Momen Wisuda dan Pelepasan Siswa Kelas VI MI Muhammadiyah 25 Surabaya yang digelar di Universitas Muhammadiyah Surabaya berlangsung penuh haru dan kebanggaan, Sabtu (6/6/2026).
Di antara deretan wisudawan yang menerima apresiasi atas capaian terbaiknya, nama Arby Zakir Eltamis Azzam menjadi salah satu sosok yang mencuri perhatian.
Putra dari Muchamad Arifin, Ketua Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, itu berhasil menorehkan berbagai prestasi membanggakan selama menempuh pendidikan di MI Muhammadiyah 25 Surabaya. Tidak hanya unggul dalam bidang akademik, Arby juga menunjukkan ketekunan dalam pendidikan keagamaan yang menjadi ciri khas kader Muhammadiyah.
Dalam ajang penghargaan prestasi yang menjadi bagian dari rangkaian wisuda, Arby tercatat meraih sederet capaian tingkat nasional. Di antaranya Juara 1 Olimpiade Bahasa Inggris Tingkat Nasional pada Kompetisi Sains Pelajar Nasional 2025, Juara 1 Olimpiade IPA Tingkat Nasional pada Bima Science National Olympiad 2025, serta Peraih Medali Emas Bahasa Indonesia Tingkat Nasional pada Olimpiade Sains Siswa Nasional 2.0 Tahun 2025.
Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa kesungguhan belajar, kedisiplinan, dan dukungan keluarga mampu melahirkan generasi unggul yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter kuat.
Yang lebih membanggakan, Arby juga termasuk peserta yang mengikuti Wisuda Tahfiz Al-Qur’an Juz 29 dan 30. Capaian ini menunjukkan keseimbangan antara penguasaan ilmu pengetahuan dan kecintaan terhadap Al-Qur’an. Di tengah derasnya perkembangan teknologi dan tantangan zaman, Arby menghadirkan teladan bahwa prestasi akademik dapat berjalan beriringan dengan pembinaan spiritual.
Sebagai putra keempat dari mantan Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kenjeran periode 2005–2010, Arby tumbuh dalam lingkungan keluarga yang menanamkan nilai keilmuan, dakwah, dan pengabdian. Nilai-nilai tersebut tampak tercermin dalam perjalanan belajarnya yang penuh semangat dan konsistensi.
Meski telah mengoleksi berbagai prestasi, Arby tetap menyimpan mimpi besar untuk masa depannya. Ia bercita-cita menjadi seorang arsitek, profesi yang menurutnya dapat menghadirkan karya yang bermanfaat bagi banyak orang. Ketertarikannya pada dunia desain dan pembangunan menjadi motivasi untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan yang dimilikinya.
Kisah Arby menjadi pengingat bahwa kesuksesan tidak lahir secara instan. Ia dibangun dari kebiasaan baik, kerja keras, doa yang tidak putus, serta lingkungan yang mendukung tumbuhnya potensi anak. Prestasi yang diraihnya hari ini bukanlah garis akhir, melainkan pijakan awal menuju perjalanan yang lebih panjang dalam menggapai cita-cita.
Di tengah suasana wisuda yang penuh kebahagiaan, Arby Zakir Eltamis Azzam hadir sebagai representasi generasi Muhammadiyah yang berkemajuan: unggul dalam prestasi, dekat dengan Al-Qur’an, dan memiliki mimpi besar untuk memberikan manfaat bagi bangsa dan umat.
“Prestasi adalah hasil dari belajar, sedangkan keberkahan lahir dari kedekatan dengan Al-Qur’an. Ketika keduanya bertemu, lahirlah generasi yang siap menerangi masa depan.” (*)





0 Tanggapan
Empty Comments