Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

NU Punya Hajat, Muhammadiyah Bergerak: Posko Dibuka, Ribuan Makanan dan Layanan Kesehatan Disiagakan

Iklan Landscape Smamda
NU Punya Hajat, Muhammadiyah Bergerak: Posko Dibuka, Ribuan Makanan dan Layanan Kesehatan Disiagakan
Prof. Sukadiono (dua dari kiri) memberikan keterangan pers. Foto: Muh. Isa
pwmu.co -

Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang bukan hanya menjadi agenda besar warga NU. Perhelatan nasional tersebut juga menjadi momentum memperlihatkan kuatnya persaudaraan dan gotong royong antarorganisasi keagamaan.

Muhammadiyah Jawa Timur mengambil bagian dalam menyukseskan Muktamar ke-35  NU yang akan berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, 27–31 Agustus 2026.

Dukungan itu diwujudkan secara konkret melalui pendirian posko, penyediaan konsumsi, layanan kesehatan, ambulans, hingga pengerahan personel keamanan.

Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur Prof. Dr. dr. Sukadiono, MM mengatakan, dukungan tersebut merupakan bentuk nyata persaudaraan Muhammadiyah dan NU.

“Muhammadiyah dan NU itu bersaudara. Karena itu, ketika NU memiliki hajat besar, Muhammadiyah juga ikut memberikan dukungan secara totalitas,” ujar Sukadiono saat menghadiri launching Posko Muhammadiyah di Pasar Ngrawan, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang, Senin (24/8/2026).

Posko Muhammadiyah itu diluncurkan bersama peresmian Posko Ramah Muktamirin MWCNU Tembelang dan Posko Bamag Jombang.

Peluncuran dilakukan oleh Bupati Jombang Warsubi bersama Ketua Panitia Lokal (Panlok) Muktamar ke-35 NU KH Abdurrozaq Sholeh.

Muhammadiyah Siapkan Ribuan Porsi Makanan

Dukungan Muhammadiyah tidak berhenti pada simbol solidaritas. Sejumlah fasilitas dan bantuan disiapkan untuk membantu muktamirin maupun masyarakat yang datang ke Jombang selama pelaksanaan Muktamar.

PWM Jawa Timur menyiapkan 10.000 porsi bakso dan 10.000 butir telur gratis, serta layanan kesehatan dan dukungan ambulans.

Dalam skema layanan kesehatan, Muhammadiyah juga menugaskan 10 rumah sakit Muhammadiyah dan Aisyiyah untuk membantu para peserta Muktamar.

“Kami juga mendukung dengan 10 ribu porsi bakso dan telur gratis untuk para muktamirin,” kata Sukadiono.

Dia menjelaskan, dukungan tersebut merupakan tindak lanjut instruksi Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah bersama PWM dan PDM se-Jawa Timur.

“Sesuai instruksi dari Ketua Umum PP Muhammadiyah, PWM Muhammadiyah, dan PD Muhammadiyah se-Jawa Timur, kami menugaskan 10 rumah sakit Muhammadiyah dan Aisyiyah untuk membantu para muktamirin agar kesehatannya terjaga,” ujarnya.

Di Jombang sendiri, terdapat tiga rumah sakit Muhammadiyah yang disiapkan untuk memberikan dukungan layanan kesehatan.

Selain jaringan rumah sakit, Muhammadiyah juga menyiagakan ambulans untuk mengantisipasi kebutuhan medis selama Muktamar berlangsung. Dukungan pengamanan turut diberikan melalui pengerahan ratusan personel Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Kokam).

Dukungan tersebut tidak hanya berasal dari Muhammadiyah Jombang. Sejumlah Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) di sekitar Jombang ikut bergerak, antara lain dari Mojokerto, Sidoarjo, Nganjuk, Blitar, Madiun, dan Lamongan.

Sukadiono menegaskan, keterlibatan Muhammadiyah dalam Muktamar NU bukan sekadar formalitas. Muhammadiyah ingin memastikan agenda besar tersebut dapat berlangsung aman, nyaman, dan lancar.

“Pimpinan dan seluruh warga Muhammadiyah berharap Muktamar NU ke-35 di Jombang berjalan aman, lancar dan menghasilkan keputusan-keputusan terbaik bagi NU, umat, bangsa dan negara,” katanya.

