Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Siswa Spemdalas Belajar Pengolahan Sampah hingga Pengamatan Satwa di Science Camp

Iklan Landscape Smamda
Siswa Spemdalas Belajar Pengolahan Sampah hingga Pengamatan Satwa di Science Camp
Siswa SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB dalam kegiatan Science Camp di Hutan Cempaka, Prigen, Pasuruan, Kamis (24/9/2026). Foto: Fitri Wulandari.
pwmu.co -

Berbagai pengetahuan terkait pelestarian lingkungan diperoleh siswa SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB dalam kegiatan Science Camp di Hutan Cempaka, Prigen, Pasuruan, Rabu-Kamis (23-24/9/2026).

Pada hari kedua, Kamis (24/9/26), sejak pukul 08.00 siswa telah berbaris sesuai kelompok. Ada 8 kelompok putra dan 5 kelompok putri.

Tiap dua sampai tiga kelompok dipandu oleh seorang petugas pemandu dari Hutan Cempaka. Secara bergantian, mereka menuju ke pos-pos untuk menerima materi.

Terdapat empat pos, yaitu pengolahan sampah, pengamatan satwa, pengenalan kopi, dan herbarium.

Mengolah Sampah Berdasar Jenisnya

Pada pos pengolahan sampah, siswa dijelaskan materi pengolahan sampah organik dan nonorganik. Pemateri pos, Yusuf, menjelaskan bahwa cara pengolahan sampah dapat berdasarkan jenis sampahnya.

“Untuk sampah nonorganik, bisa dibuat menjadi ecobrik. Ecobrik dibuat dari sampah bungkus kemasan yang dipotong kecil-kecil kemudian dimasukkan ke dalam botol kemasan plastik, jelasnya.

Lebih lanjut Yusuf juga menjelaskan bahwa agar ecobrik kuat, potongan yang dimasukkan harus padat. “Jadi adik-adik bisa menggunakan kayu atau benda lain agar ecobrik padat. Nah, dalam jumlah banyak, ecobrik dapat menjadi bahan membuat bangunan atau kerajinan yang kuat dan bagus” imbuhnya.

Penjelasan Yusuf kemudian berlanjut pada pengolahan sampah organik. “Untuk sampah organik berupa daun-daun kering, sisa sayuran, jerami, dan kotoran ternak bisa kita buat menjadi kompos” terangnya.

Untuk membuatnya, lanjut Yusuf, bisa menampahkan starter berupa molase (limbah gula) dan EM4 (Effective Microorganisms 4).

“Kedua bahan ini kemudian ditambahkan air dalam takaran tertentu dan disiramkan di atas sampah organik untuk kemudian ditutup agar lembab” jelasnya.

Yusuf kemudian menambah penjelasan cara lain untuk menguraikan sampah organik, yaitu dengan budidaya maggot yang berasal dari lalat BSF (Black Soldier Fly).

Menurutnya cara ini relatif mudah dilakukan dan sangat produktif. Waktu menetas mulai dari telur hingga menjadi larva dan pupa dan dewasa sekitar 1 bulan. Maggot yang dipanen dapat dijadikan pakan binatang peliharan.

Pengamatan Hewan dan Tumbuhan

Pada pos pengamatan hewan, siswa dijelaskan berbagai burung yang ada di sekitar Hutan Cempaka.

Petugas pos, Wahid menjelaskan bahwa ada beberapa spesies endemik di lereng Gunung Arjuno tersebut.

“Beberapa spesies endemik adalah Takur Tulung Tumpuk, Cekakak Jawa, Elang Jawa, dan Cinenen Jawa” jelasnya.

SMPM 5 Pucang SBY

Untuk mengamati burung, disediakan teropong binocular yang dapat digunakan siswa untuk mengamati keberadaan burung untuk kemudian dicatat di lembar kerja yang disediakan.

Pada pos herbarium, siswa diajarkan materi terkait berbedaan janis tanaman. Setelah mendapatkan materi terkait jenis daun, akar, batang, dan bunga, siswa kemudian diminta untuk mengamati lingkungan sekitar.

Pada pengamatan ini beberapa kelompok mendapatkan tugas yang berbeda. Ada yang mengamati bunga kopi, jenis daun yang ada, atau jenis batang tanaman. Hasil pengamatan kemudian dicatat di lembar kerja.

Belajar Pengolahan Kopi

Pos yang menarik perhatian siswa adalah pos pengolahan kopi. Pada pos ini, pemandu pos, Ade, menjelaskan jenis kopi beserta alat-alat untuk mengolah kopi menjadi minuman.

Terdapat coffee grinder, kertas saringan V60, kettle, serta timbangan yang diperkenalkan kepada siswa.

“Ada yang penggemar kopi?” tanya Ade.

“Nah, selain jenis, cara pengolahan kopi juga menentukan cita rasa kopi. Adik-adik bisa melihat beberapa jenis kopi yang ada di meja ya. Nah, kita akan praktik untuk menyeduh kopi” tambah Ade.

Salah satu siswa kemudian praktik menghaluskan kopi dengan glinder, menambahkan air panas, dan menyaringnya. Beberapa siswa kemudian mencicipi hasil seduhan kopi tersebut.

Usai masuk ke empat pos, seluurh siswa kembali berkumpul untuk mendapatkan pengutan dan melengkapi lembar kerja.

Usai kegiatan, siswa kelas IX Digital Class Program (DTCP) Istanbul, M. Fakhri Fatihurrizqi menyampaikan kesan selama 2 hari mengikuti Science Camp.

“Kegiatannya asyik banged. Saya dapat menambah pengetahuan dan mengeksplorasi hal-hal baru. Selain itu, kebersamaan selama dua hari, apalagi menginap di tenda terasa sangat seru bagi kami. Kebesamaan yang kami lalui menajdi kenangan yang sungguh menyenangkan” ujarnya.

Hal senada disampaikan oleh siswa kelas IX Cordoba, Ahmad Hadziq Alkhawarizmi. Ia mengaku mendapatkan ilmu dan pengalaman yang sangat berharga.

“Senang sekali Spemdalas mengadakan Sciece Camp seperti ini. Kita bisa refresh sekaligus belajar hal baru dengan suasana yang berbeda. Kami juga bisa melatih kemandirian dan kekompakan tim. Sungguh pengalaman yang menyenangkan” jelasnya.

Revisi Oleh:
  • Danar Trivasya Fikri - 25/09/2026 23:32
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu