Rapat Pleno Rapat Kerja (Raker) Pondok Pesantren Muhammadiyah (PPM) An Nur Sidoarjo resmi dibuka pada Ahad (5/7/2026) di Aryana Hotel, Trawas, Mojokerto. Kegiatan yang berlangsung hingga 6 Juli 2026 ini menjadi momentum strategis dalam menyusun arah kebijakan dan pengembangan pesantren menuju lembaga pendidikan Islam yang unggul, modern, dan berkemajuan.
Rapat pleno dibuka oleh Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sidoarjo Bidang Kepesantrenan, Ustaz Imam Mahfudzi, S.Ag., M.Fil.I., yang memberikan arahan mengenai penguatan kelembagaan pesantren Muhammadiyah.
Kegiatan tersebut diikuti jajaran pimpinan pesantren, sekolah, guru, ustaz, ustazah, serta tenaga kependidikan di lingkungan PPM An Nur Sidoarjo.
Pembukaan rapat pleno juga dihadiri berbagai unsur pimpinan Persyarikatan Muhammadiyah yang selama ini mendukung pengembangan pesantren.
Tampak hadir jajaran Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sidoarjo, LP2M, PCM Tanggulangin, Majelis Dikdasmen dan PNF PCM Tanggulangin, serta Badan Pembina Pesantren (BPP) Ranting Penatarsewu, Tanggulangin.
Kehadiran seluruh unsur tersebut menunjukkan kuatnya sinergi dalam membangun Pondok Pesantren Muhammadiyah An Nur sebagai pusat kaderisasi umat sekaligus lembaga pendidikan Islam yang berkualitas.
Dalam arahannya, Ustaz Imam Mahfudzi menegaskan bahwa pesantren Muhammadiyah harus terus melakukan penguatan di berbagai sektor agar mampu menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan jati dirinya sebagai lembaga pendidikan Islam.
Ia menyampaikan tiga fokus utama yang perlu menjadi perhatian seluruh pesantren Muhammadiyah.
Pertama, penguatan organisasi. Menurutnya, organisasi yang kuat akan melahirkan tata kelola yang profesional, pembagian tugas yang jelas, serta budaya kerja yang sehat sehingga seluruh program dapat berjalan secara efektif dan berkelanjutan.
Kedua, penguatan sarana dan prasarana sekaligus penegasan keunggulan pesantren. Ia menilai setiap pesantren harus memiliki identitas dan keunggulan yang menjadi pembeda, baik dalam bidang tahfiz Al-Qur’an, pembelajaran bahasa asing, penguasaan ilmu keislaman, pembinaan karakter, maupun inovasi pendidikan.
“Pesantren harus memiliki keunggulan yang jelas sehingga masyarakat mengetahui nilai lebih yang dimiliki Pondok Pesantren Muhammadiyah,” pesannya di hadapan seluruh peserta rapat.
Ketiga, pengembangan sumber daya manusia (SDM). Menurutnya, kemajuan pesantren sangat ditentukan oleh kualitas pendidik, tenaga kependidikan, dan seluruh SDM yang terlibat di dalamnya.
Karena itu, peningkatan kompetensi, pembinaan karakter, serta penguatan semangat berkhidmat harus terus dilakukan secara berkelanjutan.
Arahan tersebut mendapat perhatian serius dari seluruh peserta rapat pleno. Selama dua hari, berbagai diskusi dan pemaparan program diharapkan menghasilkan program kerja yang realistis, terukur, dan mampu menjawab kebutuhan pengembangan pesantren.
Rapat pleno ini merupakan lanjutan dari rangkaian Pra Raker yang telah dilaksanakan sebelumnya. Seluruh hasil pembahasan dari masing-masing bidang disempurnakan menjadi program kerja yang akan menjadi pedoman pelaksanaan kegiatan pesantren selama satu tahun ke depan.
Melalui semangat kolaborasi dan dukungan penuh dari seluruh unsur Persyarikatan Muhammadiyah, PPM An Nur Sidoarjo optimistis mampu mewujudkan visi sebagai pesantren unggul yang melahirkan generasi Qurani, berakhlak mulia, berprestasi, serta siap menghadapi tantangan masa depan.





0 Tanggapan
Empty Comments