Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Wartawan Cilik Mudipat Rela Menunggu 3,5 Jam Demi Wawancarai Wakil Gubernur Jatim Emil Dardak

Iklan Landscape Smamda
Wartawan Cilik Mudipat Rela Menunggu 3,5 Jam Demi Wawancarai Wakil Gubernur Jatim Emil Dardak
Raya dan Anya sedang mewawancarai Wakil Gubernur Jawa Timur Dr. Emil Dardak. (Mul/pwmu.co)
pwmu.co -

Kesabaran dan semangat jurnalistik ditunjukkan dua wartawan cilik (Warcil) SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya (Mudipat), Refania Anindiya Rafani dan Lazuardy Arkoun Abqaraya, saat berhasil mewawancarai Wakil Gubernur Jawa Timur, Dr. Emil Elestianto Dardak, pada Puncak Peringatan Hari Anak Nasional 2026.

Wawancara eksklusif tersebut berlangsung di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), Sabtu (25/7/2026), setelah keduanya menunggu selama sekitar tiga setengah jam demi mendapatkan kesempatan berbincang langsung dengan orang nomor dua di Jawa Timur itu.

Refania Anindiya Rafani yang akrab disapa Anya dan Lazuardy Arkoun Abqaraya atau Raya telah berada di lokasi sejak pukul 09.00 WIB bersama tim pendamping.

Mereka terus berkoordinasi dengan tim protokol Pemerintah Provinsi Jawa Timur agar memperoleh kesempatan melakukan wawancara.

Semula, sesi wawancara direncanakan berlangsung di depan pintu aula setelah pembukaan acara yang juga dihadiri Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Prof. Dr. H. Abdul Mu’ti, M.Ed.

Namun, perubahan agenda membuat lokasi wawancara berpindah ke tangga luar gedung sekitar pukul 12.30 WIB.

Meski harus menunggu lebih lama dari rencana semula, semangat kedua wartawan cilik itu tidak surut.

“Meskipun menunggu lama, tapi ini seru,” ucap Anya sambil tersenyum.

Dalam kesempatan tersebut, Anya dan Raya mengajukan tiga pertanyaan yang berkaitan dengan perlindungan anak.

Salah satu pertanyaan yang diajukan membahas upaya memutus mata rantai bullying di kalangan anak-anak.

Menanggapi hal itu, Emil Dardak menekankan pentingnya peran keluarga dalam memberikan perhatian dan kasih sayang kepada anak.

SMPM 5 Pucang SBY

“Orang tua harus terus memperhatikan anak-anaknya, mencintai sepenuh hati agar anak-anak jadi tangguh. Kepada siapapun hentikan bullying, karena akibatnya fatal. Kadang-kadang anak korban bullying menjadi pendiam dan memilih untuk tidak bercerita. Maka orang tua harus paham anaknya,” jelas Emil yang lahir di Jakarta pada 20 Mei 1984 itu.

Selain membahas perlindungan anak dari perundungan, Emil juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan sejak usia dini.

Ia mengajak anak-anak untuk membiasakan hidup bersih dan memastikan imunisasi telah lengkap.

“Yang imunisasinya tidak lengkap harus dilengkapi, kesehatan sangat penting. Selanjutnya mari kita perbaiki kualitas sekolah. Sekolah harus terbaik, guru-gurunya harus sejahtera, murid-muridnya harus berprestasi,” pesannya.

Bagi Anya dan Raya, kesempatan mewawancarai Wakil Gubernur Jawa Timur menjadi pengalaman yang sangat berharga.

Selain berhasil berbincang dengan tokoh publik, keduanya juga merasakan langsung proses peliputan jurnalistik yang membutuhkan kesabaran, keberanian, dan ketekunan.

Pengalaman tersebut menjadi bukti bahwa semangat jurnalistik dapat tumbuh sejak usia dini.

Melalui kerja keras dan rasa percaya diri, kedua wartawan cilik Mudipat mampu menyuarakan isu penting mengenai perlindungan anak sekaligus menginspirasi anak-anak lain untuk berani berkarya dan berkontribusi bagi masyarakat.

Revisi Oleh:
  • Satria - 25/07/2026 20:46
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu