Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) menjadi ajang perlombaan inovasi para Mahasiswa.
Buktinya, melalui KKN tersebut lahir 26 produk yang siap dipatenkan, dan 11 produk dengan hak cipta sederhana.
Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Lembaga Riset, Inovasi, dan Pengabdian Masyarakat (LRIPM) Umsura, Arin Setyowati SHI MA pada Penutupan dan Pameran Kuliah Kerja Nyata Universitas Muhammadiyah Surabaya.
Agenda tersebut berlangsung pada Selasa (11/8/2026) di Balai Pemuda Kota Surabaya.
Tampak turut hadir Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elistianto Dardak, Rektor Umsura Prof Dr Mundakir SKep Ns MKep, Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur Dr H Suli Daim SM SPd MM, hingga Wakil Rektor IV Umsura Dr Radius Setiyawan MA.
Ribuan Mahasiswa di 6 Daerah
Dalam sambutannya, Arin berujar bahwa KKN 2026 ini diikuti oleh 1292 mahasiswa di 6 kabupaten/kota di Jawa Timur.
Antara lain Surabaya, Gresik, Pasuruan, Kediri, Nganjuk, dan Probolinggo.
“Terdapat 48 kelompok yang menghasilkan 38 produk inovasi teknologi tepat guna, dengan 26 produk siap untuk dipatenkan dan 12 produk siap untuk disederhanakan” terangnya.
Lebih lanjut, Arin menegaskan bahwa masyarakat menunjukkan respons sangat positif atas kehadiran Mahasiswa KKN Umsura di daerahnya masing-masing.
“Hasil monitoring dan evaluasi menunjukkan 90 persen masyarakat atau mitra merasa puas dengan kehadiran mahasiswa KKN dan transfer ilmu yang diberikan” tambah Arin.
Tak lupa, ia turut mengucapkan terima kasih kepada Dosen Pembimbing Lapangan dan mahasiswa atas kerja keras selama satu bulan yang telah memastikan KKN 2026 berjalan lancar.
“KKN ini kita tutup dengan bergembira. Kedepan kita akan bawa KKN lebih baik daripada ini” ujarnya.
Motivasi dari Nelson Mandela
Di sisi lain, Rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya Prof Dr Mundakir SKep Ns MKep membuka sambutannya dengan kutipan dari Nelson Mandela, Mantan Presiden Afrika Selatan sekaligus Tokoh Anti-Apartheid.
“Pendidikan adalah senjata yang paling ampuh untuk merubah dunia” tegasnya.
“Kegiatan KKN Umsura tahun ini adalah implementasi awal untuk mengubah masyarakat dan komunitas melalui inovasi” ujar Mundakir.
Menurutnya, produk-produk KKN seperti alat pengolah kompos dari Mahasiswa menunjukkan solusi atas problematika masyarakat yang mungkin jauh dari pengawasan di Surabaya.
Dengan tema utama KKN “Simfoni Inovasi: Berakar Lokal, Berdampak Global”, lanjut Mundakir, hal ini menjadi semangat bagi Mahasiswa dan Dosen Pembimbing untuk berperan di masyarakat.
“Ini tak lepas dari peran pembimbing KKN, dan juga mahasiswa yang terus berkarya sesuai tagline KKN kita” tuturnya.





0 Tanggapan
Empty Comments