Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Pengajian Keluarga Sakinah Bahas Konsep Qur’anic Parenting untuk Membangun Keluarga Terpilih

Iklan Landscape Smamda
Pengajian Keluarga Sakinah Bahas Konsep Qur’anic Parenting untuk Membangun Keluarga Terpilih
Suhadi Fadjaray menyampaikan tausiah di Pengajian Keluarga Sakinah. (Fikri/PWMU.CO)
Oleh : Fikri Fachrudin
pwmu.co -

Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Krembangan menggelar Pengajian Keluarga Sakinah di SMP Muhammadiyah 11 Surabaya, Ahad (5/7/2026). Kajian bulanan tersebut mengangkat tema “Qur’anic Parenthinking: Menjadi Orang Tua Terpilih, Bukan Tersisih” dengan menghadirkan pakar parenting sekaligus konsultan pendidikan, Ustaz Suhadi Fadjaray, sebagai pemateri.

Mengawali kajian, Suhadi mengajak para peserta membangun kebiasaan memaafkan, terutama dalam hubungan antara orang tua dan anak. Menurutnya, sikap tersebut merupakan bagian dari ajaran Al-Qur’an sebagaimana termuat dalam Surah Ali Imran ayat 134.

Dalam pemaparannya, ia menjelaskan makna Surah Ali Imran ayat 33 yang menyebut Nabi Adam, Nabi Nuh, keluarga Ibrahim, dan keluarga Imran sebagai pihak yang dipilih Allah.

Menurutnya, terdapat perbedaan antara individu yang saleh dan keluarga yang saleh. Nabi Adam dan Nabi Nuh merupakan hamba Allah yang terpilih, namun keduanya menghadapi persoalan dalam keluarganya. Sebaliknya, keluarga Nabi Ibrahim dan keluarga Imran menjadi contoh keluarga yang secara kolektif mendapatkan kemuliaan karena seluruh anggotanya menjaga keimanan dan ketaatan kepada Allah.

“Dalam keluarga, tidak perlu khawatir bila ada masalah. Selama bertauhid dan mendidik anak sesuai perintah Allah, semua akan baik-baik saja,” ujar penulis buku Harmoni Cinta Madrasah Keluarga tersebut.

Suhadi juga mengajak peserta meneladani perjuangan Nabi Ibrahim dan Siti Hajar dalam membangun keluarga. Menurutnya, keteguhan, ikhtiar, dan prasangka baik kepada Allah menjadi teladan penting bagi orang tua dalam mendidik anak, terutama ketika menghadapi berbagai tantangan kehidupan. Ia kemudian mengutip doa Nabi Ibrahim dalam Surah Ibrahim ayat 37 sebagai gambaran harapan orang tua agar keturunannya tetap menegakkan salat dan memperoleh keberkahan dari Allah.

Pentingnya Pembiasaan kepada Anak

Dalam kesempatan itu, Suhadi meluruskan anggapan sebagian orang yang menjadikan kisah Nabi Adam dan Nabi Nuh sebagai alasan untuk menyerah dalam mendidik anak.

SMPM 5 Pucang SBY

“Anggapan itu salah besar. Kesungguhan mendidik anak baru berakhir ketika orang tua atau anak telah meninggal dunia,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya membiasakan anak, khususnya anak laki-laki, melaksanakan salat Subuh berjamaah di masjid sebagai bagian dari pembentukan karakter. Menurutnya, keluarga terpilih bukanlah keluarga yang tampak sempurna tanpa masalah, melainkan keluarga yang terus berusaha taat kepada Allah dalam setiap keadaan.

Menutup kajian, Suhadi mengajak jamaah memperbanyak sedekah sebagai salah satu ikhtiar mengharap perlindungan Allah dari berbagai musibah. Ia juga mengutip Surah Ath-Thur ayat 21 yang menjelaskan bahwa Allah akan mempertemukan orang-orang beriman dengan keturunannya di surga apabila mereka sama-sama menjaga keimanan.

Melalui kajian tersebut, peserta diharapkan semakin memahami konsep Qur’anic Parenting sebagai landasan membangun keluarga yang sakinah, menanamkan nilai-nilai keimanan kepada anak, serta menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman utama dalam mendidik generasi penerus. (*)

Revisi Oleh:
  • Amanat Solikah - 05/07/2026 17:04
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu