Iklan SDM 4 Mudipat 2026

PCIM Mesir Kembangkan Sekolah dan Tiga Amal Usaha, Ini Pesan PP Muhammadiyah

Iklan Smamda Sidoarjo 2026
PCIM Mesir Kembangkan Sekolah dan Tiga Amal Usaha, Ini Pesan PP Muhammadiyah
Wakil Ketua I PCIM Mesir Muhammad Aslam Islami bersama Ketua PP Muhammadiyah Prof. Syafiq A. Mughni. Foto: PP Muhammadiyah
pwmu.co -

Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Mesir merencanakan pembangunan SD Muhammadiyah Mesir dan pengembangan gedung TK Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA). Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah mendukung rencana tersebut, dengan menekankan pentingnya perencanaan matang agar lembaga pendidikan dapat berkelanjutan.

Rencana itu disampaikan Wakil Ketua I PCIM Mesir Muhammad Aslam Islami dalam kunjungan ke Kantor PP Muhammadiyah di Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (13/10/2026).

Pertemuan tersebut membahas perkembangan organisasi, pengembangan amal usaha, pembinaan mahasiswa Indonesia, serta perluasan dakwah Muhammadiyah di Mesir.

Aslam menjelaskan, kepengurusan baru PCIM Mesir telah berjalan sekitar dua setengah bulan. Dalam periode awal ini, pengurus mulai menyiapkan sejumlah program strategis, terutama pengembangan lembaga pendidikan dan penguatan kemandirian organisasi.

“Kami membicarakan banyak proyek besar, di antaranya pembangunan SD Muhammadiyah Mesir dan pembangunan gedung resmi untuk TK ABA,” ujar Aslam.

Gagasan pembangunan SD Muhammadiyah Mesir, menurut Aslam, berawal dari permintaan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kairo melalui Atase Pendidikan. Muhammadiyah dinilai memiliki kapasitas untuk mengelola amal usaha pendidikan di luar negeri.

Rencana tersebut menjadi salah satu upaya PCIM Mesir memperluas kiprah Muhammadiyah, khususnya dalam bidang pendidikan bagi masyarakat Indonesia di Mesir.

Ketua PP Muhammadiyah Prof. Syafiq A. Mughni mengapresiasi perkembangan organisasi dan berbagai inisiatif PCIM Mesir.

Namun, ia mengingatkan bahwa pembangunan lembaga pendidikan harus mempertimbangkan kebutuhan, kemampuan pengelolaan, dan keberlanjutan operasionalnya.

“Rencana itu sangat bagus, tetapi memang harus kita perhitungkan dengan matang, terutama terkait keberlanjutan (sustainability) lembaga tersebut, sehingga nantinya dapat berkembang dengan baik,” jelas Syafiq.

Menurut dia, pengembangan pendidikan dasar menjadi kebutuhan yang perlu diperhatikan seiring dengan meningkatnya jumlah diaspora Indonesia di Mesir. Karena itu, perencanaan pembangunan perlu disertai perhitungan jangka panjang agar lembaga yang didirikan mampu terus beroperasi dan berkembang.

Tiga Amal Usaha untuk Menopang Kemandirian

Selain mengembangkan pendidikan, PCIM Mesir mengelola tiga amal usaha, yakni MD Inn di bidang penginapan, MD Travel & Tour di bidang perjalanan wisata, serta MD Catering di bidang penyediaan konsumsi.

Ketiga usaha tersebut diharapkan dapat menopang kegiatan organisasi sekaligus memberikan layanan bagi masyarakat Indonesia yang berkunjung ke Mesir.

Iklan SMPM 5 Surabaya 2026

Penguatan amal usaha menjadi bagian penting dari pengembangan organisasi. Dengan dukungan sumber daya yang memadai, PCIM Mesir diharapkan dapat menjalankan program pembinaan kader dan dakwah secara lebih berkelanjutan.

Dalam pertemuan itu, PCIM Mesir juga menyampaikan perkembangan program beasiswa Universitas Al-Azhar bagi mahasiswa Indonesia. Pengurus meminta arahan PP Muhammadiyah mengenai mekanisme pemantauan dan pembinaan mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di Mesir.

Syafiq mendukung upaya pembinaan tersebut, termasuk pendampingan mahasiswa melalui amal usaha Muhammadiyah di Indonesia maupun PCIM Mesir.

Ia berpesan agar mahasiswa Muhammadiyah memanfaatkan kesempatan belajar di Mesir untuk memperdalam ilmu dan meningkatkan prestasi akademik. Bekal tersebut diharapkan menjadi modal pengabdian setelah mereka kembali ke Tanah Air.

“Raih ilmu sebanyak-banyaknya, supaya nanti pulang kembali ke Indonesia bisa mengabdi lewat Persyarikatan Muhammadiyah,” pesannya.

Perkembangan Tapak Suci di Mesir turut menjadi perhatian dalam pertemuan tersebut. Syafiq mengapresiasi antusiasme masyarakat setempat yang mengikuti latihan bela diri Tapak Suci secara rutin.

Menurut dia, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi sarana olahraga dan pembinaan fisik, tetapi juga membuka ruang interaksi Muhammadiyah dengan masyarakat Mesir.

“Banyak masyarakat Mesir yang berminat mengikuti kelompok Tapak Suci ini, dan mereka mengadakan latihan secara rutin. Ini merupakan salah satu media dakwah yang sangat efektif bagi Muhammadiyah di sana,” tuturnya.

Ke depan, PCIM Mesir berharap dapat merealisasikan program-program prioritas, mulai dari pengembangan fasilitas pendidikan hingga penambahan gedung untuk menampung kader yang terus bertambah.

PCIM Mesir juga merencanakan penguatan kolaborasi dengan perguruan tinggi di Indonesia melalui berbagai kegiatan, termasuk program Kuliah Kerja Nyata (KKN).

Berbagai rencana tersebut menjadi bagian dari ikhtiar PCIM Mesir mengembangkan pendidikan, memperkuat kemandirian organisasi, serta memperluas dakwah Muhammadiyah di tingkat internasional. (*)

Revisi Oleh:
  • Agus Wahyudi - 14/10/2026 20:21
SD Kreatif
Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu