, telah mengirimkan surat izin peminjaman tempat kepada pihak terkait.

“Proses koordinasi dan perizinan sebenarnya sudah dilakukan dari jauh hari sebelum pelaksanaan kegiatan, baik dari pihak Pojok Literasi maupun IMM Unair telah mengirimkan Surat Izin Peminjaman Tempat,” ujarnya.

Meski Sempat Berpindah, Panggung Budaya Literasea Tetap Digelar di Gang Warga Pesisir Sukolilo
Ketua Panitia, Izza Mukmin sedang menyambut kedatangan Bhabinkamtibmas Kenjeran sesaat sesudah agenda Literasea berlangsung (Huda/PWMU.CO)

Panitia kemudian memilih memindahkan lokasi panggung budaya ke gang warga yang berada dekat dengan area pesisir. Maysha menyebut keputusan itu diambil setelah adanya sejumlah pertimbangan dalam pelaksanaan kegiatan.

“Namun karena ada satu lain hal dan beberapa pertimbangan lain Panitia memutuskan untuk memindah lokasi di gang warga dekat area pesisir,” katanya.

Panggung budaya merupakan salah satu rangkaian Literasea Fest 2026 yang diselenggarakan secara kolaboratif oleh Komunitas Pojok Literasi, IMM Universitas Airlangga, Yayasan Abdinesia, Kader Hijau Muhammadiyah Komite Surabaya, dan pegiat seni Bunuh Diri Studio.

SMPM 5 Pucang SBY

Selain panggung budaya, sehari sebelumnya Literasea Fest 2026 diisi dengan aksi bersih pantai, pemasangan plang di kawasan pesisir, pembacaan pernyataan sikap di tengah Laut Kenjeran, mural Suara Pesisir. Pameran budaya, serta bazar UMKM Kampung Nelayan Sukolilo dilaksanakan bersamaan dengan Panggung Budaya dan Ruang Dialektika.

Dalam kegiatan tersebut, peserta dan warga mengikuti agenda panggung ekspresi yang menjadi bagian dari Literasea Fest 2026. Panggung budaya juga menjadi ruang pertemuan antara masyarakat pesisir, mahasiswa, komunitas, dan pegiat seni.

Wakil Ketua Panitia sekaligus kader IMM Universitas Airlangga, Maysha, mengatakan Literasea menyasar warga Sukolilo Baru dan masyarakat Surabaya secara luas. Melalui kegiatan ini, panitia ingin menghadirkan ruang untuk mengenalkan budaya masyarakat pesisir sekaligus membicarakan persoalan yang dihadapi nelayan.

“Melestarikan budaya masyarakat Sukolilo, membuka pandangan masyarakat akan isu-isu yang dialami masyarakat pesisir, menjadi salah satu media pengadvokasian dalam menolak Reklamasi Surabaya Waterfront Land,” ujarnya.

Literasea Fest 2026 berlangsung selama dua hari, Sabtu–Ahad (20–21/6/2026). Rangkaian kegiatan tersebut melibatkan warga pesisir Sukolilo, nelayan, mahasiswa, komunitas, dan pegiat seni di Surabaya.

Meski Sempat Berpindah, Panggung Budaya Literasea Sukses Digelar di Gang Warga Pesisir Sukolilo
Penampilan anak-anak pesisir dalam panggung budaya Literasea Fest (Ocha/PWMU.CO)
Revisi Oleh:
  • Tanwirul Huda - 24/06/2026 23:41
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu