Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Mengenal Penyakit Serakah dan Suka Harta Berlimpah

Iklan Landscape Smamda
Mengenal Penyakit Serakah dan Suka Harta Berlimpah
Serakah merupakan salah satu penyakit qalbu yang berbahaya. Bahayanya bukan hanya menimpa diri sendiri, tapi juga sesama manusia. (Muhsin MK/PWMU.CO).

Oleh Muhsin MK

Dunia bagi manusia benar-benar menggoda. Perhiasan dan harta benda dunia membuat mereka terpedaya. Kecenderungan pada harta benda mendorong mereka kepada sifat rakus dan serakah. Mirip dengan tikus yang rakus dan pemakan segala, termasuk obat bius.

Serakah merupakan salah satu penyakit qalbu yang berbahaya. Bahayanya bukan hanya menimpa diri sendiri, tapi juga sesama manusia. Serakah dapat membuat mereka menderita karena terbelenggu surga dunia.

Zaman sekarang materialisme dan kapitalisme menjadi ideologi nyata. Banyak orang yang serakah terhadap tahta, wanita dan harta benda dalam hidupnya.

Serakah Karena Cinta Dunia

Lebih lanjut, serakah merupakan salah satu penyakit qalbu berhubungan dengan kecintaannya pada dunia (hubud dunya). Serakah artinya selalu hendak memiliki lebih dari yang dimiliki; loba; tamak; rakus: meskipun sudah kaya raya. (Kbbi.web.id). Menurut ulama serakah (tamak) adalah sikap tidak pernah merasa puas dengan apa yang sudah dicapainya. (Jateng.nu. or.id).

Itulah yang disinyalir oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam haditsnya. “Seandainya anak Adam memiliki satu lembah emas, niscaya ia ingin memiliki dua lembah emas. Tidak ada yang dapat memenuhi mulutnya kecuali tanah (kematian). Dan Allah menerima taubat siapa saja yang bertaubat.” (HR. Bukhari Muslim).

Orang serakah lebih mencintai dunia dari pada akhirat. Awalnya bisa saja orang yang taat ibadah kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Namun pada saat terjadi perubahan atau metamorfosa hidup dan kehidupannya yang bersentuhan dengan materi dan uang. Mereka mulai beralih perhatian dan orientasinya, tidak pada ibadah lagi tapi pada harta benda. Itulah yang terjadi pada Qarun. (QS. Al Qashas:76-81).

SMPM 5 Pucang SBY

Qarun itu sepupu dan pengikut Nabi Musa alaihi sallam sebelumnya. Dia miskin papa termasuk yang taat beribadah. Namun dia kaya raya berkat doa sepupunya menjadi kaya raya dan berlimpah harta bendanya. Setelah itu dia mulai lupa dan ajaran Musa. Makin lama dia cenderung tamak, takabur dan bakhil pada harta bendanya.

Berbeda dengan Khadijah Radhiyallahu ‘anha yang dikenal sebagai konglomerat perempuan Quraisy yang kaya raya. Memiliki banyak rezeki perusahaan dan menguasai perdagangan dunia. Dia tidak serakah, takabur dan bakhil pada harta bendanya. Apalagi setelah menikah dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang mulia..Harta bendanya digunakan mendukung perjuangan suaminya hingga meninggal dunia. (QS. Ad Duha:8).

Demikian pula sahabat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam, Usman bin Affan dan Thalhah bin Radhiyallahu ‘anhu. Ia dikenal sebagai pengusaha muslim yang kaya raya. Namun ia tidak tamak pada harta benda dunia. Ia lebih cinta pada Allah dan Rasul Nya.

Abdurrahman bin Sufyan, Usman bin Affan, Abu Bakar Siddiq dan Thalhah bin Ubaidillah Radyallahu ‘anhuma pun, (rumasyo.com) populer disebut sebagai trilyunder dan konglo merat yang muhsinin dan dermawan. Hartanya hasil bisnis digunakan untuk perjuangan bersama Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dalam menegakkan Islam di bumi ini. (QS. An Nisa:95, Al Anfal:73, At- Taubah:41).

Revisi Oleh:
  • Danar Trivasya Fikri - 06/06/2026 10:40
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu