Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Outing Class Heritage Bandar Grisse, Cara Spemutu Hadirkan Pembelajaran yang Bermakna

Iklan Landscape Smamda
Outing Class Heritage Bandar Grisse, Cara Spemutu Hadirkan Pembelajaran yang Bermakna
Beberapa siswa SMP Muhammadiyah 1 Gresik di lantai atas bus Wisata Heritage Bandar Grisse dalam kegiatan outing class (Farah/PWMU.CO)
pwmu.co -

SMP Muhammadiyah 1 Gresik (Spemutu) terus menghadirkan pembelajaran yang inovatif dan kontekstual melalui kegiatan outing class. Sebanyak 109 murid kelas VIII mengikuti pembelajaran di luar kelas dengan menaiki Bus Pariwisata Heritage Bandar Grisse, Kamis (6/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 07.00 hingga 10.00 WIB ini merupakan kolaborasi pembelajaran Bahasa Indonesia pada materi Teks Laporan Hasil Observasi (LHO).

Melalui kegiatan tersebut, para murid diajak menyusuri kawasan heritage di Kota Gresik untuk melakukan pengamatan secara langsung terhadap berbagai objek bersejarah. Hasil pengamatan kemudian dicatat dan didokumentasikan sebagai bahan penyusunan teks laporan hasil observasi sesuai struktur dan kaidah kebahasaan yang telah dipelajari di kelas.

Outing class ini dipandu oleh guru Bahasa Indonesia kelas VIII, yaitu Sulistyaningsih, M.Pd., Anita Erliansa, S.S., dan Beny Firmansyah, S.Pd. Ketiganya membimbing murid dalam mengidentifikasi objek, mengumpulkan data, membedakan fakta dan opini, hingga menyusun laporan hasil observasi yang objektif dan sistematis.

Implementasi Pembelajaran Mendalam

Kepala Urusan Kurikulum SMP Muhammadiyah 1 Gresik, Tri Wahyuningsih, S.Pd., mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan implementasi pembelajaran mendalam (deep learning) yang menghubungkan teori dengan pengalaman nyata di lapangan.

“Melalui outing class Heritage Bandar Grisse ini, murid tidak hanya mempelajari struktur dan kaidah teks laporan hasil observasi, tetapi juga mengalami sendiri proses mengamati objek, mengumpulkan data, mencatat fakta, hingga menyusun laporan berdasarkan hasil pengamatan. Pengalaman belajar seperti ini menjadikan pembelajaran lebih bermakna, meningkatkan rasa ingin tahu, serta mengasah kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi, dan literasi murid,” jelas Tri.

Ia berharap kegiatan semacam ini dapat terus dikembangkan sebagai bagian dari pembelajaran yang kontekstual dan menyenangkan di Spemutu.

SMPM 5 Pucang SBY

Salah satu peserta, Abdan Khoiri Tsabit, mengaku sangat menikmati proses pembelajaran di luar kelas tersebut.

“Belajar menggunakan Bus Heritage Bandar Grisse memberikan pengalaman yang berbeda. Kami tidak hanya mendengarkan penjelasan guru, tetapi juga melihat langsung objek yang diamati sehingga lebih mudah memahami materi teks laporan hasil observasi,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Alya Azwa. Menurutnya, pembelajaran di luar kelas membuat suasana belajar menjadi lebih menyenangkan sekaligus menambah wawasan tentang sejarah Kota Gresik.

“Saya senang bisa belajar langsung di tempat bersejarah. Kami mendapatkan banyak informasi baru yang nantinya akan kami tuliskan menjadi teks laporan hasil observasi. Kegiatan seperti ini membuat belajar terasa lebih seru dan tidak membosankan,” ungkap Alya.

Melalui kegiatan outing class ini, SMP Muhammadiyah 1 Gresik kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pembelajaran yang aktif, bermakna, dan berpusat pada pengalaman nyata murid. Dengan mengintegrasikan materi pembelajaran dengan lingkungan sekitar, Spemutu berharap kemampuan literasi, berpikir kritis, observasi, serta keterampilan menulis murid semakin berkembang sehingga mampu menghasilkan karya yang berkualitas berdasarkan hasil pengamatan langsung. (*)

Revisi Oleh:
  • Amanat Solikah - 08/08/2026 19:51
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu