RSIA Muhammadiyah Kota Probolinggo menggelar peletakan batu pertama pembangunan gedung Poliklinik Rawat Jalan sekaligus relokasi Unit Gawat Darurat (UGD), Senin (20/4/2026), bertepatan dengan 3 Dzulkaidah 1447 H.
Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam pengembangan layanan kesehatan yang lebih optimal bagi masyarakat.
Turut hadir jajaran Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Probolinggo, para dokter spesialis dan dokter umum, serta pejabat struktural rumah sakit.
Acara diawali dengan pembacaan Kalam Ilahi Q.S. Al-Baqarah ayat 127:
“Ya Tuhan kami, terimalah dari kami (amalan kami), sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”
Suasana semakin khidmat saat seluruh peserta bersama-sama menyanyikan Mars Muhammadiyah.
Direktur RSIA Muhammadiyah Kota Probolinggo, Kemal Fikar Muhammad, menyampaikan rasa syukur atas dimulainya pembangunan tersebut.
“Pembangunan Poliklinik Rawat Jalan dan relokasi Unit Gawat Darurat ini bukan sekadar proyek fisik, melainkan bentuk komitmen kami dalam meningkatkan mutu pelayanan, kenyamanan, dan keselamatan pasien,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa meningkatnya kepercayaan masyarakat harus diiringi dengan langkah strategis dalam menghadirkan layanan yang lebih komprehensif dan terintegrasi.
Gedung baru ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi alur pasien serta memperluas kapasitas pelayanan.
“Momentum ini adalah fondasi awal untuk kemajuan RSIA Muhammadiyah Kota Probolinggo agar semakin berkembang dan memberikan manfaat yang luas bagi umat,” tambahnya.
Ketua PDM Kota Probolinggo, Muhammad Dawam Ihsan, berharap pembangunan berjalan lancar dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Mudah-mudahan pembangunan ini berjalan dengan baik dan membawa manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat Probolinggo. Kita juga harus menjaga kekompakan di seluruh lini, karena keberhasilan selalu membutuhkan sinergi,” ungkapnya.
Ia juga menekankan pentingnya semangat pembaruan dalam setiap langkah pembangunan.
Acara ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Ahmad Taufik, dengan target penyelesaian pembangunan dalam waktu enam bulan.
Selanjutnya, prosesi peletakan batu pertama dilakukan secara simbolis oleh jajaran pimpinan, diawali Ketua PDM, dilanjutkan Sekretaris dan Bendahara, serta ditutup Direktur RSIA yang melakukan pemukulan batu sebagai tanda dimulainya pembangunan.
Kegiatan diakhiri dengan penyerahan Alat Pelindung Diri (APD) kepada pelaksana pembangunan.
Dengan dimulainya proyek ini, RSIA Muhammadiyah Kota Probolinggo optimistis dapat terus meningkatkan kualitas layanan kesehatan yang Islami, profesional, dan berdaya saing, sekaligus memperkuat posisinya sebagai pilihan utama masyarakat.





0 Tanggapan
Empty Comments