Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Literasea Fest 2026 Angkat Budaya hingga Persoalan Hidup Warga Pesisir

Iklan Landscape Smamda
Literasea Fest 2026 Angkat Budaya hingga Persoalan Hidup Warga Pesisir
Literasea Fest 2026 Angkat Budaya hingga Persoalan Hidup Warga Pesisir
pwmu.co -

Kawasan Sukolilo Baru dipilih sebagai salah satu titik pelaksanaan Literasea Fest 2026 karena menjadi permukiman masyarakat pesisir yang sebagian besar warganya bekerja sebagai nelayan. Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu–Ahad (20–21/6/2026) itu menggabungkan agenda lingkungan, budaya, dan advokasi masyarakat pesisir.

Wakil Ketua Panitia Literasea, Maysha, mengatakan pemilihan laut dan Sukolilo Baru berkaitan dengan orientasi kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati hari laut.

“Karena orientasi dari kegiatan ini adalah memperingati hari laut, maka dirasa laut itu sendiri lah yang bisa menjadi tempat strategis dan representatif,” ujarnya.

Menurut Maysha, Sukolilo Baru perlu dilibatkan karena kawasan tersebut merupakan tempat tinggal warga pesisir yang memiliki keterkaitan langsung dengan laut. Aktivitas nelayan di kawasan itu menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat setempat.

“Sukolilo Baru sebagai kawasan tempat tinggal para warga pesisir yang sebagian besar bermatapencaharian sebagai nelayan juga perlu dilibatkan dalam peringatan ini,” katanya.

Literasea Fest 2026 diselenggarakan secara kolaboratif oleh Komunitas Pojok Literasi, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Universitas Airlangga, Yayasan Abdinesia, Kader Hijau Muhammadiyah Komite Surabaya, dan pegiat seni Bunuh Diri Studio.

Rangkaian kegiatan meliputi aksi bersih pantai, pemasangan plang di pesisir, pembacaan pernyataan sikap di tengah Laut Kenjeran, mural Suara Pesisir, panggung ekspresi, pameran budaya, serta bazar UMKM Kampung Nelayan Sukolilo.

Maysha menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menyasar warga Sukolilo Baru dan seluruh elemen masyarakat di Surabaya. Pelibatan masyarakat luas diharapkan dapat membuka pemahaman publik mengenai persoalan yang dihadapi warga pesisir.

SMPM 5 Pucang SBY

“Warga Sukolilo Baru dan seluruh elemen masyarakat yang ada di Surabaya,” ujarnya saat menjelaskan sasaran utama partisipan Literasea.

Selain memperingati hari laut, Literasea diarahkan untuk mengenalkan budaya masyarakat pesisir kepada publik. Panitia juga menempatkan kegiatan tersebut sebagai ruang untuk membicarakan persoalan lingkungan dan kehidupan nelayan di Surabaya.

Literasea Fest 2026 Angkat Budaya hingga Persoalan Hidup Warga Pesisir
Warga pesisir yang mengikuti agenda pernyataan sikap penolakan Surabaya Waterfront Land di tengah laut. (Ocha/PWMU.CO)

Maysha mengatakan terdapat beberapa tujuan yang ingin dicapai setelah kegiatan tersebut berlangsung, antara lain melestarikan budaya masyarakat Sukolilo, memperluas pandangan masyarakat terhadap isu pesisir, serta menjadi media advokasi terkait rencana reklamasi Surabaya Waterfront Land.

“Melestarikan budaya masyarakat Sukolilo, membuka pandangan masyarakat akan isu-isu yang dialami masyarakat pesisir, menjadi salah satu media pengadvokasian dalam menolak Reklamasi Surabaya Waterfront Land,” katanya.

Melalui rangkaian kegiatan di laut dan kawasan permukiman nelayan, Literasea Fest 2026 mempertemukan warga pesisir, mahasiswa, komunitas, dan pegiat seni dalam satu agenda. Kegiatan tersebut juga menjadi ruang bagi masyarakat Sukolilo untuk menyampaikan pengalaman dan pandangan mereka mengenai kehidupan di kawasan pesisir Surabaya. (*)

Revisi Oleh:
  • Tanwirul Huda - 24/06/2026 23:59
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu