Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) STIT Muhammadiyah Bojonegoro menggelar sosialisasi dan pemaparan pengolahan sampah lingkungan di Balai Desa Gedongarum, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro, Rabu (5/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00–13.00 WIB ini diikuti sekitar 30 anggota PKK Desa Gedongarum. Melalui program bertajuk MAPAK (Emak-Emak Berdampak), peserta diajak memahami pentingnya pengelolaan sampah berbasis masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.
Program MAPAK merupakan singkatan dari Emak-Emak Berdampak. Nama tersebut dipilih karena kegiatan melibatkan para ibu sebagai penggerak utama perubahan di lingkungan keluarga dan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, ibu-ibu PKK diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan tentang pengelolaan sampah, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan yang membawa manfaat bagi lingkungan sekitar.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Desa Gedongarum, Purwanto, S.Pd., yang memberikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa KKN STIT Muhammadiyah Bojonegoro.
“Ibu-ibu yang hadir siang ini, alhamdulillah adik adik KKN mengadakan kegiatan yang manfaat untuk lingkungan kita, silahkan ikuti dan ambil ilmunya, semoga manfaat,” tuturnya.
Selain itu, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Aulia Singa Zanki, S.Pd., M.Si., juga hadir memberikan dukungan sekaligus arahan kepada para mahasiswa.
“Kegiatan ini di isi langsung oleh ahlinya, dan sudah berhasil membawa penghargaan terbaik untuk Bojonegoro”. paparnya
Sosialisasi menghadirkan narasumber Budi Santoso, M.Ling., yang membagikan pengalaman mengenai pengelolaan sampah berbasis komunitas.
Dalam pemaparannya, ia menjelaskan konsep MAPAK sebagai salah satu model pemberdayaan masyarakat.
” Mapak adalah program pengelolaan lingkungan berbasis komunitas, dengan sistem Arisan dan Nabung Sampah ” ungkapnya.
Kegiatan berlangsung interaktif dan mendapat antusiasme dari para peserta. Melalui sosialisasi ini, mahasiswa KKN berharap ibu-ibu PKK semakin termotivasi untuk menerapkan pengelolaan sampah di lingkungan masing-masing.
Program ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun budaya peduli lingkungan melalui peran aktif masyarakat, sehingga tercipta lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.





0 Tanggapan
Empty Comments