Tim Program Studi Agribisnis Universitas Muhammadiyah Yogyakarta terus memperluas kontribusi globalnya dalam bidang pertanian berkelanjutan. Kali ini, mereka memperkenalkan kearifan lokal pertanian Indonesia kepada komunitas di Prefektur Gifu.
Melalui workshop bertajuk Enhancing Sustainable Agriculture Literacy through Indonesian Local Wisdom, UMY membagikan pengetahuan tentang sistem mina padi dan konsep pertanian terpadu. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemanfaatan sumber daya lokal secara ramah lingkungan.
Workshop tersebut diselenggarakan bekerja sama dengan Gifu Gaikokujin Support Center. Materi disampaikan secara interaktif melalui presentasi dan diskusi, sehingga mendorong partisipasi aktif para peserta.
Ketua tim pengabdian, Triyono, menjelaskan bahwa pendekatan pertanian Indonesia bersifat holistik, tidak hanya berorientasi pada hasil produksi, tetapi juga menjaga keseimbangan lingkungan.
“Pendekatan berbasis kearifan lokal mampu menjadi solusi adaptif terhadap tantangan perubahan iklim. Selain itu, metode ini juga memperkuat ketahanan pangan masyarakat,” ujarnya.
Salah satu materi yang paling menarik perhatian peserta adalah sistem mina padi, yaitu metode integrasi antara budidaya padi dan ikan dalam satu lahan.
Metode ini dinilai efisien karena mampu mengurangi penggunaan pestisida kimia, sekaligus memberikan nilai tambah ekonomi melalui hasil panen ikan.
Para peserta mengakui bahwa konsep integrasi seperti ini masih jarang diterapkan di Jepang, sehingga membuka wawasan baru dalam pengelolaan pertanian berkelanjutan.
Diskusi dalam workshop juga berkembang pada peluang adaptasi konsep pertanian terpadu Indonesia di Jepang, terutama pada skala komunitas.
Peserta menilai pendekatan ini berpotensi menjadi solusi inovatif untuk mendukung keberlanjutan sektor pertanian di tengah tantangan global.
Triyono berharap kegiatan ini menjadi awal dari kolaborasi yang lebih luas antara Indonesia dan Jepang, khususnya dalam pertukaran pengetahuan dan inovasi pertanian.
“Kerja sama lintas negara sangat penting untuk menghadapi tantangan global seperti perubahan iklim,” pungkasnya.





0 Tanggapan
Empty Comments