“Have a dream, be the best, do your best.” Pesan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., ini menjadi inspirasi bagi siswa jurnalistik SMA Muhammadiyah 1 Taman (Smamita).
Pesan tersebut mengajak generasi muda untuk berani bermimpi, terus mengembangkan diri, dan memberikan yang terbaik dalam meraih masa depan. Momen istimewa ini hadir dalam kegiatan Tasyakuran dan Stadium General SD Muhammadiyah 1 dan 2 Taman (SD Mumtaz), Senin (12/10/2026).
Dalam kegiatan tersebut, dua siswa jurnalistik Smamita, Vabian Razka Akbar Kurniawan dari Excellent Class XI-3 dan Kania Azkadina Fadhilah dari International Class X-5A, berkesempatan meliput acara sekaligus mengabadikan momen bersama tokoh pendidikan nasional tersebut.
Kania memanfaatkan kesempatan itu untuk berbincang langsung dengan Abdul Mu’ti. Ia meminta pesan khusus yang dapat memotivasi seluruh siswa Smamita dalam menempuh pendidikan dan memperjuangkan cita-cita.
Abdul Mu’ti kemudian menuliskan pesan dalam bahasa Inggris yang sederhana, tetapi sarat makna.
“Have a dream, be the best, do your best. It’s not about how good you are now, but how good you want to be.”
Artinya, milikilah mimpi, jadilah yang terbaik, dan lakukan yang terbaik. Bukan tentang seberapa baik dirimu saat ini, melainkan seberapa baik dirimu ingin berkembang.


Pesan tersebut menegaskan bahwa keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan seseorang saat ini. Kemauan untuk terus belajar, keberanian menghadapi tantangan, dan kesungguhan memperbaiki diri juga berperan penting dalam meraih masa depan.
Bagi siswa Smamita, pesan itu menjadi pengingat agar tidak minder dengan keterbatasan yang dimiliki saat ini. Setiap orang memiliki kesempatan untuk berkembang melalui proses belajar dan usaha yang konsisten.
Gugup, Bangga, dan Mendapatkan Inspirasi Langsung
Bagi Kania, kesempatan berbincang dengan Mendikdasmen RI bukan sekadar bagian dari tugas jurnalistik. Pengalaman tersebut menjadi momen membanggakan sekaligus pelajaran berharga tentang keberanian berkomunikasi dan menggali inspirasi dari seorang tokoh nasional.
“Rasanya senang sekali dan bangga bisa mendapat kesempatan berbincang langsung dengan Pak Abdul Mu’ti. Awalnya saya merasa gugup, tetapi juga antusias karena bisa bertemu dan meminta pesan secara langsung kepada Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI,” ungkapnya seusai bertugas.
Kania mengaku pengalaman tersebut memberikan kesan mendalam. Ia tidak hanya berkesempatan mewawancarai seorang menteri, tetapi juga membawa pulang pesan yang relevan dengan perjalanannya sebagai pelajar.
“Ini pengalaman yang luar biasa bagi saya. Saya tidak hanya mendapat kesempatan untuk mewawancarai beliau, tetapi juga memperoleh pesan yang sangat memotivasi, bukan hanya untuk saya, melainkan juga untuk seluruh siswa Smamita. Pesan beliau membuat saya semakin semangat untuk berani bermimpi, terus belajar, dan melakukan yang terbaik,” tuturnya.
Menurut Kania, pesan Abdul Mu’ti mengajarkannya agar tidak menjadikan kemampuan saat ini sebagai batas dalam menentukan masa depan. Sebaliknya, setiap siswa perlu terus mengembangkan diri dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan.
“Menurut saya, kita tidak perlu minder dengan kemampuan kita sekarang. Yang penting, kita mau terus belajar, berkembang, dan berusaha menjadi lebih baik. Saya ingin teman-teman Smamita juga terus berani bermimpi dan berusaha mewujudkannya,” tambahnya.
Jurnalistik, Ruang Belajar dan Bertumbuh
Pengalaman Kania dan Vabian menunjukkan bahwa kegiatan jurnalistik di sekolah tidak hanya berkaitan dengan menulis berita, mengambil gambar, atau menyampaikan informasi kepada publik. Jurnalistik juga menjadi ruang belajar untuk membangun kepercayaan diri, mengasah keterampilan komunikasi, melatih kepekaan, dan memperluas wawasan melalui perjumpaan dengan berbagai tokoh.
Kesempatan bertemu langsung dengan Abdul Mu’ti memberikan pengalaman nyata bagi siswa untuk menggali informasi dan menangkap pesan penting dari sebuah peristiwa. Pengalaman ini sekaligus menghubungkan pembelajaran di sekolah dengan kehidupan nyata.
Pesan Abdul Mu’ti diharapkan menjadi penyemangat bagi seluruh keluarga besar Smamita untuk terus mengembangkan potensi, berani mengambil peluang, dan tidak berhenti memperbaiki diri.
Sebab, masa depan bukan hanya tentang siapa yang paling unggul hari ini, tetapi juga tentang siapa yang bersedia terus belajar dan bertumbuh.
Pesan sederhana Abdul Mu’ti kini menjadi inspirasi bagi siswa Smamita untuk berani bermimpi, terus berkembang, dan melakukan yang terbaik dalam menjemput masa depan. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments