Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 33 Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) menggelar sosialisasi penggunaan Teknologi Tepat Guna (TTG) sekaligus menyerahkan mesin pencacah sampah “SADAYA” (Sistem Daur Ulang Berdaya Guna) kepada warga RT 3 RW 5, Kelurahan Kalisari, Surabaya, Sabtu (25/7/2026).
Kegiatan yang berlangsung di halaman Mushala Al Hidayah, Kalisari Timur, ini menjadi salah satu program unggulan KKN dalam mendukung pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Program tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah melalui pemanfaatan teknologi tepat guna yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Kegiatan diawali dengan pembukaan dan sambutan dari sejumlah pihak, kemudian dilanjutkan pemaparan materi mengenai pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Pada kesempatan tersebut, mahasiswa KKN memperkenalkan mesin pencacah sampah SADAYA, sebuah inovasi yang dirancang untuk membantu masyarakat mengolah sampah organik maupun nonorganik secara lebih efektif.
Melalui mesin tersebut, sampah organik dapat diolah menjadi bahan baku kompos, sedangkan sampah nonorganik dicacah agar lebih mudah dipilah dan didaur ulang sehingga memiliki nilai ekonomis yang lebih tinggi.
Mesin Pencacah Sampah
Selain mengenalkan inovasi tersebut, tim KKN juga memberikan pelatihan mengenai cara penggunaan mesin. Materi yang disampaikan meliputi fungsi setiap komponen, prosedur pengoperasian yang benar, standar keselamatan kerja, hingga perawatan rutin agar mesin tetap berfungsi optimal dan memiliki usia pakai yang lebih panjang.
Peserta juga berkesempatan mengikuti demonstrasi penggunaan mesin secara langsung. Mereka menyaksikan proses pencacahan sampah sekaligus berdiskusi mengenai penerapan teknologi tersebut dalam pengelolaan sampah di lingkungan sekitar.
Sebagai bentuk keberlanjutan program, mahasiswa KKN Kelompok 33 Universitas Muhammadiyah Surabaya menyerahkan secara simbolis mesin pencacah sampah SADAYA kepada Ketua RT 3 Kelurahan Kalisari, Edi Kuntoro. Mesin tersebut selanjutnya akan dikelola dan dimanfaatkan oleh warga RT 3 RW 5 sebagai sarana pengolahan sampah berbasis komunitas.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Kelompok 33, Lukman Hakim, menyampaikan bahwa program ini tidak hanya berfokus pada penyerahan alat, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat agar mampu mengelola sampah secara mandiri.
“Teknologi akan memberikan manfaat apabila mampu digunakan dan dirawat oleh masyarakat. Karena itu, kami tidak hanya menyerahkan mesin, tetapi juga memberikan pendampingan agar warga memahami cara mengoperasikan, merawat, dan mengembangkan pengelolaan sampah secara berkelanjutan. Harapannya, program ini dapat menjadi langkah awal menuju lingkungan yang lebih bersih sekaligus memiliki nilai ekonomi,” ujarnya.
Kegiatan ini diikuti oleh 34 peserta yang terdiri atas Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Ketua RT 3 Edi Kuntoro, Bhabinkamtibmas Polsek Mulyorejo, 19 mahasiswa KKN Kelompok 33 Universitas Muhammadiyah Surabaya, tujuh anggota Kader Surabaya Hebat (KSH), serta lima anggota Karang Taruna.
Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung, terutama saat sesi demonstrasi dan diskusi mengenai pengoperasian mesin serta peluang pengembangan pengelolaan sampah di tingkat masyarakat.
Melalui program ini, KKN Kelompok 33 Universitas Muhammadiyah Surabaya berharap warga RT 3 RW 5 Kelurahan Kalisari dapat memanfaatkan mesin SADAYA secara optimal untuk mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA), meningkatkan budaya memilah sampah sejak dari rumah, sekaligus membuka peluang pemanfaatan sampah yang bernilai ekonomi.
Program sosialisasi dan penyerahan mesin SADAYA menjadi salah satu bentuk nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat. Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah setempat, aparat keamanan, dan warga diharapkan mampu mewujudkan sistem pengelolaan sampah yang lebih modern, mandiri, dan berkelanjutan, serta menjadi contoh bagi lingkungan lainnya. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments