Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Program Sang Maestro Dorong Kader Dokumentasikan Sejarah Muhammadiyah

Iklan Landscape Smamda
Program Sang Maestro Dorong Kader Dokumentasikan Sejarah Muhammadiyah
Program Sang Maestro Dorong Kader Dokumentasikan Sejarah Muhammadiyah. Foto: Wildan/PWMU.CO
pwmu.co -

Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) bersama Majelis Pustaka, Informasi, dan Digitalisasi (MPID) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur menggelar Sang Maestro: Jatim Historical Leadership Program 2026 di SMA Muhammadiyah 2 (Smamda) Surabaya, Sabtu (4/7/2026).

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut bertujuan mendorong lahirnya penulis sejarah Muhammadiyah sekaligus mendokumentasikan kiprah para tokoh Muhammadiyah di berbagai daerah di Jawa Timur.

Acara dibuka oleh Ketua MPKSDI PWM Jawa Timur, Dr. Phil. M. Rokib, M.A., bersama Ketua MPID PWM Jawa Timur, Dr. Aribowo, M.S.

Dalam sambutannya, Rokib menegaskan bahwa penulisan sejarah Muhammadiyah merupakan bagian penting dari upaya menjaga memori kolektif Persyarikatan. Menurutnya, perjalanan dakwah Muhammadiyah di Jawa Timur tidak akan lengkap tanpa dokumentasi mengenai para tokoh yang berjuang di tingkat akar rumput.

“Sejarah Muhammadiyah juga penting untuk dituliskan. Kisah para tokoh di tingkat grassroot perlu didokumentasikan agar peran mereka dalam mendakwahkan Muhammadiyah dapat diketahui oleh generasi berikutnya,” ujarnya.

Ia menambahkan, sejarah Muhammadiyah tidak hanya dibangun oleh tokoh-tokoh besar di tingkat pusat, tetapi juga oleh kader-kader yang menggerakkan dakwah di tengah masyarakat.

“Kisah para tokoh di tingkat grassroot akan menunjukkan bahwa gerakan dakwah Muhammadiyah bukan hanya lahir dari kalangan elite, tetapi juga tumbuh dari masyarakat yang dekat dengan kehidupan umat,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua MPID PWM Jawa Timur, Aribowo, mengungkapkan bahwa semangat penulisan sejarah Muhammadiyah di Jawa Timur mendapat apresiasi dari Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

SMPM 5 Pucang SBY

“Beberapa minggu lalu Bu Wid, cicit Kiai Ahmad Dahlan, datang ke Jawa Timur. Beliau mengapresiasi semangat teman-teman di Jawa Timur dalam menulis sejarah dan menjadikan Jawa Timur sebagai tuan rumah pelatihan penulisan sejarah Muhammadiyah,” tuturnya.

Aribowo juga memberikan apresiasi kepada para peneliti sejarah Muhammadiyah di Jawa Timur yang sebagian besar masih berusia muda, tetapi telah menghasilkan banyak karya.

“Penulisan sejarah Muhammadiyah di Jawa Timur termasuk yang paling intens. Penggeraknya adalah anak-anak muda. Saya salut karena mereka konsisten menulis dan mengkaji berbagai peristiwa sejarah Muhammadiyah di Jawa Timur,” katanya.

Di akhir sambutannya, Aribowo mengajak seluruh peserta mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh agar ilmu yang diperoleh dapat diterapkan di daerah masing-masing.

“Saya berharap peserta mengikuti kegiatan ini dengan serius. Ilmu yang diperoleh bisa digunakan untuk mengembangkan penulisan sejarah Islam dan Muhammadiyah di daerah masing-masing. Catat setiap peristiwa penting, dokumentasikan, lalu serahkan kepada tim agar menjadi bagian dari sejarah Muhammadiyah, baik untuk masa lalu, masa kini, maupun masa depan,” pesannya.

Melalui Sang Maestro: Jatim Historical Leadership Program 2026, MPKSDI dan MPID PWM Jawa Timur berharap semakin banyak kader yang memiliki kemampuan meneliti dan menulis sejarah. Dengan demikian, jejak perjuangan para tokoh Muhammadiyah di berbagai daerah dapat terdokumentasi dengan baik dan menjadi inspirasi bagi generasi penerus Persyarikatan. (*)

Revisi Oleh:
  • Wildan Nanda Rahmatullah - 04/07/2026 10:45
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu