Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Seimbangkan Akademik dan Spiritual, SMP Muhammadiyah 1 Blitar Rutinkan Salat Duha Berjamaah

Iklan Landscape Smamda
Seimbangkan Akademik dan Spiritual, SMP Muhammadiyah 1 Blitar Rutinkan Salat Duha Berjamaah
Giat Sholat Duha Berjamaah oleh Murid SMP Muhammadiyah 1 Blitar (Nur Aji/PWMU.CO)
pwmu.co -

Suasana jam istirahat sekolah yang biasanya identik dengan derap langkah kaki tergesa-gesa menuju kantin atau riuh canda tawa di koridor, tampak berbeda di lingkungan SMP Muhammadiyah 1 Blitar Kamis (1/10/2026).

Begitu bel istirahat berbunyi, puluhan siswa-siswi secara tertib berbondong-bondong melangkah menuju masjid sekolah. Bukan untuk mengantre makanan ringan, melainkan mengambil air wudu dan bersiap menunaikan ibadah sunnah secara bersama-sama.

​Kegiatan pembiasaan Salat Duha berjamaah ini telah menjadi agenda rutin harian yang wajib sekaligus dirindukan oleh seluruh warga sekolah. Uniknya, pelaksanaan ibadah ini diintegrasikan langsung dengan waktu istirahat harian, menjadikannya sebuah oase ketenangan spiritual di tengah dinamika kegiatan belajar mengajar yang padat.

​Sebagai salah satu lembaga pendidikan Islam unggulan di Kota Blitar, SMP Muhammadiyah 1 Blitar terus berinovasi dalam menanamkan nilai-nilai karakter dan keagamaan kepada para peserta didiknya. Pembiasaan Salat Duha tidak lagi diposisikan sekadar sebagai kegiatan seremonial mingguan, melainkan ditransformasikan menjadi budaya harian (daily habit) yang melekat erat dalam keseharian siswa selama hari efektif sekolah.

​Sejak bel istirahat berbunyi, para siswa secara mandiri bergegas menuju tempat wudu. Tanpa komando yang berlebihan dari pengeras suara, barisan shaf (saf) di dalam masjid langsung terisi rapi. Para siswa laki-laki mengenakan peci hitam, sementara siswi perempuan tampak khusyuk mengenakan mukena putih bersih.

​Kehadiran para guru dan jajaran pimpinan sekolah di tengah-tengah barisan turut memberikan teladan nyata. Para guru tidak hanya mengawasi kedisiplinan, tetapi juga turut berdiri berdampingan bersama para murid dalam satu saf, merapatkan barisan, dan menghadap kiblat dengan penuh khusyuk.

​Diwujudkan sebagai bentuk komitmen nyata pembentukan Profil Pelajar Pancasila yang beriman dan bertakwa, program pembiasaan ini mendapat dukungan penuh dari pimpinan tertinggi sekolah. Kepala SMP Muhammadiyah 1 Blitar Widjianto S. Pd menegaskan bahwa pembiasaan Salat Duha berjamaah saat jam istirahat merupakan strategi efektif untuk menyeimbangkan kecerdasan intelektual dan spiritual anak didik.

​”Pendidikan di era modern tidak cukup hanya mengejar pencapaian akademik semata. Kami di SMP Muhammadiyah 1 Blitar memiliki tanggung jawab moral yang besar untuk mencetak generasi yang cerdas secara intelektual, namun juga kokoh secara mental dan spiritual. Salat Duha berjamaah yang kami laksanakan setiap hari efektif sekolah ini adalah fondasi awal untuk membiasakan anak-anak dekat dengan Sang Pencipta,” ujar Widjianto S. Pd.

Manajemen Waktu Siswa

​Beliau juga menambahkan bahwa pemilihan waktu istirahat untuk pelaksanaan ibadah ini bukan tanpa alasan. Langkah tersebut sengaja diambil untuk melatih manajemen waktu siswa sekaligus membiasakan mereka mengisi waktu luang dengan kegiatan yang bernilai ibadah.

SMPM 5 Pucang SBY

​”Banyak orang mengira jam istirahat adalah hak penuh untuk bermain. Kami ingin mengubah paradigma itu menjadi waktu istirahat yang berkualitas dan bernilai berkah. Dengan membiasakan salat duha di sela-sela aktivitas sekolah, kami berharap jiwa anak-anak menjadi lebih tenang, disiplin, dan memiliki kontrol diri yang baik dalam menghadapi tekanan belajar sehari-hari,” tambahnya.

​Keberhasilan program pembiasaan harian ini tentu tidak lepas dari peran aktif para guru pendamping. Bapak dan Ibu guru secara bergiliran bertindak sebagai pengarah tata tertib, memastikan suasana masjid tetap kondusif, serta membimbing siswa yang mungkin masih memerlukan penyesuaian dalam bacaan salat.

​Salah seorang guru pendamping mengungkapkan bahwa perubahan positif sangat terasa pada perilaku keseharian siswa, baik di dalam maupun di luar kelas. Menurutnya, anak-anak menjadi lebih tenang, memiliki tingkat kepedulian sosial yang lebih tinggi, serta menunjukkan kedisiplinan yang semakin matang.

​”Awalnya memang butuh penyesuaian agar siswa terbiasa membagi waktu antara istirahat perut dan istirahat ruhani. Namun, setelah berjalan konsisten setiap hari selama masuk sekolah, anak-anak justru merasa ada yang kurang jika bel istirahat berbunyi dan mereka belum melaksanakan duha. Ini adalah sinyal positif bahwa karakter religius mulai mendarah daging pada diri mereka,” ungkap Bu Ellya S. Pd guru bidang kesiswaan.

​Antusiasme serupa juga terpancar dari raut wajah para siswa. Sebagian besar dari mereka mengaku bersyukur bisa bersekolah di lingkungan yang mendukung penuh pengamalan ajaran agama Islam secara nyata. Meskipun waktu istirahat mereka terpotong sebagian untuk berwudu dan salat, mereka merasa justru mendapatkan energi baru yang menyegarkan pikiran setelah kembali masuk ke ruang kelas untuk mengikuti pelajaran berikutnya.

​Melalui konsistensi program pembiasaan Salat Duha berjamaah ini, SMP Muhammadiyah 1 Blitar optimis dapat terus mencetak lulusan yang tidak hanya siap bersaing dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga memiliki ketahanan moral yang kuat.

​Kegiatan ini sekaligus mempertegas identitas sekolah sebagai lembaga pendidikan Islam berkemajuan yang senantiasa menempatkan nilai-nilai tauhid dan akhlakul karimah sebagai kompas utama dalam setiap denyut nadi aktivitas pembelajaran. (*)

Revisi Oleh:
  • Amanat Solikah - 01/10/2026 18:43
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu