Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Dua Inovasi KKN T Umsida Hadirkan Pembelajaran Interaktif bagi Anak Usia Dini

Iklan Landscape Smamda
Dua Inovasi KKN T Umsida Hadirkan Pembelajaran Interaktif bagi Anak Usia Dini
Dua Inovasi Kreatif KKN T Umsida Warnai Pembelajaran Anak (Sylvi/Nisa/PWMU.CO)
pwmu.co -

Dua kelompok Kuliah Kerja Nyata Terpadu (KKN T) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) menghadirkan inovasi pembelajaran yang lebih interaktif bagi anak usia dini melalui kegiatan storytelling, lomba mewarnai, dan penyediaan alat permainan edukatif (APE) di dua taman kanak-kanak di Kabupaten Sidoarjo, Sabtu (25/7/2026).

KKN T 27 Umsida melaksanakan program Kelas Belajar Ceria dan Kreatif bersama 65 siswa TK Dharma Wanita Persatuan (DWP) Desa Seketi, Kecamatan Balongbendo. Sementara itu, KKN T 4 Umsida menyerahkan sejumlah alat permainan edukatif kepada TK DWP Tambak Kalisogo, Kecamatan Jabon, untuk mendukung pembelajaran mendalam (deep learning) yang lebih interaktif dan sesuai dengan perkembangan anak.

Meski dilaksanakan di lokasi berbeda dengan pendekatan yang berbeda pula, kedua program memiliki tujuan yang sama, yakni menciptakan pengalaman belajar yang aktif, menyenangkan, dan berpusat pada anak melalui cerita, permainan, komunikasi, serta aktivitas kreatif.

Storytelling Bangun Keberanian Anak

Di TK DWP Desa Seketi, siswa TK B mengikuti sesi storytelling bertajuk Indahnya Berbagi. Cerita disampaikan dengan ekspresi, intonasi, dan interaksi yang menarik sehingga anak-anak tetap fokus mengikuti alur cerita.

Mahasiswa tidak hanya menjadikan siswa sebagai pendengar. Di sela-sela cerita, mereka mengajak peserta menjawab pertanyaan, menyampaikan pendapat, hingga menceritakan kembali bagian cerita yang dipahami.

Kepala TK DWP Desa Seketi, Nupita Kus Endang, mengapresiasi metode pembelajaran yang diterapkan mahasiswa karena mampu mendorong keberanian anak untuk berkomunikasi.

“Storytelling seperti ini menjadi pengalaman belajar yang menyenangkan karena anak-anak tidak hanya mendengarkan cerita, tetapi juga diajak aktif berinteraksi dan berani berbicara di depan teman-temannya,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan tersebut membuat suasana belajar menjadi lebih hangat. Sejumlah siswa yang sebelumnya masih malu mulai berani tampil dan berbicara di depan kelas.

Selain storytelling, siswa TK A mengikuti lomba mewarnai. Setiap peserta memperoleh lembar sketsa dan diberi kebebasan memadukan warna sesuai imajinasi masing-masing.

Ketua pelaksana kegiatan, Muhammad Yusuf, mengatakan mahasiswa sengaja memberikan ruang bagi anak untuk berekspresi tanpa membatasi kreativitas mereka.

“Anak-anak kami bebaskan untuk berekspresi melalui imajinasi warna dan gambar. Hal tersebut akan melatih konsentrasi sekaligus kemampuan motorik halus mereka,” jelasnya.

Melalui kegiatan tersebut, anak-anak belajar mengenal warna, mengendalikan gerakan tangan, menjaga fokus, serta menuangkan gagasan dalam bentuk visual.

Guru TK DWP Desa Seketi, Ayu Fitria, turut melihat perubahan positif selama kegiatan berlangsung.

SMPM 5 Pucang SBY

“Biasanya ada beberapa anak yang masih malu berbicara di depan kelas, tetapi hari ini mereka mulai berani maju dan mencoba bercerita. Kegiatan seperti ini sangat membantu mereka belajar berkomunikasi sekaligus meningkatkan rasa percaya diri,” ungkapnya.

APE Dukung Pembelajaran Mendalam

Pendekatan berbeda dilakukan KKN T 4 Umsida di TK DWP Tambak Kalisogo melalui penyerahan alat permainan edukatif sebagai media pendukung pembelajaran.

Program tersebut disusun melalui koordinasi bersama pihak sekolah dan mendapat arahan dari Dosen Pembimbing Lapangan, Metatia Intan Mauliana, S.Pd., M.Si., agar media yang dikembangkan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

Penanggung jawab program, Alvina Rizki, menjelaskan bahwa APE dirancang dalam bentuk permainan yang membantu anak mengenal huruf, angka, hewan, serta alat transportasi sambil belajar.

“Kami berharap media pembelajaran ini dapat menjadi sarana pendukung bagi guru dalam menciptakan pembelajaran yang lebih aktif, menyenangkan, dan bermakna. Semoga media yang kami serahkan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan,” katanya.

Kepala TK DWP Tambak Kalisogo, Fatimatuz Zuhriyah, S.Pd., AUD., menyambut baik bantuan tersebut. Menurutnya, media pembelajaran tersebut membuat proses belajar menjadi lebih menarik.

“Mereka bisa belajar mengenal angka, membaca, dan materi lainnya melalui permainan sehingga pembelajaran menjadi lebih menyenangkan. Ke depan, media ini tentu akan terus kami manfaatkan,” tuturnya.

Media tersebut dapat digunakan oleh seluruh jenjang, mulai Kelompok Bermain (KB), TK A, hingga TK B.

Guru Kelas A2 TK DWP Tambak Kalisogo, Ruul Umrotul Lia, S.Pd., menambahkan bahwa keberadaan APE memberikan variasi pembelajaran sehingga anak tidak hanya belajar melalui kegiatan menulis dan menggambar, tetapi juga memperoleh pengalaman belajar secara langsung melalui permainan edukatif.

Melalui dua program tersebut, Alvina Rizki kembali mengungkapkan harapannya akan inovasi pembelajaran yang diperkenalkan dapat terus dimanfaatkan sekolah sebagai bagian dari proses belajar yang menyenangkan. Revitalisasi metode pembelajaran melalui storytelling, kreativitas seni, dan alat permainan edukatif diharapkan mampu menumbuhkan keberanian, kreativitas, kemampuan komunikasi, serta semangat belajar anak usia dini secara berkelanjutan. (*)

Revisi Oleh:
  • Tanwirul Huda - 28/07/2026 17:51
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu