Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

PAUD ABA Percontohan Bojonegoro Perkuat Manajemen Lembaga melalui Training Guru

Iklan Landscape Smamda
PAUD ABA Percontohan Bojonegoro Perkuat Manajemen Lembaga melalui Training Guru
Foto bersama dewan guru dan narasumber training PAUD ABA Percontohan Bojonegoro (Pita Khoirunisa/PWMU.CO)
pwmu.co -

Sebanyak 24 guru PAUD ABA Percontohan Bojonegoro mengikuti Training Guru bertema Manajemen Lembaga di mushala sekolah, Jalan Dr. Sutomo Nomor 59, Kepatihan, Bojonegoro, Senin (22/6/2026). Pelatihan tersebut diikuti guru dari unit Daycare, Kelompok Bermain (KB), hingga TK ABA Percontohan.

Kegiatan dilaksanakan pada masa libur peserta didik sebagai bagian dari penguatan kompetensi guru dan pengelolaan lembaga. Pelatihan menghadirkan Konsultan Pendidikan PAUD ABA Percontohan, Muhammad Yahya, sebagai narasumber utama.

Dalam pemaparannya, Muhammad Yahya menyampaikan bahwa pengelolaan lembaga pendidikan anak usia dini perlu ditopang oleh empat pilar manajemen, yakni administrasi, pembelajaran, organisasi, serta personalia atau sumber daya manusia.

“Empat manajemen tersebut meliputi manajemen administrasi, manajemen pembelajaran, manajemen organisasi, dan manajemen personalia atau sumber daya manusia,” jelasnya.

Ia menerangkan bahwa manajemen administrasi mencakup manajemen kantor dan manajemen kelas. Sementara itu, manajemen pembelajaran meliputi penyusunan modul ajar, pelaksanaan pembelajaran, hingga penilaian peserta didik.

Muhammad Yahya juga menjelaskan bahwa manajemen organisasi mencakup enam unsur, yaitu nilai, norma, standar operasional prosedur (SOP), tugas pokok dan fungsi (tupoksi), tata tertib, serta uraian tugas (job description). Menurutnya, setiap aturan organisasi perlu disusun secara jelas, dipahami, dan dijalankan oleh seluruh guru.

“Pelanggaran terhadap aturan akan melemahkan lembaga. Semua guru wajib menjalankan aturan yang telah ditetapkan oleh persyarikatan,” tegasnya.

Dalam materi kedisiplinan, ia menjelaskan mekanisme tata tertib guru yang meliputi teguran lisan tahap pertama dan kedua hingga Surat Peringatan (SP) 1 dan SP 2. Teguran lisan tersebut disertai catatan anekdot guru yang dapat digunakan sebagai bahan evaluasi oleh kepala sekolah.

Muhammad Yahya mengibaratkan organisasi sebagai sepeda motor yang setiap komponennya saling terhubung. Ia menyampaikan bahwa persoalan pada satu bagian dapat memengaruhi bagian lain sehingga seluruh unsur organisasi perlu berjalan secara selaras.

SMPM 5 Pucang SBY

“Jika satu komponen bermasalah, maka akan mengganggu komponen lainnya. Organisasi itu saling berkaitan, saling membutuhkan, dan harus berjalan seiring sejalan,” ujarnya.

Selain manajemen organisasi, ia menekankan pentingnya menjaga kesehatan rohani dan intelektual guru. Menurutnya, guru perlu terus memperbarui pengetahuan, membangun pola pikir positif, kreatif, serta memiliki kemampuan memecahkan persoalan dalam menghadapi perkembangan pendidikan.

“Jadilah orang yang futuristik, bukan yang terjebak pada masa lalu,” pesannya.

Sementara itu, Kepala PAUD ABA Percontohan Bojonegoro, Dwi Anjarwati, menyampaikan bahwa masa libur peserta didik dapat dimanfaatkan guru untuk meningkatkan kompetensi dan memperbarui pengetahuan.

“Ketika anak libur, inilah saatnya guru meng-upgrade ilmu baru agar mampu menjawab tantangan zaman,” ujarnya.

Ia berharap pelatihan tersebut dapat mendukung peningkatan profesionalisme guru serta kualitas pengelolaan PAUD ABA Percontohan Bojonegoro secara berkelanjutan.

Kegiatan ditutup dengan sesi refleksi dan foto bersama antara guru serta narasumber. (*)

Revisi Oleh:
  • Tanwirul Huda - 24/06/2026 16:22
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu