Memperingati Hari Anak Nasional 2026, Rumah Sakit Umum (RSU) Assakinah Medika Sukodono menggelar edukasi kesehatan bagi siswa SD Muhammadiyah 1 Krian (SD Sakri), Sidoarjo.
Melalui program As-Sakinah Goes to School, puluhan siswa dibekali keterampilan dasar pertolongan pertama pada kondisi gawat darurat (PPGD).
Kegiatan yang berlangsung di Masjid Baiturrahman, kompleks SD Muhammadiyah 1 Krian, ini merupakan bagian dari komitmen RSU Assakinah Medika sebagai Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di bawah Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Sepanjang dalam meningkatkan literasi kesehatan sejak usia dini.
Kasubbag Pelayanan Medis RSU Assakinah Medika, dr. Uung Muharromi, menjelaskan bahwa edukasi yang dipandu Tim Resusitasi Kritis Medis tersebut bertujuan menumbuhkan kesadaran anak-anak agar mampu memberikan pertolongan pertama ketika menghadapi situasi darurat di lingkungan sekitar.
“Materi yang diberikan seputar pertolongan pertama gawat darurat untuk anak-anak. Harapannya, mereka aware dan tahu sejak dini cara menolong teman yang tersedak, jatuh dari tangga, atau terluka,” ujar dr. Uung.
Menurutnya, kemampuan dasar tersebut penting dimiliki anak-anak agar mereka dapat bertindak cepat dan tepat sebelum tenaga medis datang.
Dalam kegiatan tersebut, siswa tidak hanya mendapatkan materi teori, tetapi juga praktik langsung berbagai teknik pertolongan pertama.
Materi yang diberikan meliputi:
- Hands-Only CPR, yaitu Resusitasi Jantung Paru (RJP) sederhana menggunakan pijatan tangan.
- Teknik pembidaian kreatif dengan memanfaatkan benda-benda di sekitar, seperti kardus, kalender bekas, dan sarung untuk membantu menstabilkan cedera atau dugaan patah tulang.
- Teknik mencuci tangan yang benar sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan dan mencegah penularan penyakit.
dr. Uung menilai edukasi semacam ini perlu diperkenalkan sejak sekolah dasar. Menurutnya, di sejumlah negara anak-anak bahkan telah dikenalkan konsep dasar PPGD sejak usia taman kanak-kanak.
Puluhan siswa yang tergabung dalam program Dokter Cilik dan Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Kids tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian pelatihan.
Salah satu peserta, siswi kelas V SD Sakri, Atikah Balqis, mengaku senang dapat mempelajari keterampilan baru yang bermanfaat.
“Seru, menyenangkan, dan bisa mempelajari banyak hal. Saya senang bisa belajar hal baru ini, jadi kalau misal ada teman jatuh dari tangga atau tersedak, saya bisa menolong dengan cara yang dipraktikkan dokter tadi. Gampang kok kalau dipelajari,” tutur Atikah yang bercita-cita menjadi dokter dan psikolog tersebut.
Wakil Kepala Bidang Kesiswaan, Prestasi, serta Sarana dan Prasarana SD Muhammadiyah 1 Krian, Ratna Mettasari, M.Pd., menyambut baik sinergi bersama RSU Assakinah Medika.
Menurutnya, kegiatan tersebut efektif memperluas wawasan siswa mengenai dunia kesehatan sekaligus membangun kepedulian terhadap keselamatan sesama.
“Kami sangat welcome dan senang sekali dengan adanya program As-Sakinah Goes to School ini. Harapan kami, anak-anak yang berminat di dunia medis dapat mengenal lingkungan rumah sakit sejak dini,” pungkas Ratna.
Sebagai tindak lanjut, sekolah berencana mengajak siswa yang tergabung dalam Program Dokter Cilik berkunjung ke RSU Assakinah Medika untuk mengenal lebih dekat berbagai fasilitas pelayanan kesehatan dan alat-alat medis.
Program ini diharapkan menjadi percontohan bagi sekolah-sekolah dasar lainnya dalam membangun budaya sadar kesehatan dan kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat sejak usia dini.





0 Tanggapan
Empty Comments