Menurut dia, Muktamar NU merupakan hajat besar yang memiliki arti penting bagi kehidupan umat dan bangsa. Karena itu, dukungan lintas organisasi menjadi bagian dari semangat menjaga persaudaraan sekaligus memperkuat kontribusi organisasi keagamaan bagi masyarakat.

SMPM 5 Pucang SBY

NU Punya Hajat, Muhammadiyah Bergerak: Posko Dibuka, Ribuan Makanan dan Layanan Kesehatan Disiagakan
Prof. Sukadiono (dua dari kiri) aat menghadiri launching Posko Muhammadiyah di Pasar Ngrawan, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang. Foto: Istimewa

Lima Posko Ramah Muktamirin di Tembelang

Semangat gotong royong juga terlihat dari berdirinya lima Posko Ramah Muktamirin di Kecamatan Tembelang. Kelima posko tersebut berada di Ngledok, Masjid Ar-Rahmat, Pasar Ngrawan, MWCNU Tembelang, dan Masjid Nurul Iman Bedahlawak.

Bupati Jombang Warsubi mengapresiasi keberadaan posko tersebut. Menurutnya, posko menjadi bukti antusiasme masyarakat dalam menyambut ribuan muktamirin yang akan datang dari berbagai daerah.

“Kami menyambut baik berdirinya Posko Ramah Muktamirin di Kecamatan Tembelang. Warga Jombang sangat bergembira menyambut Muktamar ke-35 NU yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas,” ujar Warsubi.

Pemkab Jombang, kata dia, telah melakukan persiapan selama sekitar 50 hari bersama Panitia Lokal Muktamar. Persiapan mencakup jalan, penerangan, publikasi, toilet, kebersihan, keamanan hingga layanan kesehatan.

Pemkab juga menggandeng rumah sakit dan puskesmas untuk memastikan kebutuhan kesehatan para muktamirin terpenuhi.

Bahkan, Pemkab Jombang mengubah Peraturan Bupati terkait layanan Jamkesmaskin agar dapat dimanfaatkan masyarakat dari luar daerah yang berada di Jombang selama pelaksanaan Muktamar.

“Kami mengubah Perbup. Biasanya Jamkesmaskin hanya diperuntukkan bagi warga Jombang. Dengan adanya event nasional ini, seluruh masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia yang berada di Jombang dapat berobat secara gratis di Kabupaten Jombang dan ter-cover Jamkesmaskin,” jelas Warsubi.

Panlok: Posko Membantu Meringankan Beban Panitia

Ketua Panlok Muktamar ke-35 NU KH Abdurrozaq Sholeh mengapresiasi berbagai posko yang dibangun masyarakat, termasuk dukungan Muhammadiyah.

Menurutnya, keberadaan posko membantu panitia melayani muktamirin yang datang dari berbagai penjuru Indonesia.

“Adanya posko ini meringankan beban Panlok Muktamar ke-35 NU. Saya yakin, dengan adanya posko ini Muktamar ke-35 NU akan berjalan sesuai dengan yang kita harapkan,” ungkap Gus Rozaq.

Dia juga menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Jombang yang sejak awal memberikan dukungan penuh terhadap persiapan Muktamar.

Kolaborasi tersebut memperlihatkan bahwa penyelenggaraan Muktamar tidak hanya menjadi tanggung jawab panitia. Pemerintah, masyarakat, organisasi keagamaan, serta berbagai elemen lainnya ikut mengambil peran.

Termasuk Muhammadiyah yang memilih hadir bukan sebagai penonton, melainkan ikut menyediakan makanan, layanan kesehatan, ambulans, posko, dan personel pendukung.

Muktamar ke-35 NU akan berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada 27–31 Agustus 2026.

Dukungan Muhammadiyah menjadi salah satu wajah penting dari persiapan Muktamar: ketika NU punya hajat, Muhammadiyah bergerak. Bukan sekadar dengan ucapan, tetapi melalui kerja nyata untuk melayani umat. (*)

Revisi Oleh:
  • Agus Wahyudi - 25/08/2026 21:53
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu