SD Muhammadiyah 2 Babat turut serta dalam workshop bertema Pendekatan Deep Learning dan Pembelajaran Digital yang diselenggarakan Forum Komunikasi dan Silaturahmi Kepala Sekolah Muhammadiyah (FOSKAM) SD se-Kabupaten Lamongan. Kegiatan berlangsung di aula Masjid As-Syifa’, Lamongan, Ahad (7/9/2025).
FOSKAM dipimpin oleh Ustadz Ainur Rofiq yang juga menjabat sebagai Kepala SD Muhammadiyah 2 Babat. Workshop dihadiri Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lamongan, Shodikin. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya kesiapan menghadapi perubahan zaman.
“Hidup itu dinamis. Yang tidak mengikuti perubahan akan terlindas perkembangan, sedangkan yang mampu mengikutinya akan menangkap peluang dari perkembangan itu sendiri. Percepatan digitalisasi luar biasa terjadi sejak pandemi Covid-19 hingga pasca pandemi, yang akhirnya membiasakan kita dengan dunia online, termasuk rapat via Zoom. Saya sangat mengapresiasi FOSKAM yang telah menyelenggarakan workshop ini. Namun, diperlukan RTL (Rencana Tindak Lanjut) agar ilmu yang didapat benar-benar bisa diimplementasikan,” ujar Shodikin.

Workshop menghadirkan dua narasumber utama. Pertama, Ustadzah Ria Pusvita Sari, Pengawas SD/MI Dikdasmen dan PNF PDM Gresik. Ia pernah mengajar di Edgefield Primary School, Singapura, pada 2013, serta berpengalaman menerapkan solo taxonomy dan strategi pembelajaran tertarget bagi siswa yang membutuhkan perhatian khusus. Dalam sesi ini, peserta diajak menyusun lesson design sesuai arahan, kemudian mempresentasikan hasilnya sebagai perwakilan sekolah masing-masing.
Narasumber kedua, AF Suryaning Ati, Kaprodi PGSD Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA), menyampaikan materi tentang pembelajaran deep learning berbasis digital. Ia menekankan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk mendukung pembelajaran yang lebih menarik, seperti penggunaan Canva AI dan pembuatan kuis interaktif.
Kegiatan ini memberikan wawasan baru bagi para kepala sekolah dan guru Muhammadiyah di Lamongan untuk semakin adaptif dengan perkembangan teknologi. Harapannya, mereka mampu menerapkan pembelajaran yang kreatif, mendalam, dan sesuai kebutuhan siswa. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments