Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Rumah Sakinah Muhammadiyah Dorong Keluarga Tangguh Lewat Masterclass “Sakinah yang Tertunda”

Iklan Landscape Smamda
Rumah Sakinah Muhammadiyah Dorong Keluarga Tangguh Lewat Masterclass “Sakinah yang Tertunda”
pwmu.co -

Rumah Sakinah Muhammadiyah kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ketahanan keluarga melalui penyelenggaraan Masterclass bertajuk “Sakinah yang Tertunda”.

Kegiatan yang berlangsung di Kantor RW 013, Jakarta Pusat, ini diikuti sekitar 40 peserta yang berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari pasangan suami istri, calon pasangan, tokoh masyarakat, hingga individu yang memiliki perhatian terhadap isu keluarga.

Masterclass tersebut menjadi ruang belajar dan refleksi bersama mengenai berbagai tantangan yang dihadapi keluarga masa kini. Mulai dari persoalan komunikasi, tekanan ekonomi, perubahan sosial, hingga dinamika hubungan antaranggota keluarga menjadi topik yang dibahas dalam kegiatan tersebut.

Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ibu Murni yang menghadirkan suasana khidmat. Selanjutnya, Ketua Rumah Sakinah Muhammadiyah, M. Arif An, S.H., M.H., membuka kegiatan sekaligus menyampaikan pentingnya penguatan ketahanan keluarga sebagai fondasi pembangunan masyarakat.

Menurutnya, keluarga merupakan unit terkecil yang memiliki peran strategis dalam membangun masyarakat yang kuat dan berkemajuan.

“Keluarga yang sehat dan harmonis merupakan modal penting bagi terwujudnya masyarakat yang berkemajuan. Karena itu, Rumah Sakinah Muhammadiyah hadir untuk menjadi mitra masyarakat dalam membangun keluarga yang tangguh, penuh kasih sayang, dan mampu menghadapi berbagai tantangan kehidupan,” ujarnya.

Sebagai narasumber utama, kegiatan ini menghadirkan Coach M. Arfaini Alif, M.Pd., M.A., CPHR., CBA, seorang Transformational Islamic Coach, Islamic Counselor, dan Psychotherapist yang berpengalaman dalam bidang pengembangan diri, konseling keluarga, serta pendampingan psikologis berbasis nilai-nilai Islam.

Melalui pendekatan Power of Heart Coaching, Coach Arfaini mengajak peserta memahami berbagai faktor yang sering menjadi pemicu konflik dalam keluarga.

Ia menjelaskan bahwa persoalan rumah tangga tidak selalu berakar pada masalah ekonomi atau perbedaan karakter, tetapi juga dapat dipengaruhi oleh lemahnya komunikasi, kesulitan mengelola emosi, serta kurangnya kemampuan memahami kebutuhan pasangan dan anggota keluarga lainnya.

Dalam pemaparannya, ia menekankan bahwa keluarga sakinah bukanlah keluarga yang bebas dari masalah, melainkan keluarga yang mampu menghadapi berbagai tantangan kehidupan dengan cara yang sehat dan konstruktif.

SMPM 5 Pucang SBY

“Keluarga sakinah bukan keluarga tanpa konflik. Konflik adalah bagian dari kehidupan. Yang membedakan adalah bagaimana setiap anggota keluarga mampu mengelola konflik tersebut dengan komunikasi yang sehat, sikap saling menghargai, serta komitmen untuk terus memperbaiki diri,” ungkapnya.

Selama kegiatan berlangsung, peserta tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga terlibat dalam berbagai sesi diskusi, refleksi diri, dan berbagi pengalaman mengenai dinamika kehidupan keluarga. Berbagai persoalan seperti pengasuhan anak, pengelolaan emosi, kesalahpahaman komunikasi, hingga upaya menjaga keharmonisan pasangan dibahas secara terbuka dalam suasana yang hangat dan konstruktif.

Pendekatan interaktif tersebut membuat kegiatan tidak berhenti pada penyampaian teori semata, tetapi juga menghadirkan solusi praktis yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Sejumlah peserta mengaku memperoleh wawasan baru mengenai pentingnya komunikasi empatik dan penguatan hubungan dalam keluarga.

Melalui penyelenggaraan Masterclass “Sakinah yang Tertunda”, Rumah Sakinah Muhammadiyah berharap dapat terus menjadi pusat edukasi, konsultasi, dan pemberdayaan keluarga bagi masyarakat.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas kehidupan keluarga Indonesia sekaligus memperkuat peran keluarga sebagai pilar utama dalam membangun masyarakat yang sehat, produktif, dan berakhlak mulia.

“Merawat keluarga bukan berarti menunggu semua masalah selesai. Merawat keluarga adalah proses belajar untuk saling memahami, saling menguatkan, dan terus bertumbuh bersama dalam setiap keadaan.”

Rumah Sakinah Muhammadiyah sendiri merupakan lembaga layanan sosial yang berfokus pada pendampingan keluarga, perempuan, anak, serta kelompok masyarakat rentan. Melalui berbagai program edukasi, konseling, pelatihan, dan pemberdayaan masyarakat, lembaga ini berupaya memperkuat ketahanan keluarga sebagai fondasi pembangunan sosial yang berkelanjutan.

Revisi Oleh:
  • Satria - 18/06/2026 16:03
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu