Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Prof. Khozin Tekankan Dakwah, Kaderisasi, dan Inovasi dalam Raker SMA Muhammadiyah 1 Sumenep

Iklan Landscape Smamda
Prof. Khozin Tekankan Dakwah, Kaderisasi, dan Inovasi dalam Raker SMA Muhammadiyah 1 Sumenep
Prof. Khozin Tekankan Dakwah, Kaderisasi, dan Inovasi dalam Raker SMA Muhammadiyah 1 Sumenep (Ahmad Riadi/PWMU.CO)
pwmu.co -

Penguatan arah pengembangan sekolah Muhammadiyah menjadi salah satu fokus dalam Rapat Kerja (Raker) SMA Muhammadiyah 1 Sumenep yang digelar di Kota Batu pada 25–27 Juni 2026. Dalam kegiatan tersebut, Ketua Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen PNF) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, Prof. Khozin, memberikan pembekalan mengenai strategi membangun sekolah yang unggul melalui penguatan dakwah, kaderisasi, dan inovasi.

Raker yang diikuti seluruh guru dan karyawan SMA Muhammadiyah 1 Sumenep itu mengusung tema “Dengan Kerja Kolektif dan Penuh Keikhlasan, Kita Wujudkan Sekolah Unggul dalam Iman, Ilmu, dan Amal untuk Generasi Berkemajuan” dengan semangat “Islami, Bersinergi, Berprestasi.”

Dalam pemaparannya, Prof. Khozin menegaskan bahwa Muhammadiyah merupakan gerakan Islam, gerakan dakwah, dan gerakan tajdid yang berlandaskan Al-Qur’an dan As-Sunnah. Oleh karena itu, seluruh amal usaha Muhammadiyah, khususnya di bidang pendidikan, harus menjadi sarana dakwah sekaligus kaderisasi.

Menurutnya, sekolah Muhammadiyah tidak hanya bertugas mencerdaskan peserta didik, tetapi juga menyiapkan kader Persyarikatan yang mampu melanjutkan perjuangan Muhammadiyah di masa mendatang.

Guru, lanjutnya, memiliki posisi strategis sebagai penggerak, pembimbing, sekaligus mentor dalam proses kaderisasi. Karena itu, setiap kader diharapkan memiliki semangat bergerak, tergerak, dan menggerakkan lingkungan sekitarnya.

Prof. Khozin juga menekankan pentingnya memberikan ruang bagi organisasi otonom Muhammadiyah, seperti Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), Hizbul Wathan (HW), dan Tapak Suci, untuk berkembang melalui berbagai kegiatan sekolah sebagai bagian dari pembentukan karakter dan kepemimpinan peserta didik.

Selain itu, ia menjelaskan bahwa dakwah di lingkungan sekolah perlu dilakukan secara bijaksana dengan mempertimbangkan karakter masyarakat setempat. Dalam konteks Madura, menurutnya, pembiasaan kegiatan religius seperti zikir pagi, pembacaan Asmaul Husna, dan selawat dapat menjadi bagian dari penguatan karakter Islami tanpa meninggalkan prinsip pemurnian akidah dan ibadah sesuai tuntunan Al-Qur’an dan As-Sunnah.

“Tajdid tidak hanya dimaknai sebagai pemurnian, tetapi juga pembaruan. Karena itu, sekolah harus terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, sarana prasarana, kompetensi guru, hingga mendorong studi lanjut bagi tenaga pendidik,” ujarnya.

SMPM 5 Pucang SBY

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Khozin juga memaparkan teori peradaban yang menjelaskan bahwa setiap peradaban besar lahir karena mampu menjawab tantangan melalui kreativitas. Menurutnya, kemajuan selalu diawali oleh kelompok kecil yang kreatif (creative minority).

Prof. Khozin Tekankan Dakwah, Kaderisasi, dan Inovasi dalam Raker SMA Muhammadiyah 1 Sumenep
Prof. Khozin, memberikan penguatan visi dan strategi pengembangan sekolah dalam Rapat Kerja (Raker) SMA Muhammadiyah 1 Sumenep (Ahmad Riadi/PWMU.CO)

Ia mengatakan bahwa SMA Muhammadiyah 1 Sumenep perlu memiliki distingsi atau keunggulan yang menjadi pembeda dibandingkan sekolah lain. Dalam perspektif manajemen, sekolah didorong untuk membangun zona biru, yaitu ruang inovasi yang menghadirkan nilai tambah, bukan sekadar bersaing dengan lembaga pendidikan lain.

“Setiap sekolah Muhammadiyah harus memiliki keunggulan yang menjadi identitasnya. Jangan hanya bersaing, tetapi ciptakan inovasi yang membuat masyarakat memiliki alasan untuk memilih sekolah Muhammadiyah,” tegasnya.

Menjelang akhir pemaparannya, Prof. Khozin mengingatkan pentingnya menjaga marwah sekolah Muhammadiyah. Ia menyampaikan tiga hal yang perlu menjadi perhatian, yaitu menjaga keharmonisan dan menghindari konflik internal, membangun tata kelola keuangan yang transparan dan akuntabel melalui penguatan peran bendahara, serta membuka diri terhadap perubahan dan perkembangan zaman.

Menurutnya, sekolah Muhammadiyah harus terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar mampu menjawab kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.

Melalui pembekalan tersebut, Prof. Khozin berharap hasil Rapat Kerja SMA Muhammadiyah 1 Sumenep dapat melahirkan program-program strategis yang memperkuat dakwah, kaderisasi, inovasi, dan mutu pendidikan sehingga sekolah semakin berkembang serta mampu mencetak generasi yang unggul dalam iman, ilmu, dan amal.

Revisi Oleh:
  • Tanwirul Huda - 27/06/2026 14:05
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu