Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

PDA Se-Wilker Bojonegoro Perkuat Gerakan Pengelolaan Sampah Berbasis Komunitas

Iklan Landscape Smamda
PDA Se-Wilker Bojonegoro Perkuat Gerakan Pengelolaan Sampah Berbasis Komunitas
Foto bersama setelah pembukaan. (Uswah/PWMU.CO)
pwmu.co -

Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) se-Wilayah Kerja (Wilker) Bojonegoro yang meliputi Bojonegoro, Tuban, dan Lamongan menggelar pertemuan bersama di Gedung Dakwah Muhammadiyah Bojonegoro, Sabtu (6/6/2026).

Mengusung tema “Pengelolaan Sampah Berbasis Komunitas”, kegiatan ini menjadi wadah silaturahmi, berbagi praktik baik, sekaligus memperkuat peran ‘Aisyiyah dalam menjawab persoalan lingkungan di tengah masyarakat.

Ketua PDA Bojonegoro, Yuliatin Lailiyah, selaku tuan rumah menyampaikan bahwa program MAPAK (Emak-emak Berdampak) yang dijalankan PDA Bojonegoro memiliki keterkaitan erat dengan gerakan ekoteologi. Menurutnya, menjaga dan merawat lingkungan merupakan bagian dari implementasi nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari.

Ia menegaskan bahwa persoalan sampah tidak hanya berkaitan dengan aspek teknis pengelolaan, tetapi juga menjadi tanggung jawab moral dan spiritual manusia sebagai khalifah di muka bumi.

Sementara itu, Koordinator PDA se-Wilker Bojonegoro, Kustiani Tutik Subandiyah, mengingatkan bahwa Indonesia saat ini tengah menghadapi berbagai tantangan dan krisis multidimensi. Karena itu, kader ‘Aisyiyah dituntut untuk terus belajar, memperluas wawasan, dan senantiasa menumbuhkan rasa syukur dalam setiap keadaan.

Dalam kesempatan tersebut, ia mengajak seluruh peserta untuk menerapkan filosofi 3S, yaitu Sareh, Sumeh, dan Sumeleh. Sareh bermakna tenang, sabar, adem, dan matang dalam berpikir sebelum bertindak. Sumeh berarti ramah, murah senyum, serta menampilkan sikap yang menyenangkan dalam berinteraksi dengan sesama. Adapun Sumeleh mengandung makna tulus, ikhlas, berserah diri kepada Allah SWT, serta tetap tenang dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Jawa Timur, Nelly Asnifati, yang juga menjadi pendamping PDA se-Wilker Bojonegoro, menegaskan bahwa pertemuan Wilker merupakan sarana strategis untuk saling berbagi pengalaman, belajar dari praktik-praktik baik, serta memperkuat sinergi antar daerah.

SMPM 5 Pucang SBY

Menurutnya, tema pengelolaan sampah berbasis komunitas sangat relevan dengan kondisi saat ini. Persoalan sampah semakin kompleks, sementara kesadaran masyarakat dan sistem pengelolaannya masih memerlukan penguatan.

“Program sedekah sampah maupun program daur ulang yang dilaksanakan di sekolah dan Amal Usaha ‘Aisyiyah, kemudian bermitra dengan bank sampah atau pengelola daur ulang, merupakan langkah yang menghadirkan keberkahan sekaligus manfaat bagi lingkungan,” ujarnya.

Nelly menambahkan bahwa berbagai upaya pelestarian lingkungan yang dilakukan saat ini merupakan investasi berharga bagi generasi mendatang. Langkah-langkah sederhana yang dijalankan secara konsisten akan menjadi warisan penting bagi anak cucu di masa depan.

Pertemuan PDA se-Wilker Bojonegoro tersebut menghasilkan penguatan komitmen bersama untuk terus mengembangkan gerakan lingkungan berbasis komunitas, memperluas edukasi pengelolaan sampah, serta menjadikan nilai-nilai keislaman sebagai landasan dalam menjaga kelestarian alam. (*)

Revisi Oleh:
  • Nadjib Hamid - 07/06/2026 05:33
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu