Iklan SDM 4 Mudipat 2026

PDM Kabupaten Pasuruan Tekankan Estafet Kader Muhammadiyah dalam LKP Hizbul Wathan

Iklan Smamda Sidoarjo 2026
PDM Kabupaten Pasuruan Tekankan Estafet Kader Muhammadiyah dalam LKP Hizbul Wathan
Wawancara khusus dengan Bendahara PDM Pasuruan Drs. Mahbub Djunaidi, M.Si usai membuka kegiatan LKP (Zulkifli/PWMU.CO)
Oleh : Zulkifli
pwmu.co -

Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Pasuruan menekankan pentingnya kaderisasi berjenjang untuk menjaga keberlanjutan kepemimpinan Muhammadiyah. Pesan tersebut disampaikan Bendahara PDM Kabupaten Pasuruan, Drs. Mahbub Djunaidi, saat membuka Latihan Kepemimpinan Penghela (LKP) yang diselenggarakan Kwartir Daerah Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan (GKHW) Pasuruan.

Kegiatan perkemahan tersebut berlangsung pada Jumat–Ahad, 9–11 Oktober 2026, di kawasan Taman Rollas Hotel dan Resort Kebun Teh Wonosari, Lawang, Kabupaten Malang. Pesertanya merupakan pelajar SMA/SMK Muhammadiyah dari Kabupaten Pasuruan, Kota Pasuruan, hingga Sidoarjo.

Dalam amanat pembukaan, Mahbub berharap seluruh peserta dan panitia senantiasa diberikan kesehatan, perlindungan, serta hidayah oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala selama mengikuti kegiatan.

Ia menjelaskan bahwa LKP menjadi kesempatan bagi peserta untuk meningkatkan kemampuan kepemimpinan, baik dalam mengatur diri sendiri maupun memimpin orang lain.

“Karena tujuan kalian ke sini adalah berlatih memimpin diri sendiri dan mengatur orang lain, naik tingkat dari pengenal menuju penghela. Pergaulan kalian selama tiga hari di sini akan mengenalkan kalian pada Muhammadiyah, organisasi, dan Hizbul Wathan,” ujar Mahbub di hadapan peserta.

Ia juga mengingatkan peserta agar senantiasa menghayati tiga janji dan sepuluh undang-undang Hizbul Wathan sebagai pedoman dalam mengikuti gerakan kepanduan tersebut.

Mahbub hadir mewakili Ketua PDM Kabupaten Pasuruan yang berhalangan hadir karena harus mendampingi putranya ke Malang. Dalam kesempatan itu, ia mengapresiasi terselenggaranya LKP yang diikuti pelajar dari sejumlah sekolah Muhammadiyah di wilayah Pasuruan dan Sidoarjo.

Menurutnya, kaderisasi yang berjenjang, mulai dari tingkat Pengenal hingga Penghela dalam Hizbul Wathan, penting untuk menyiapkan penerus kepemimpinan organisasi. Proses tersebut juga menjadi upaya mencegah terjadinya kekosongan kader yang siap melanjutkan perjuangan Persyarikatan.

“Muhammadiyah itu membutuhkan kader dan penerus-penerus yang handal. Kalau ada kepengurusan yang tiba-tiba duduk di pimpinan tanpa melewati proses pengkaderan sebelumnya, tentu kita khawatir. Maka melalui SMA dan SMK Muhammadiyah, pengkaderan ini diluruskan sejak dini,” tegas Mahbub.

Ia menambahkan, materi kepemimpinan yang diberikan selama kegiatan diharapkan dapat mempersiapkan peserta untuk melanjutkan estafet kepemimpinan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah. Dengan demikian, Persyarikatan dapat terus berkembang dan mempertahankan semangat berkemajuan pada abad kedua.

Iklan SMPM 5 Surabaya 2026

Dalam wawancara dengan wartawan PWMU.CO setelah pembukaan kegiatan, Mahbub menyoroti pentingnya keberlanjutan sistem kaderisasi di lingkungan sekolah Muhammadiyah. Menurutnya, pembinaan kader perlu dilaksanakan secara konsisten agar proses regenerasi kepemimpinan tidak terputus.

Ia menyebutkan, LKP kali ini diikuti sekitar 70 peserta dari sejumlah sekolah, termasuk SMK Muhammadiyah 1 Pandaan serta sekolah-sekolah dari Kota Pasuruan dan Sidoarjo.

Mahbub juga mengingatkan agar persoalan pendanaan tidak menjadi penghalang bagi penyelenggaraan kegiatan kepanduan. Menurutnya, gerakan perlu didukung komitmen dan konsistensi lembaga pendidikan agar kegiatan kaderisasi dapat berjalan secara mandiri.

“Namanya gerakan, kita menyelenggarakan kegiatan secara mandiri. Bagaimana caranya agar hambatan klasik seperti dana ini bisa diatasi dengan komitmen dan konsistensi lembaga pendidikan,” ujarnya.

Sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan Hizbul Wathan di sekolah, Mahbub mengungkapkan bahwa pada awal kepengurusan, PDM Kabupaten Pasuruan memprogramkan pengadaan atribut HW secara luas bagi sekolah-sekolah.

Ia juga berpesan kepada peserta agar tetap bersemangat dalam berdakwah, tidak mudah lelah dalam berorganisasi, serta mengikhlaskan diri untuk berkontribusi bagi Persyarikatan.

“Berjasalah dan jangan minta jasa. Insya Allah ketika kalian berjasa, orang akan menghormatimu,” pesan Mahbub menutup wawancara.

Melalui LKP, proses pembinaan kepemimpinan diharapkan tidak berhenti pada kegiatan perkemahan. Pengalaman berorganisasi, kedisiplinan, dan nilai-nilai kepanduan yang diperoleh peserta diharapkan menjadi bekal untuk berkontribusi di lingkungan sekolah maupun dalam gerakan Muhammadiyah.

Revisi Oleh:
  • Satria - 14/10/2026 20:17
SD Kreatif
Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu