SMP Muhammadiyah Boarding School (MBS) Prof Hamka Kota Madiun bekerja sama dengan Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Fakultas Bahasa, Seni, dan Budaya Universitas Negeri Yogyakarta (FBSB UNY) menggelar Pelatihan Penulisan Kreatif, Sabtu (18/7/2026). Kegiatan ini menjadi ikhtiar bersama untuk menumbuhkan budaya literasi sekaligus menyiapkan bibit-bibit penulis muda sejak usia sekolah.
Bertempat di Gedung Bakorwil Madiun, pelatihan diikuti 63 peserta dari 12 SMP swasta. SMP MBS Prof Hamka juga mengundang siswa SD dan MI Muhammadiyah dari Kota Madiun, Kabupaten Madiun, hingga Kabupaten Ngawi sebagai bagian dari penguatan jejaring pendidikan sekaligus memperkenalkan komitmen sekolah dalam membangun budaya literasi melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi.
Kepala SMP MBS Prof Hamka Kota Madiun, Imron Waffdurahman, mengatakan pelatihan ini menjadi ruang bagi pelajar untuk mengembangkan kemampuan literasi sekaligus menumbuhkan keberanian berkarya melalui tulisan.
“Melalui pelatihan ini kami ingin memberikan ruang bagi para siswa untuk belajar langsung, sehingga kemampuan menulis, kreativitas, dan budaya literasi dapat terus berkembang,” ujarnya.
Menurut Imron, kegiatan tersebut bukan hanya menjadi sarana belajar menulis, tetapi juga memperkenalkan komitmen SMP MBS Prof Hamka dalam membangun budaya literasi melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi.
Karena itu, sekolah mengundang berbagai SMP swasta serta SD dan MI Muhammadiyah agar manfaat kegiatan dapat dirasakan lebih luas sekaligus mempererat sinergi antarlembaga pendidikan.
Ia berharap pelatihan ini menjadi langkah awal lahirnya karya-karya terbaik para peserta sekaligus memperkuat budaya literasi di lingkungan sekolah.
“Program ini merupakan komitmen dari SMP MBS Prof Hamka untuk meningkatkan kemampuan literasi siswa,” bebernya.
Pengawas SMP Dinas Pendidikan Kota Madiun, Endang Lilik, mengapresiasi terselenggaranya pelatihan tersebut.
Menurutnya, kegiatan literasi seperti ini merupakan salah satu upaya nyata meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus memperbaiki capaian rapor pendidikan.
“Dalam rangka meningkatkan kualitas sekolah, khususnya di bidang literasi dan rapor pendidikan, kegiatan seperti ini sangat penting,” jelas Endang.
Ia juga mengajak seluruh peserta mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh karena dibimbing langsung oleh tim dari Universitas Negeri Yogyakarta.
“Jangan ragu dan jangan bimbang. Semua narasumber yang hadir merupakan tim dari UNY, salah satu universitas terbaik di Indonesia. Semoga ilmu yang diperoleh membawa manfaat bagi kita semua,” tambahnya.
Guru Besar Universitas Negeri Yogyakarta, Anwar Efendi, menegaskan bahwa dunia akademik harus berjalan seiring dengan ruang kreativitas, salah satunya melalui kegiatan menulis.
“Di samping akademik, harus ada ruang kreatif. Kehidupan bergerak sangat cepat sehingga aktivitas kreatif, salah satunya menulis, menjadi sangat penting. Harapannya akan lahir penulis-penulis besar di masa depan,” ungkapnya.
Sebagai bentuk apresiasi, karya terbaik peserta akan dibukukan sehingga dapat menjadi dokumentasi sekaligus kebanggaan bagi para penulis maupun sekolah asal mereka.
“Nanti tulisan-tulisan yang berhasil akan kita bukukan. Setiap penulis akan memperoleh buku tersebut sebagai bentuk pengabadian karya. Buku itu juga dapat menjadi kebanggaan bagi sekolah masing-masing. Kami juga akan mencari momentum untuk melaksanakan peluncuran buku tersebut agar karya adik-adik menjadi penyemangat bagi banyak orang,” jelasnya.
Anwar berharap pelatihan tersebut menjadi wadah lahirnya generasi penulis yang kelak mampu memberi kontribusi bagi bangsa.
“Kami ingin memfasilitasi bibit-bibit penulis muda. Mudah-mudahan dari kegiatan ini lahir penulis hebat, guru besar, akademisi, maupun tokoh-tokoh yang memberikan manfaat bagi bangsa,” katanya.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang pelatihan.
Hamdan Husain dari MI Muhammadiyah Dolopo mengaku semakin termotivasi untuk terus berkarya setelah mengikuti kegiatan tersebut.
“Pelatihannya seru sekali. Kebetulan saya sudah memiliki dua buku antologi. Setelah mengikuti pelatihan ini saya mendapat banyak ilmu baru, jadi semakin semangat untuk terus menulis dan menghasilkan karya-karya berikutnya,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Mozanie Yuan dari SMP Santo Bernadus.
Menurutnya, materi yang disampaikan mudah dipahami dan menghadirkan pemateri yang kompeten sehingga membuat peserta semakin percaya diri untuk menulis.
“Luar biasa. Saya merasa kegiatan pelatihan penulisan kreatif untuk siswa semacam ini memberikan dampak positif. Apalagi penjelasannya mudah dipahami, ada kelompok diskusi, sampai nanti karya kami selesai dan diluncurkan,” tuturnya.
“Banyak wawasan baru yang saya dapatkan. Sekarang saya jadi lebih semangat dan percaya diri untuk menulis serta menghasilkan karya sendiri,” pungkasnya.
Melalui pelatihan ini diharapkan budaya literasi di kalangan pelajar semakin berkembang, sekaligus melahirkan generasi muda yang tidak hanya gemar membaca, tetapi juga mampu menghasilkan karya tulis yang bermanfaat bagi masyarakat.





0 Tanggapan
Empty Comments