Suasana hangat dan penuh kekeluargaan sudah terasa sejak peserta tiba di lokasi Family Gathering XIV Kader Sang Surya di Sarangan, Magetan. Salah satu hal menarik yang menyita perhatian adalah hadirnya stan rujak dadakan di area registrasi. Di tempat ini, para peserta tidak hanya melakukan daftar ulang, tetapi juga menikmati pengalaman meracik rujak bersama.
Inisiatif kreatif tersebut dipelopori oleh ibu-ibu Pimpinan Daerah Aisyiyah Jember yang dimotori Mbak Sofie. Mereka menyiapkan seluruh perlengkapan, mulai dari aneka buah segar, bumbu rujak, hingga cobek dan ulekan untuk mengolah sambal secara tradisional.
Mbak Sofie mengatakan, ide tersebut sengaja dihadirkan agar peserta langsung merasakan suasana akrab sejak pertama datang.
“Kami ingin peserta tidak hanya registrasi lalu menunggu acara dimulai. Dengan meracik rujak bersama, mereka bisa saling berkenalan, bercanda, dan langsung merasakan suasana kekeluargaan,” ujarnya.
Yang membuat suasana semakin semarak, seluruh proses pembuatannya dilakukan secara gotong royong. Ada yang mengupas buah, memotong, meracik bumbu, hingga mengulek sambal rujak. Tawa dan canda mengiringi setiap proses, sehingga aktivitas sederhana itu berubah menjadi ruang silaturahmi yang hangat antarkader.
Salah seorang peserta mengaku terkesan dengan sambutan yang berbeda dari biasanya.
“Biasanya registrasi hanya antre lalu masuk kamar. Di sini kami langsung diajak berkumpul, bekerja sama membuat rujak, sehingga suasananya cair dan terasa seperti keluarga besar,” tuturnya.
Rujak yang diracik bersama kemudian dinikmati oleh seluruh peserta. Perpaduan rasa manis, pedas, asam, dan segar menjadi simbol keberagaman karakter kader Sang Surya yang bersatu dalam semangat persaudaraan. Sajian sederhana itu bukan hanya mengenyangkan, tetapi juga menghadirkan kenangan indah tentang kebersamaan.
Ketua Panitia, Suli Da’im, mengapresiasi kreativitas ibu-ibu Aisyiyah yang menghadirkan suasana berbeda pada Family Gathering tahun ini.
“Hal-hal sederhana seperti ini justru menjadi perekat kebersamaan. Kami ingin setiap peserta pulang bukan hanya membawa pengalaman mengikuti acara, tetapi juga membawa kenangan indah tentang hangatnya persaudaraan di Muhammadiyah,” katanya.
Pernik sederhana ini membuktikan bahwa kebersamaan tidak selalu dibangun melalui acara yang megah. Justru dari aktivitas sehari-hari yang dilakukan secara gotong royong lahir keakraban, kekompakan, dan semangat saling melayani. Nilai-nilai itulah yang terus dihidupkan dalam Family Gathering XIV Kader Sang Surya sebagai ikhtiar memperkuat ukhuwah, mempererat silaturahmi, dan menghadirkan kebahagiaan melalui hal-hal sederhana yang penuh makna. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments