Iklan SDM 4 Mudipat 2026

Penghafal Al-Qur’an, Dimuliakan hingga ke Liang Lahat

Iklan Smamda Sidoarjo 2026
Penghafal Al-Qur’an, Dimuliakan hingga ke Liang Lahat
Foto: studioarabiya.com
BANNER RSI AISYIYAH MALANG
Oleh : Ferry Is Mirza Jurnalis Senior dan Aktivis Muhammadiyah

Menghafal Bukan Sekadar Menyimpan Ayat

Ada hal yang perlu direnungkan. Apakah kemuliaan penghafal Al-Qur’an hanya terletak pada banyaknya ayat yang mampu diingat?

Tentu tidak. Menghafal Al-Qur’an merupakan keutamaan, tetapi tujuan akhirnya adalah menghadirkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan.

Seseorang mungkin mampu melafalkan banyak ayat dengan lancar. Namun, hafalan itu semestinya juga membimbing lisannya agar tidak menyakiti orang lain, menjaga tangannya dari perbuatan zalim, serta menggerakkan hatinya untuk peduli kepada sesama.

Al-Qur’an tidak hanya ingin didengar melalui lantunan suara yang merdu. Pesan-pesannya juga harus terlihat dalam perilaku.

Karena itu, kedudukan penghafal Al-Qur’an harus dipahami bersama tanggung jawab untuk menjaga, memahami, dan mengamalkan kandungannya.

Allah SWT berfirman: “Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya orang-orang yang mempunyai pikiran mendapat pelajaran.” (QS. Shad: 29)

Ayat tersebut menegaskan bahwa Al-Qur’an diturunkan bukan hanya untuk dibaca, melainkan juga untuk ditadaburi dan dijadikan pedoman kehidupan.

Menghormati Ahlul Qur’an

Pelajaran lain dari hadis tersebut adalah pentingnya menghormati orang-orang yang memiliki kedekatan dengan Al-Qur’an atau ahlul Qur’an.

Iklan SMPM 5 Surabaya 2026

Penghormatan itu tidak harus diwujudkan melalui penghargaan besar atau seremoni khusus.

Dalam kehidupan sehari-hari, kita dapat memulainya dengan menghargai para penghafal Al-Qur’an, memberikan kesempatan kepada mereka untuk mengajarkan ilmu, serta mendukung tumbuhnya generasi yang mencintai kitab suci.

Namun, penghormatan tersebut juga harus disertai pemahaman bahwa kemuliaan Al-Qur’an tidak boleh dijadikan alat untuk menyombongkan diri.

Orang yang menghafal Al-Qur’an justru dituntut semakin rendah hati. Sebab, semakin banyak ayat yang dihafalkan, semakin besar pula tanggung jawab untuk menjaga akhlak dan perilakunya.

Allah SWT berfirman: “Demikianlah (perintah Allah). Dan barang siapa mengagungkan syiar-syiar Allah, maka sesungguhnya hal itu timbul dari ketakwaan hati.” (QS. Al-Hajj: 32)

Menghormati Al-Qur’an dan orang-orang yang menjaganya merupakan bagian dari pengagungan terhadap syiar Allah.

Akan tetapi, penghormatan itu harus tetap berada dalam koridor ketakwaan, bukan berubah menjadi pengkultusan manusia.

Revisi Oleh:
  • Agus Wahyudi - 02/11/2026 14:25
SD Kreatif
Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu