Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Sambut Santri Baru dan Semarakkan 4 Dasawarsa, OPPI Gelar Pentas Seni Penuh Makna

Iklan Landscape Smamda
Sambut Santri Baru dan Semarakkan 4 Dasawarsa, OPPI Gelar Pentas Seni Penuh Makna
Lapangan Pondok atau Maidanul Ma'had (MM) berubah menjadi panggung megah penuh warna lampu, OPPI menggelar Pensi 5 Agustus 2026. Foto Gondo Waloyo/PWMU.CO
pwmu.co -

Lapangan Pondok Pesantren Al-Ishlah berubah menjadi panggung megah penuh warna saat Organisasi Pelajar Pondok Pesantren Al-Ishlah (OPPI) Angkatan Aurezon Generation menggelar Pentas Seni 340, Rabu malam (5/8/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari peringatan 40 tahun atau 4 Dasawarsa berdirinya Pondok Pesantren Al-Ishlah sekaligus penyambutan santri baru.

Mengusung tema “Menapaki Lintasan Sejarah, Memantapkan Langkah Generasi Berkeadaban”, acara berlangsung mulai pukul 19.40 hingga 23.00 WIB dengan menghadirkan beragam pertunjukan seni yang sarat makna.

Suasana meriah sudah terasa sejak pembukaan. Ribuan santri memadati lapangan pondok dengan membawa berbagai atribut dan hiasan tangan. Antusiasme paling terlihat dari santri baru kelas X MA Al-Ishlah dan kelas VII SMPM 12 yang memberikan dukungan penuh kepada para penampil.

Sorak sorai dan tepuk tangan terus mengiringi setiap pertunjukan, menciptakan atmosfer penuh semangat sepanjang acara.

Pentas Seni 340 dikemas secara runtut dengan mengangkat perjalanan empat dasawarsa Pondok Pesantren Al-Ishlah. Seluruh pertunjukan disusun dalam satu alur cerita sehingga mampu membawa penonton menikmati setiap segmen tanpa kehilangan kesinambungan.

Sebanyak 13 penampilan ditampilkan, mulai dari hadrah, choir, angklung, saman dance, grand opening, colour guard, sing-off, language drama, cultural dance, pantomime, theatre, shadow drama, hingga grand closing.

Seluruh penampilan mengusung benang merah yang sama, yakni menghadirkan semangat generasi berkeadaban sesuai tema yang diangkat.

Antusiasme penonton mencapai puncaknya saat sesi sing-off, ketika seluruh santri ikut bernyanyi bersama. Di sela-sela penampilan, berbagai jargon OPPI turut membakar semangat dan menambah kemeriahan suasana.

Salah satu penampilan yang paling menyita perhatian adalah pertunjukan teater yang mengangkat perjalanan hidup pengasuh Pondok Pesantren Al-Ishlah, Ustadz Dawam Saleh.

SMPM 5 Pucang SBY

“Yang paling keren itu penampilan teater, karena teaternya menceritakan sepak terjangnya mudiruna (pengasuh kita) Ustadz Dawam Saleh. Nah banyak scene di akhir itu diisi puisi, sedangkan beliau juga ahli dan gemar dalam puisi kan. Terlebih puisinya berisi tentang terimakasih para santri, juga keinginan untuk mengikuti beliau,” ungkap Ustadzah Wilda Ayu dari tim media yang memantau dari ruang operator.

Ia menambahkan, setelah pertunjukan selesai, terlihat raut haru dari pengasuh pondok.

“Jadi setelah selesai teater itu saya lihat sepertinya beliau terkesan dengan penampilan ini,” ujarnya.

Bagi Aurezon Generation, Pentas Seni 340 bukan sekadar ajang unjuk bakat. Kegiatan ini menjadi media pembelajaran karakter, kreativitas, kepemimpinan, serta kekompakan para santri.

Melalui berbagai pertunjukan seni, santri diajak mengenang perjalanan panjang Pondok Pesantren Al-Ishlah selama empat dekade sekaligus meneguhkan komitmen untuk melanjutkan estafet perjuangan para pendahulu.

Memasuki usia ke-40 tahun, Pondok Pesantren Al-Ishlah terus berkomitmen melahirkan generasi yang tidak hanya unggul dalam prestasi, tetapi juga memiliki akhlak dan peradaban yang kuat.

Acara ditutup dengan grand closing yang megah dan meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh civitas Pondok Pesantren Al-Ishlah.

Revisi Oleh:
  • Satria - 06/08/2026 16:10
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu