Sekolah Dasar Muhammadiyah Plus Taman Siswa (SDMP Tamsis) Kota Mojokerto menggelar Sosialisasi Program Sekolah dan Parenting, Sabtu (18/7/2026).
Kegiatan yang berlangsung di aula sekolah, Jalan Taman Siswa Nomor 25, Kota Mojokerto, tersebut diikuti wali murid siswa kelas II hingga VI. Hadir pula Ketua Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen PNF) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Mojokerto.
Dalam seminar parenting tersebut, SDMP Tamsis menghadirkan Dr. Mulyana, S.Pd., M.Si., trainer nasional sekaligus Wakil Dewan Pendidikan Kota Surabaya. Pria yang akrab disapa Pak Mul itu menyampaikan materi bertema “Sekolah Unggul Anak Berbakat”.
Menurutnya, sekolah unggul bukan hanya dilihat dari hasil akhir, tetapi juga dari proses yang dijalankan.
“Sekolah unggul yang sebenarnya adalah sekolah yang mengutamakan best process karena guru adalah agen perubahan,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa anak sebaiknya masuk sekolah dasar pada usia yang tepat.
“Untuk masuk SD, sebaiknya anak berusia lebih dari enam hingga tujuh tahun. Jangan kurang dari enam tahun,” katanya.
Pak Mul menjelaskan, sekolah unggul memiliki sejumlah indikator. Di antaranya gedung sekolah yang futuristik, jumlah siswa yang memadai, lingkungan yang bersih, indah, dan nyaman, serta sarana dan prasarana yang lengkap.
Selain itu, keunggulan sekolah juga dapat dilihat dari prestasi sekolah, guru, dan siswa. Sekolah unggul juga memiliki program bahasa, digitalisasi, pengembangan keberbakatan, serta kerja sama yang baik dengan komite sekolah.
“Sekolah unggul memiliki program bahasa, digitalisasi, dan keberbakatan, serta kerja sama yang baik dengan komite sekolah,” tuturnya.
Deteksi Bakat Anak Sejak Dini
Dalam seminar tersebut, Pak Mul menekankan pentingnya mendeteksi keberbakatan anak sejak dini. Menurutnya, setiap anak memiliki potensi dan jenis kecerdasan yang berbeda.
Pertama, bakat intelektual umum. Kemampuan ini mencakup berbagai fungsi kognitif, seperti penalaran abstrak, pemecahan masalah, dan kemampuan menyerap informasi baru dengan cepat.
Kedua, bakat akademik spesifik. Bakat ini berkaitan dengan kemampuan luar biasa pada bidang akademik tertentu, seperti matematika, ilmu sosial, sains, atau bahasa.
Ketiga, kemampuan berpikir kreatif atau produktif. Anak dengan kemampuan ini mampu menghadirkan cara-cara baru dalam memahami dan menyelesaikan masalah.
Keempat, bakat kepemimpinan. Anak dengan bakat ini memiliki kemampuan membimbing teman sebaya, menyelesaikan konflik, dan memimpin suatu kegiatan atau proyek.
Kelima, kecerdasan majemuk. Pak Mul menjelaskan bahwa kecerdasan majemuk meliputi kecerdasan bahasa, gerak, interpersonal, musik, visual, angka, intrapersonal, dan naturalis.
Selain itu, terdapat pula bakat kecerdasan olahraga yang ditandai dengan kemampuan mengoordinasikan anggota tubuh serta energi tinggi untuk melakukan aktivitas fisik.
“Anak berbakat biasanya mandiri dan menyukai tantangan. Karena itu, berilah anak tantangan atau stimulasi,” jelasnya.
Menurutnya, anak berbakat juga cenderung berani menghadapi kesulitan. Oleh karena itu, orang tua perlu memberikan stimulasi yang sesuai dengan potensi dan karakter anak.
Pada akhir penyampaian materi, Pak Mul berpesan kepada para wali murid agar melakukan observasi dan pengamatan sebelum memilih sekolah untuk anak.
“Dalam memilih sekolah, orang tua perlu melakukan observasi dan pengamatan agar tidak salah memilih. Jika orang tua salah memilih sekolah, maka kerugiannya bisa besar,” tandasnya.
Melalui kegiatan Sosialisasi Program Sekolah dan Parenting ini, SDMP Tamsis terus meneguhkan komitmennya sebagai competitive school yang mencetak generasi berkarakter Islami, menguasai teknologi melalui sekolah digital, berbudaya lingkungan, dan berprestasi global.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai program unggulan yang dirancang untuk mengembangkan potensi, karakter, dan keberbakatan setiap siswa. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments