Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Pengajian Ahad Pagi PDM Gresik Kupas Lima Keteladanan Nabi Ibrahim AS

Iklan Landscape Smamda
Pengajian Ahad Pagi PDM Gresik Kupas Lima Keteladanan Nabi Ibrahim AS
Pengajian Ahad Pagi PDM Gresik : Teladan Besar dari Kisah Nabi Ibrahim – Bapak Para Nabi
pwmu.co -

engajian Ahad Pagi yang digelar Majelis Tabligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Gresik pada Ahad (7/6/2026) mengangkat tema keteladanan Nabi Ibrahim AS sebagai sosok yang mengorbankan jiwa, raga, dan hartanya dalam perjuangan dakwah.

Kajian yang bertepatan dengan 21 Zulhijah 1447 H itu berlangsung di Gedung Dakwah Muhammadiyah Gresik, Jalan Permata Nomor 07 Graha Bunder Asri (GBA), Kebomas, Gresik. Materi disampaikan oleh Ahmad Masduqi Lc. MA., dosen Universitas Muhammadiyah Surabaya sekaligus Mudir Ma’had Umar bin Al Khattab Surabaya.

Dalam pemaparannya, Ahmad Masduqi menjelaskan bahwa Nabi Ibrahim AS merupakan salah satu nabi yang memiliki kedudukan istimewa dalam Islam. Nama beliau diabadikan menjadi salah satu surah dalam Al-Qur’an dan disebut sebanyak 69 kali dalam 24 surah. Selain itu, Nabi Ibrahim juga dikenal sebagai Bapak Para Nabi karena 19 dari 25 nabi yang dikenal dalam Islam merupakan keturunannya.

Semangat Mencari Kebenaran

Keteladanan pertama yang disampaikan adalah semangat tinggi Nabi Ibrahim AS dalam mencari kebenaran. Meski tumbuh di lingkungan penyembah berhala dan merupakan putra seorang pembuat patung, Nabi Ibrahim tidak menerima begitu saja keyakinan yang berkembang di sekitarnya.

“Meski Nabi Ibrahim seorang anak yang dibesarkan oleh ayah yang bekerja sebagai pematung berhala, namun makin dewasa ia tidak percaya begitu saja pada patung-patung yang disembah,” ujar Ahmad Masduqi.

Menurutnya, rasa ingin tahu yang besar mendorong Nabi Ibrahim untuk terus berpikir dan mencari hakikat ketuhanan hingga akhirnya menemukan Allah SWT sebagai Tuhan yang sebenarnya.

Mengedepankan Rasionalitas

Teladan kedua adalah penggunaan akal dan rasionalitas dalam mencari kebenaran. Ahmad Masduqi menjelaskan bahwa Nabi Ibrahim mempertanyakan berbagai hal yang dianggap sebagai tuhan oleh masyarakat pada masanya.

“Ibrahim adalah sosok yang rasional dalam mencari kebenaran. Saat mencari dan mengenal Tuhan, ia sempat bertanya-tanya apakah Tuhannya adalah matahari, bulan, atau alam semesta ini? Ia tidak meyakini berhala-berhala yang dibuat ayahnya sebagai Tuhan. Karena, baginya hal tersebut tidak masuk akal. Benda mati tidak bisa berbuat apa pun dan tidak bisa menguasai dirinya,” imbuhnya.

Melalui proses pencarian tersebut, Allah SWT kemudian memberikan petunjuk kepada Nabi Ibrahim untuk mengenal Sang Pencipta alam semesta.

Sabar Menghadapi Berbagai Ujian

Keteladanan berikutnya adalah kesabaran dalam menghadapi ujian kehidupan. Ahmad Masduqi menuturkan bahwa Nabi Ibrahim berkali-kali mendapatkan ujian, mulai dari penolakan ayahnya terhadap ajaran tauhid hingga penantian panjang untuk memperoleh keturunan.

SMPM 5 Pucang SBY

Namun, kesabaran tersebut membuahkan hasil. Nabi Ibrahim kemudian dikaruniai dua istri, yakni Siti Sarah dan Siti Hajar, yang melahirkan generasi penerus yang saleh dan melanjutkan perjuangan dakwah.

Mengabdikan Diri di Jalan Kebenaran

Setelah menemukan kebenaran, Nabi Ibrahim tidak berhenti pada keyakinan pribadi. Ia aktif mengajak masyarakat menuju jalan yang benar dan berusaha menghadirkan kehidupan yang adil serta sejahtera bagi lingkungannya.

Ahmad Masduqi mengutip doa Nabi Ibrahim yang diabadikan dalam Al-Qur’an:

“Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berdoa, ‘Ya Tuhanku, jadikanlah (negeri Mekah) ini negeri yang aman dan berilah rezeki berupa buah-buahan kepada penduduknya, yaitu di antara mereka yang beriman kepada Allah dan hari kemudian,’ Dia (Allah) berfirman, ‘Dan kepada orang yang kafir akan Aku beri kesenangan sementara, kemudian akan Aku paksa dia ke dalam azab neraka dan itulah seburuk-buruk tempat kembali.’” (QS. Al Baqarah: 126).

Menempatkan Allah di Atas Segalanya

Teladan terakhir yang disampaikan adalah menempatkan Allah SWT sebagai tujuan utama kehidupan. Menurut Ahmad Masduqi, keteguhan iman Nabi Ibrahim terlihat dari kesediaannya melaksanakan perintah Allah SWT, termasuk ketika diperintahkan mengurbankan putranya, Nabi Ismail AS.

Peristiwa tersebut menjadi bukti ketakwaan yang luar biasa dari Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Kecintaan kepada keluarga dan dunia tidak boleh mengalahkan kecintaan kepada Allah SWT.

Di akhir kajian, Ahmad Masduqi mengajak jamaah untuk menjadikan kisah Nabi Ibrahim sebagai inspirasi dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, keteladanan Nabi Ibrahim tetap relevan hingga saat ini karena mengajarkan nilai iman, ketaatan, pengorbanan, serta tanggung jawab sebagai orang tua dan pemimpin umat.

Revisi Oleh:
  • Satria - 07/06/2026 21:21
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu