Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Pra-Acara Jatim Historical Leadership Program Angkat Pentingnya Sejarah Tokoh Lokal

Iklan Landscape Smamda
Pra-Acara Jatim Historical Leadership Program Angkat Pentingnya Sejarah Tokoh Lokal
Pra-Acara Jatim Historical Leadership Program Angkat Pentingnya Sejarah Tokoh Lokal. Foto: Wildan/PWMU.CO
pwmu.co -

MPKSDI dan MPID PWM Jawa Timur menggelar workshop pra-acara Jatim Historical Leadership Program pada Senin (29/6/2026) secara daring melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini menjadi pembekalan bagi peserta sebelum mengikuti acara utama yang akan berlangsung pada 4–5 Juli 2026 di Smamda Surabaya.

Ketua Panitia, Teguh Imami, menjelaskan bahwa workshop Jatim Historical Leadership Program ini dirancang untuk mempersiapkan peserta agar memiliki bekal sebelum menjalani kegiatan lapangan.

“Sebanyak 45 peserta yang terpilih mengikuti kegiatan ini bukan hanya karena track record-nya, tetapi juga karena tekad mereka untuk hadir di Surabaya dan terjun langsung ke lapangan sebagai tindak lanjut dari program ini,” ujarnya.

Pada sesi pertama, Azrohal Hasan memaparkan pentingnya mendokumentasikan sejarah tokoh-tokoh Muhammadiyah di tingkat daerah. Menurut dosen Umsida tersebut, masih banyak tokoh lokal yang belum mendapatkan perhatian dalam penulisan sejarah.

“Kita masih kurang menggali informasi tentang tokoh-tokoh yang berjuang di setiap daerah. Selama ini kita terlalu banyak menyoroti tokoh-tokoh besar seperti KH Ahmad Dahlan dan KH Mas Mansur,” ungkapnya.

Azrohal menjelaskan bahwa penulisan sejarah harus diawali dengan pengumpulan sumber yang memadai. Sumber primer dapat berupa majalah sezaman, artefak, foto, dokumen, maupun buku harian tokoh yang diteliti. Selain itu, penulis juga dapat memanfaatkan sumber sekunder seperti buku dan surat kabar.

“Setelah sumber terkumpul, penulis perlu melakukan kritik sumber untuk menguji keaslian dan kredibilitasnya. Hal ini penting karena penulisan sejarah tokoh cenderung memiliki unsur subjektivitas,” jelasnya.

Ia menambahkan, tahapan berikutnya adalah interpretasi, yakni menarik kesimpulan dari berbagai sumber yang telah diverifikasi sebelum dituangkan dalam bentuk tulisan sejarah.

SMPM 5 Pucang SBY

Sementara itu, Ketua MPKSDI PWM Jawa Timur, Mohammad Rokib, menegaskan bahwa setiap daerah memiliki tokoh yang berperan besar dalam perkembangan dakwah Muhammadiyah.

“Kita tidak lagi membicarakan Soekarno, KH Mas Mansur, atau tokoh-tokoh besar lainnya, tetapi tokoh-tokoh lokal yang memberikan dampak nyata bagi Muhammadiyah di daerahnya masing-masing,” katanya.

Menurut Rokib, sosok-sosok seperti pengrajin mebel, petani, hingga pembuat gerabah yang mengabdikan diri dan memberikan kontribusi bagi Muhammadiyah juga layak diangkat menjadi bagian dari sejarah.

“Sosok ahli mebel, petani, atau pembuat gerabah, jika mengabdikan diri dan memberikan dampak bagi Muhammadiyah di bidang apa pun, harus digali kisahnya,” tuturnya.

Rokib menegaskan bahwa penggalian sejarah tokoh lokal menjadi langkah penting untuk memperkuat ingatan kolektif Muhammadiyah.

“Kita harus menggali tokoh-tokoh ini karena dari merekalah Muhammadiyah tumbuh dan berkembang. Sebagai bagian dari komunitas, kitalah yang berkewajiban memperkenalkan mereka kepada masyarakat luas, menuliskan perjuangannya, dan mengabadikan kisah hidupnya,” pungkasnya. (*)

Revisi Oleh:
  • Wildan Nanda Rahmatullah - 29/06/2026 20:19
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu